SuarIndonesia – Partisipasi pemilih pada dua periode pilkada dan pemilu terjadi perubahan.
Pada pilkada 2010 partisipasi pemilih 66,6 persen dan terjadi penurunan pada pilkada 2015 menjadi 66,3 persen.
“Partisipasi pemilu 2014 66,5 persen dan meningkat drastis pada pemilu 2019 menjadi 80 persen,” ujar Edy Ariansyah, Kamis (26/11/2020).
Menurut Edy, dari tren partisipasi pemilih tersebut maka pihaknya optimis bisa meraih 79 persen pada Pilkada Kalsel 2020.
Selain berkaca pada tren partisipasi pemilu dan pilkada sebelumnya, KPU Kalsel, juga gencar melaksanakan sosialisasi dan pendidikan pemilih.
“Kami juga melaksanakan sekolah pintar pemilih yang pertama kali dilaksanakan di Kalsel bagian dari pendidikan pemilih.
Pada pelaksanaan teregister 800 pemilih representasi usia antara 17 sampai 30 tahun. Tiap kabupaten kota masing-masing 70 orang,” kata Edy.
Begitupula dengan sosialisasi yang dilaksanakan KPU memanfaatkan semua jenis media.
Baik media massa, media luar ruang, hingga media sosial guna meningkatkan partisipasi pemilih.
“Media sosial kita maksimal untuk meningkatkan informasi publik berkaitan pemilihan.
Tugas kampus memberikan informasi kepada peserta pemilihan agar tidak menimbulkan informasi yang bias,” urainya.(RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















