KOPDES akan Penuhi Gudang Bulog dengan Produk Pangan Lokal

- Penulis

Senin, 20 Oktober 2025 - 23:52

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PMenteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono memberikan keterangan dalam Musyawarah Dewan Koperasi Indonesia tingkat wilayah (Dekopinwil) Jawa Barat tahun 2025, di Gedung Sate Bandung, Jawa Barat, Senin (20/10/2025). (ANTARA/Ricky Prayoga)

PMenteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono memberikan keterangan dalam Musyawarah Dewan Koperasi Indonesia tingkat wilayah (Dekopinwil) Jawa Barat tahun 2025, di Gedung Sate Bandung, Jawa Barat, Senin (20/10/2025). (ANTARA/Ricky Prayoga)

SuarIndonesia — Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengatakan gudang-gudang Bulog di seluruh Indonesia akan dipenuhi dengan produk pangan lokal melalui peran aktif Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih.

Program yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto ini telah membentuk 80.081 koperasi desa dalam satu tahun masa pemerintahan, sebagai bagian dari komitmen mewujudkan Astacita dan kedaulatan pangan nasional.

Ferry, dalam keterangan pers Kemkomdigi di Jakarta, Senin (20/10/2025), menyatakan bahwa Kopdes Merah Putih dirancang tidak hanya untuk menjual kebutuhan pokok, tetapi juga pengumpul hasil pangan lokal seperti gabah, beras, sayuran, buah dan produk pertanian lainnya.

Produk-produk tersebut akan dipasarkan secara efisien dan diarahkan untuk mengisi gudang Bulog dengan komoditas dalam negeri.

“Koperasi akan menjadi pengumpul hasil pangan lokal. Gabah, beras, sayuran, buah dan produk pertanian lainnya dapat dikumpulkan dan dipasarkan dengan lebih efisien. Ini akan memenuhi Gudang Bulog dengan produk dalam negeri,” ujar Ferry.

Ferry menyebut sebanyak 80.081 koperasi telah memiliki legalitas penuh, dan lebih dari 65 persen di antaranya telah memasuki fase operasional aktif di berbagai sektor, mulai dari distribusi kebutuhan pokok, pengelolaan hasil pertanian, hingga layanan kesehatan desa.

Ia menyebut sebagian besar koperasi telah membuka gerai desa dan gudang distribusi, berfungsi sebagai penyalur bahan kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, pupuk bersubsidi, serta LPG 3 kilogram.

Selain itu, 20.000 koperasi kini juga berperan sebagai offtaker hasil produksi petani dan nelayan, memasarkan produk pertanian dan perikanan ke pasar regional dan nasional.

“Koperasi ini bukan sekadar toko kelontong. Mereka akan dilengkapi teknologi untuk meningkatkan kualitas produk, seperti mesin pengering gabah untuk padi atau control atmosphere storage untuk sayuran dan buah-buahan,” tutur Ferry dilansir dari AntaraNews.

Tak hanya itu, program ini juga diproyeksikan dapat menciptakan lapangan kerja yang signifikan.

Baca Juga :   BULOG Dapat Tambahan Anggaran Rp5 Triliun Bangun 100 Gudang

Ferry menyebut setiap koperasi akan membutuhkan pengawas, pengurus dan pengelola sekitar 10 hingga 20 orang. Dengan jumlah 80.081 koperasi maka sekitar 1,6 juta orang akan terlibat dalam kegiatan produktif di pedesaan.

“Ini adalah strategi untuk menghentikan urbanisasi masif. Ketika desa memiliki lapangan kerja, masyarakat tidak perlu berbondong-bondong ke kota menjadi pekerja sektor informal,” ujarnya.

Untuk memastikan pengelolaan yang transparan dan profesional, Kementerian Koperasi menggandeng Kejaksaan Agung melalui aplikasi Jaga Desa. Kemenkop juga telah menyiapkan 8.000 asisten bisnis dan modul pelatihan bagi pengurus koperasi untuk memastikan setiap koperasi memahami model bisnis yang diterapkan.

Ferry mengakui bahwa implementasi program ini memerlukan waktu dan kesabaran. Sejumlah tantangan teknis seperti tingkat literasi digital masyarakat desa yang masih rendah perlu diatasi secara bertahap.

Namun, dia optimistis dalam satu hingga dua tahun ke depan, manfaat dari program ini akan mulai terlihat nyata. Desa akan memiliki aset baru, masyarakat akan mendapat penghasilan tambahan, dan pertumbuhan ekonomi akan terdistribusi lebih merata.

“Ini adalah kesempatan sejarah untuk menyelesaikan masalah mendasar desa setelah 80 tahun merdeka,” kata dia. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

SNBT 2026: 256.369 Peserta Lulus
PUNCAK HAJI: Pemerintah Siagakan Pos Kesehatan di Arafah dan Mina
KASUS K3: JPU Tuntut Eks Wamenaker Noel 5 Tahun Penjara
KEMENHUT Tahan Tersangka Penyelundup 3 Ton Sisik Trenggiling
BGN Tangguhkan 1.152 SPPG Wujud tak Ada Kompromi untuk Standar MBG
JEMAAH Diimbau Siapkan Stamina Hadapi Rute Mina ke Jamarat
SEMBILAN WNI Korban Penahanan Israel Kembali ke Tanah Air
BANUA QRIStival 2026, Siring 0 Km jadi Kawasan Wisata Digital

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 23:16

KASUS Eks Bupati Kukar Berlanjut, Pejabat Kemenkeu Dipanggil KPK Jadi Saksi

Senin, 25 Mei 2026 - 23:09

DUA GADIS Asal Medan Diamankan, Diduga akan Dijual ke China

Senin, 25 Mei 2026 - 23:02

KASUS K3: JPU Tuntut Eks Wamenaker Noel 5 Tahun Penjara

Senin, 25 Mei 2026 - 22:48

DUA IKON Daerah di Kalteng Ditetapkan jadi Kawasan Berbasis KI

Senin, 25 Mei 2026 - 14:44

AKSI SADIS Seorang Paman Habisi Bocah Ponakannya hingga Bacok Ibu Korban dan Warga

Minggu, 24 Mei 2026 - 21:50

LAHAN JADI TAMBANG, Warga Adat Barut Ajukan Banding ke PTUN-MA

Minggu, 24 Mei 2026 - 21:42

PECATAN Polisi Bawa Kabur Mobil

Minggu, 24 Mei 2026 - 21:33

3 PROVINSI di Kalimantan Rawan Karhutla

Berita Terbaru

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto (tengah) dan Ketua Umum Tim Penanggung Jawab Panitia SNPMB Tahun 2026 Eduart Wolok (kiri) dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (25/5/2026). (Foto: Antara/Sean Filo M)

Headline

SNBT 2026: 256.369 Peserta Lulus

Selasa, 26 Mei 2026 - 00:28

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca