DITEGASKAN GUBERNUR KALSEL Komitmen Bangun Ekosistem Seni Inklusi

- Penulis

Minggu, 28 Juni 2026 - 18:26

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Peringatan Hari Musik Dunia 2026 digelar di Taman Budaya Kalimantan Selatan, Banjarmasin, Sabtu (27/6/2026) malam (SuarIndonesia/Adv)

Peringatan Hari Musik Dunia 2026 digelar di Taman Budaya Kalimantan Selatan, Banjarmasin, Sabtu (27/6/2026) malam (SuarIndonesia/Adv)

SuarIndonesia – Gubernur Kalsel, H. Muhidin dorong Hari Musik Dunia 2026 jadi Penguat Budaya dan Ekonomi Kreatif Banua.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menegaskan komitmennya dalam memperkuat ekosistem seni dan budaya melalui peringatan Hari Musik Dunia 2026 digelar di Taman Budaya Kalimantan Selatan, Banjarmasin, Sabtu (27/6/2026) malam.

Kegiatan mengusung tema “Muara: Tempat Segala Arus Bertemu”, ini secara resmi dibuka oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Rusma Khazairin, yang mewakili Gubernur Kalsel, H. Muhidin.

Tema tersebut diangkat sebagai simbol pertemuan berbagai budaya, tradisi, dan kreativitas yang menjadi kekuatan dalam membangun identitas budaya sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di Banua.

Rusma menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, komunitas, seniman, dan pihak yang telah berkontribusi menyukseskan penyelenggaraan Hari Musik Dunia 2026.

Menurutnya, musik merupakan bahasa universal yang mampu menyatukan keberagaman.

“Tema Muara mencerminkan karakter Kalimantan Selatan, tempat berbagai budaya, tradisi, dan kreativitas bertemu, saling menguatkan, serta melahirkan karya yang tetap berakar pada jati diri Banua,” ujarnya.

Ia menilai konsep penyelenggaraan tahun ini tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga membuka ruang edukasi, dialog, regenerasi, serta penghormatan kepada para pelaku seni.

Menurutnya, pembangunan kebudayaan yang berkelanjutan hanya dapat terwujud melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.
Sejalan dengan visi Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, “Bekerja Bersama, Merangkul Semua,”.

Ia menegaskan komitmen pemerintah untuk terus memfasilitasi ekosistem seni yang inklusif dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai lokal masyarakat Banjar.

“Semangat tersebut sejalan dengan falsafah Banjar, Banyak sama kibit, sadikit sama culit, yang mengajarkan pentingnya gotong royong dan saling menguatkan dalam memajukan kebudayaan Banua,” katanya.

Ia berharap peringatan Hari Musik Dunia mampu melahirkan lebih banyak ruang kreatif, menjaga kelestarian musik tradisional, serta mendorong musisi lokal agar mampu mengharumkan nama Kalimantan Selatan di tingkat nasional maupun internasional.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Selatan, Abdul Rahim, menegaskan bahwa Hari Musik Dunia bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum penting untuk memperkuat ruang perjumpaan, kolaborasi, dan apresiasi terhadap perjalanan musik di Kalsel.

Menurutnya, tema “Muara” memiliki makna yang sangat relevan dengan karakter daerah yang dikenal sebagai wilayah sungai.

“Sebagaimana sungai-sungai yang mengalir menuju satu muara, musik juga tumbuh dari berbagai latar belakang, tradisi, generasi, dan ekspresi yang berbeda.

Baca Juga :   DIPAPARKAN Gubernur Muhidin di Hadapan Kemenhut, Menkopolkam dan Lembaga Terkait Kesiapan Kalsel Hadapi Karhutla

Semuanya bertemu dalam satu ruang yang saling menguatkan,” ungkap Abdul Rahim.

Ia menambahkan bahwa melalui momentum Hari Musik Dunia, keberagaman dapat bertransformasi menjadi kekuatan, sementara kolaborasi menjadi fondasi utama dalam membangun masa depan kebudayaan.

Rangkaian Hari Musik Dunia 2026 menghadirkan berbagai program yang komprehensif dan inklusif. Selain menampilkan 19 penampil dari berbagai komunitas musik, kegiatan juga diisi dengan ruang edukasi.

Melalui Lab-Batang Banyu: Pandir Series, penyampaian Pesan Hari Musik Dunia oleh maestro Kuriding Mukhlis Maman, serta Tribute Tokoh Musik Banua sebagai bentuk penghormatan kepada para pelaku seni yang telah berjasa.

Menurutnya, perpaduan antara pertunjukan musik, ruang pembelajaran, dan dialog antargenerasi menjadi wujud ekosistem kebudayaan yang sehat.

“Inilah bentuk ekosistem kebudayaan yang sehat, ketika panggung pertunjukan berjalan berdampingan dengan ruang pengetahuan dan apresiasi.

Sebagai institusi yang memiliki mandat dalam pengembangan seni dan budaya, kami berkomitmen untuk terus menjadi rumah bersama bagi para pelaku seni,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa ruang kebudayaan harus selalu terbuka bagi siapa pun untuk berkarya, berdiskusi, bereksperimen, dan berkolaborasi agar ekosistem seni terus hidup dan berkembang.
Nilai luhur masyarakat Banjar, “Banyak sama kibit, sadikit sama culit”.

Menurutnya menjadi pengingat bahwa membangun peradaban kebudayaan tidak dapat dilakukan sendiri, melainkan harus dilandasi semangat gotong royong yang selaras dengan visi Gubernur Kalimantan Selatan, “Bekerja Bersama, Merangkul Semua.”

Melalui peringatan Hari Musik Dunia 2026, Pemerintah Provinsi Kalsel berharap lahir lebih banyak ruang kreatif bagi para musisi, semakin kuatnya kolaborasi antara pemerintah, komunitas dan pelaku seni.

Serta semakin kokohnya ekosistem musik daerah dalam melahirkan karya-karya terbaik dari Banua yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.(ADV/RW)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

DPRD Balangan Desak BWS Kalimantan III Selesaikan Persoalan Banjir
HAJI KASRUN Bahagia Selamat dan Kembali Pulang
RATUSAN TERSANGKA Kasus “3C” hingga Pembunuhan dan Begal Diamankaan Polda Kalsel
FESTIVAL BAMBOO RAFTING HSS Masuk Unggulan KEN 2026
AKSI SALING SERANG Sejumlah Remaja Bersenjata Tajam di Antasan Kecil Barat
ANGGOTA DPR RI Komisi XIII Bekerjasama BPIP Pusat dan Relawan, Sosialisasikan Pancasila di Kalsel
RIBUAN CALON MAHASISWA Ikuti Tes Gelombang I UNISKA MAB
DISERBU WARGA Stan UMKM Gratis dan Pasar Murah, Kapolda Kalsel Pimpin Jalan Santai CFD

Berita Terkait

Senin, 29 Juni 2026 - 22:01

DPRD Balangan Desak BWS Kalimantan III Selesaikan Persoalan Banjir

Senin, 29 Juni 2026 - 21:58

HAJI KASRUN Bahagia Selamat dan Kembali Pulang

Minggu, 28 Juni 2026 - 23:38

FESTIVAL BAMBOO RAFTING HSS Masuk Unggulan KEN 2026

Minggu, 28 Juni 2026 - 23:17

DIGAGALKAN Penyelundupan 325 Kg Sabu-sabu

Minggu, 28 Juni 2026 - 21:29

AKSI SALING SERANG Sejumlah Remaja Bersenjata Tajam di Antasan Kecil Barat

Minggu, 28 Juni 2026 - 21:22

ANGGOTA DPR RI Komisi XIII Bekerjasama BPIP Pusat dan Relawan, Sosialisasikan Pancasila di Kalsel

Minggu, 28 Juni 2026 - 18:26

DITEGASKAN GUBERNUR KALSEL Komitmen Bangun Ekosistem Seni Inklusi

Minggu, 28 Juni 2026 - 17:43

RIBUAN CALON MAHASISWA Ikuti Tes Gelombang I UNISKA MAB

Berita Terbaru

H Kasrun Sahidin Abdullah yang merupakan haji tertua Debarkasi Banjarmasin tahun 1447 H / 2026 M, yakni berusia 101 tahun dan sang anak saat tiba di tanah air pada Kloter 17 di asrama haji di Kota Banjarbaru, Minggu (28/6/2026). (Foto: PPIH Debarkasi Banjarmasin)

Barito Kuala

HAJI KASRUN Bahagia Selamat dan Kembali Pulang

Senin, 29 Jun 2026 - 21:58

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian memberikan keterangan kepada wartawan usai rapat kesiapsiagaan mengantisipasi dampak El Nino di Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta Pusat, Senin (29/6/6/2026). (Foto: Antara/Fianda Sjofjan R)

Nasional

KEPALA DAERAH Diminta Antisipasi Dampak El Nino

Senin, 29 Jun 2026 - 21:56

Foto Ilustrasi Proses pelatihan militer atau Latsarmil SPPI Calon Manajer Koperasi Merah Putih. (Foto: Tangkapan Layar/Dok Penerangan Secapa TNI AD)

Nasional

DIHENTIKAN! Program Latsarmil Peserta SPPI

Senin, 29 Jun 2026 - 21:33

Grafik ilustrasi pertandingan babak 32 besar Piala Dunia 2026 antara Brasil melawan Jepang yang dijadwalkan berlangsung di Stadion NRG, Houston, Texas, Amerika Serikat, Senin (29/6/2026) waktu setempat. (Foto: Infografik Antara/Vintan Rahmadanti)

Internasional

32 BESAR Piala Dunia 2026: Ancelotti Waspadai Kejutan Jepang

Senin, 29 Jun 2026 - 21:22

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca