KONDISI TANAMAN di RTH Embung Lok Udat, Kadishut : Tanaman Mati, Pasti Diganti

KONDISI TANAMAN di RTH Embung Lok Udat, Kadishut : Tanaman Mati, Pasti Diganti

Suarindonesia– Akibat cuaca panas dan sedikitnya intensitas hujan, menyebabkan tanaman dengan jenis Belangeran, Ramin dan Gemor di kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Embung Lok Udat Kota Banjarbaru sebagian terlihat meranggas.

Tanaman tersebut sebelumnya ditanam Pj.Gubernur Kalimantan Selatan, Safrizal ZA serta Dirjen PDAS HL Kemen LHK, Helmi Basalamah dan beberapa pejabat Forkopimda tersebut ditanam pada rangkaian kegiatan Kick Off RHL APBN dan Penanaman Serentak Satu Juta Pohon Se-Kalimantan Selatan awal April lalu.

Sebagian tanaman masih banyak yang hidup, meski sebagian dalam keadaan mati.

Plt Kadishut Kalsel, Hj.Fathimatuzzahra, menjelaskan tanaman yang berada di RTH tersebut sebelumnya sudah dikoordinasikan dengan dinas yang menangani lingkungan hidup di Kota Banjarbaru untuk pemeliharaan.

Namun secara tertulis bersurat bahwa mereka menyatakan tidak sanggup melakukan pemeliharaan dikarenakan tidak adanya sarana penunjang yang dimiliki untuk melakukan kegiatan penyiraman di lokasi tersebut.

Mengatasi hal tersebut, Dinas Kehutanan akan bertanggung jawab sepenuhnya terhadap keberhasilan tumbuh tanaman dengan tetap melakukan pemeliharaan hingga tanaman tumbuh subur.

“Seluruh tanaman yang adanakan terus kami lakukan pemeliharaan, dan tanaman yang mati akan diganti,” ujar wanita yang akrab disapa Aya ini.

Pemeliharaan tanaman bukan merupakan hal yang sulit, tapi memang perlu kesungguhan dan peran serta semua pihak. Hal tersebut dapat dilihat secara langsung di wilayah Perkantoran Pemprov Kalsel, semua tanaman tumbuh subur dan tinggi.

Membutkitkan bahwa pemeliharaan tanaman terus dilakukan secara berkala dan baik.(RW)

 254 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: