DIPERSIAPKAN Pemprov Kalsel Lima langkah Penguatan Gubernur sebagai Wakil Pemerintah Pusat

- Penulis

Kamis, 25 Juni 2026 - 21:55 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Kalsel H Muhammad Syarifuddin mewakili Gubernur H Muhidin menjawab melalui paparan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pelaksanaan Dekonsentrasi yang digelar Kemenhan RI pada Rabu (24/6/2026) di Banjarmasin (SuarIndonesia/Adv)

Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Kalsel H Muhammad Syarifuddin mewakili Gubernur H Muhidin menjawab melalui paparan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pelaksanaan Dekonsentrasi yang digelar Kemenhan RI pada Rabu (24/6/2026) di Banjarmasin (SuarIndonesia/Adv)

SuarIndonesia – Pemerintah Pusat melalui Kementerian Koordinasi Bidang Politik dan Keamanan, Kementerian Keamananan (Kemenhan) RI menyampaikan indikator kinerja Gubernur sebagai Wakil Pemerintah Pusat (GWPP) yang dipandang perlu disikapi menyeluruh, koordinasi, implementasi, monitoring dan evakuasi (moniv), dan kapasitas organisasi perangkat daerah (OPD).

Merespon hal ini, Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Kalsel H Muhammad Syarifuddin mewakili Gubernur H Muhidin menjawab melalui paparan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pelaksanaan Dekonsentrasi yang digelar Kemenhan RI pada Rabu (24/6/2026) di Banjarmasin.

Rakor dipimpin Asisten Deputi Koordinasi Administrasi Wilayah dan Kependudukan, Kementerian Koordinasi Bidang Politik dan Keamanan, Kementerian Keamananan (Kemenhan) RI, Brigjen TNI Kartika Adi Putranta selalu moderator.

Dalam penjelasannya, Sekdaprov mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi Kalsel paham bahwa nilai indikator GWPP dan menuntut evaluasi, terutama pada kebijakan dan mekanisme koordinasi, implementasi program di lapangan, pelaksanaan monitoring dan evaluasi, serta kapasitas kelembagaan perangkat daerah.

Menyikapi masalah ini, Pemprov Kalsel melakukan lima langkah penguatan yakni penguatan koordinasi melalui forum dan pusat daerah yang terstruktur dan berkala.

Integrasi data pembangunan dalam satu data terpadu seluruh perangkat daerah, dan digitalisasi pengendalian melalui platform monitoring secara real-time.

Kemudian, penguatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan yang menyeluruh, dan monitoring dan evaluasi yang kuat dengan penilaian berbasis kinerja. triwulanan

Kelima langkah itu diikat oleh sebuah sistem peringatan dini. alurnya dimulai dari input data realisasi, dilanjutkan pemantauan risiko dan deviasi, kemudian notifikasi dini dan percepatan, hingga bermuara rekomendasi pada pengambilan keputusan yang tepat waktu.

Dengan cara ini, setiap deviasi dapat terdeteksi sebelum berkembang menjadi masalah besar.
Sekdaprov juga menjelasan, sinergi pusat dan daerah justeru telah membuahkan sejumlah capaian. di bidang kesehatan dan pendidikan, akses layanan dasar dan kualitas sumber daya manusia terus meningkat.

Baca Juga :   PROGRAM Tukar Sampah jadi Sembako, Ini Diminta Berkelanjutan

Infrastruktur konektivitas antarwilayah diperluas, dan ketahanan pangan diperkuat melalui optimalisasi lahan pertanian sebagai bagian dari lumbung pangan nasional.

Masalah pengendalian banjir ditangani melalui infrastruktur pengairan dan mitigasi bencana, iklim investasi dan transformasi digital didorong, dan Geopark Meratus dikembangkan sebagai warisan dunia.

Meskipun demikian, tak dipungkiri Sekdaprov Syarifuddin bahwa pelaksanaan dekonsentrasi masih menyimpan sejumlah tantangan. Sinkronisasi kebijakan yang belum rapi kerap menimbulkan keterlambatan implementasi.

Integrasi data antarinstansi masih berbeda-beda, pelaporan yang terlambat memperlambat evaluasi, dan sistem pengendalian belum sepenuhnya mampu menekan deviasi realisasi fisik dan keuangan.

Ditambah koordinasi yang lemah, berpotensi menimbulkan duplikasi program, dan pengawasan belum selalu ditindaklanjuti secara optimal.

Tantangan ini lanjut Sekdaprov Syarifuddin, bersumber dari faktor internal, seperti kompleksitas koordinasi antar-perangkat daerah, perbedaan prioritas pembangunan, keragaman kapasitas sumber daya manusia, dan kualitas data yang belum seragam.

Rakor dihadiri dan ditanggapi Kepala Bidang Administrasi Kewilayahan dan unsur forkopimda Kalsel. Turut hadir pula, pimpinan SKPD lingkup Pemprov atau yang mewakili yakni Dinas Kominfo, Dinas Dukcapil, Bappeda, Dinas PUPR, Inspektorat, BPKAD, dan Biro Pemerintahan dan Otda Sekdaprov Kalsel.(ADV/RW)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

SPIRITUALITAS AGUSTUSAN, Semangat Huma Betang dan Masa Depan Gerakan Sosial Dayak
AKSI TAWURAN di Banjarmasin, Polisi Amankan Lima Remaja
SEMANGAT KEMERDEKAAN, Warga Komplek Joko Griya Pemurus Indah Gelar Sepeda Santai Unik
RIBUAH JEMAAH Hadiri Haul Agung Sultan Suriansyah
POLISI Gagalkan Potensi Amukan, Pria Bawa Kayu dan Pecahan Keramik Diamankan
S, TERSANGKA Penyebab 71 Hektare Lahan Terbakar Ditangkap
KASUS Kecelakaan Maut Tanbu di SP3-kan
BARESKRIM Polri Ungkap Judol Modus Deposit Pulsa Rp890 Miliar

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 22:42

KASUS Kecelakaan Maut Tanbu di SP3-kan

Jumat, 14 Agustus 2026 - 22:30

BARESKRIM Polri Ungkap Judol Modus Deposit Pulsa Rp890 Miliar

Kamis, 13 Agustus 2026 - 23:36

KOBAR Status Tanggap Darurat Karhutla Selama 14 Hari

Kamis, 13 Agustus 2026 - 23:09

OKNUM Kasat Polresta Samarinda Diduga ‘Hamili’ Warga, Ditangani Propam Polda Kaltim

Kamis, 13 Agustus 2026 - 22:47

PETANI Jagung Kobar Gagal Panen-Rugi Ratusan Juta

Kamis, 13 Agustus 2026 - 16:15

KASUS PORNO AI di Banjarmasim, Ada Pejabat Publik jadi Korban

Kamis, 13 Agustus 2026 - 00:01

TAHAP AWAL, Legalitas PLN Diuji di PTUN Banjarmasin

Rabu, 12 Agustus 2026 - 22:47

DUKUNGAN Udara dalam Penanganan Karhutla

Berita Terbaru

Kalsel

RIBUAH JEMAAH Hadiri Haul Agung Sultan Suriansyah

Sabtu, 15 Agu 2026 - 17:37

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca