KRISIS EKONOMI Sri Lanka Kian Memburuk, Terancam hadapi “Kematian Massal !’

- Penulis

Senin, 23 Mei 2022 - 23:10 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – Situasi di Sri Lanka kian mengkhawatirkan menyusul terjadinya krisis ekonomi terbesar sejak negara tersebut merdeka.

Hal tersebut menyebabkan ketersediaan obat-obatan menipis, bahkan sudah pada titik kritis. Hal tersebut dikhawatirkan memicu kematian massal karena banyak rumah sakit terpaksa menunda prosedur penyelamatan nyawa bagi pasien.

Adapun, Sri Lanka mengimpor lebih dari 80% pasokan medisnya tetapi dengan cadangan mata uang asing yang habis karena krisis. Alhasil, obat-obatan penting menghilang dan sistem perawatan kesehatan hampir runtuh.

Di rumah sakit kanker Apeksha dengan 950 tempat tidur di pinggiran ibukota komersial, Kolombo, para dokter dan pasien sudah tak berdaya menghadapi kurangnya pasokan obat-obatan.

“Sangat buruk bagi pasien kanker,” kata Roshan Amaratunga, salah seorang dokter yang bekerja di sana, dikutip dari Reuters, Senin (23/5/2022).

“Kadang-kadang, di pagi hari kami merencanakan beberapa operasi (tetapi) kami mungkin tidak dapat melakukannya pada hari itu … karena (persediaan) tidak ada.”

Menurutnya, jika situasinya tidak segera membaik, beberapa pasien akan menghadapi hukuman mati virtual.

Seorang pejabat pemerintah yang bekerja pada pengadaan pasokan medis mengatakan sekitar 180 jenis obat hampir habis, termasuk suntikan untuk pasien cuci darah, obat untuk pasien yang telah menjalani transplantasi, dan obat kanker tertentu.

Baca Juga :   POLDA KALSEL SITA 172,4 Kilogram Sabu dari Jaringan Antarprovinsi, Ada Termuat di Kemasan Teh China

Pejabat itu, Saman Rathnayake, mengatakan kepada Reuters bahwa India, Jepang, dan donor multilateral membantu menyediakan pasokan, tetapi bisa memakan waktu hingga empat bulan untuk barang tiba.

Sementara itu, Sri Lanka telah meminta donor swasta, baik di dalam maupun luar negeri, untuk membantu.

Seperti diketahui, Sri Lanka sedang bergulat dengan krisis ekonomi terburuk sejak kemerdekaan pada tahun 1948, yang disebabkan oleh Covid-19 yang menghancurkan pariwisata, kenaikan harga minyak, serta pemotongan pajak populis dan larangan impor pupuk kimia.(cnbcindonesia.com/RA)

Sumber

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

GRAND FINAL Nanang – Galuh Kalsel, Ini Deretan Sosok yang Dinobatkan
AMUK API di Permukiman Blok Pasar Lama, Seorang Meninggal Dunia
TENGGELAM Dua Anak Peserta Porsadin Tingkat Provinsi Kalsel, Satu Tak Terselamatkan
DIPROSES Polda Kalsel 12 Korporasi Terkait Karhutla Ada Keterkaitan Saham Asing, 11 Orang Diperiksa
SEJUMLAH RELAWAN BPK Mendapat Voucer BBM Gratis
UNGKAP BELASAN KASUS, Polda Kalsel Tetapkan 18 Tersangka BBM Subsidi hingga Jutaan Rokok Ilegal
HIJAUKAN Lingkungan Lewat “Green Policing”
BAKAR TERPAL Warung Bakso, ABH 12 Tahun Dimediasi Polisi

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:21

KASUS EMPAT PELABUHAN: KPK Periksa Mantan Kepala KSOP Samarinda

Senin, 19 Oktober 2026 - 20:51

PENYEMPROTAN Eco-Enzyme Tekan Polusi Udara

Rabu, 14 Oktober 2026 - 21:13

AKIBAT KARHUTLA, La Jemo Alami Luka Bakar dan Meninggal Dunia

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:16

INDEKS El Nino Kaltim Capai 3,44 Berintensitas Sangat Kuat

Kamis, 8 Oktober 2026 - 21:43

KEMENHUB-KAI Matangkan Kajian Kereta Logistik

Kamis, 8 Oktober 2026 - 21:39

PERSOALAN Tapal Batas Kutai Timur-Berau segera Masuk Meja Kemendagri

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:41

KASUS TTPU: Rita Widyasari Diperiksa KPK 6 Jam Lebih

Rabu, 30 September 2026 - 20:38

WUJUDKAN Swasembada Pangan dan Air Melalui PM-AAS

Berita Terbaru

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dalam penyaluran bantuan pangan di Desa Kwagean, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Minggu (25/10/2026).(Foto: Antara/Asmaul Chusna)

Nasional

BANTUAN BERAS untuk 33,2 Juta Penerima Desil 1

Minggu, 25 Okt 2026 - 20:16

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca