KOMET Setan Muncul saat Gerhana Matahari Jelang Lebaran!

- Penulis

Jumat, 29 Maret 2024 - 23:05

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar terbaru Vallestad, yang diambil dari Norwegia, memberikan gambaran lebih detail tentang Pons-Brooks saat benda luar angkasa itu bergerak mendekat ke Matahari. [Foto: Devil Comet/Jan Erik Vallestad]

Gambar terbaru Vallestad, yang diambil dari Norwegia, memberikan gambaran lebih detail tentang Pons-Brooks saat benda luar angkasa itu bergerak mendekat ke Matahari. [Foto: Devil Comet/Jan Erik Vallestad]

SuarIndonesia — Gerhana Matahari Total dijadwalkan muncul pada 8 April 2024 mendatang, atau menjelang perayaan Idulfitri. Sayangnya, fenomena tersebut tak bisa disaksikan di Indonesia.

Bersamaan dengan Gerhana Matahari Total, ternyata akan tampak pula ‘komet setan’ atau ‘devil comet‘ berukuran raksasa setara Mahnattan.

Mengutip CNBCIndonesia, gambar terbaru komet setan dibeberkan astrofotografer Jan Erik Vallestad. Gambar tersebut menunjukkan raksasa bola es bersembunyi pada lingkaran gas spiral berwarna merah, hijau, dan biru, di sekitar inti es.

Spiralnya yang tampak seperti simbol yin-yang, disebabkan oleh arus komet yang disebut cryomagma. Arus tersebut berputar dan membentuk rotasi penuh dalam dua pekan.

Fenomena ini bisa dilihat dengan mata telanjang mulai akhir Maret ini hingga sekitar 8 April mendatang, atau bersamaan dengan Gerhana Matahari Total. Area pengamatan akan tampak di jalur Maine hingga Texas jika langit malam bersih pada waktu itu.

Penamaan komet setan dibuat pada akhir tahun lalu, ketika sebuah foto yang ditangkap astrografer menunjukkan semburan api yang mirip bentuk tanduk.

Komet tersebut sejatinya bernama 12P/Pons-Brooks ini dikenal sebagai ‘komet setan’. Gambar terbaru Vallestad, yang diambil dari Norwegia, memberikan gambaran lebih detail tentang Pons-Brooks saat benda luar angkasa itu bergerak mendekat ke Matahari.

Dia menjelaskan bahwa sebagian besar astronom berfokus pada ekor komet, yang bertambah panjang setiap malam. Namun, Vallestad memutuskan untuk fokus pada inti komet.

“Saya hanya fokus pada inti komet, mengabaikan hampir semua hal lainnya. Banyak astronom percaya ledakan komet adalah tanda aktivitas kriovolkanik. Jadi ini mungkin menjadi bukti lebih lanjut mengenai hal tersebut,” kata Vallestad, dikutip dari Daily Mail, Rabu (27/3/2024) lalu.

Baca Juga :   TERCATAT 29 Titik di Kawasan Handil Bakti, Kabel Fiber Optik Semrawut

Komet setan memiliki lebar 16 km. Kobaran apinya menyerupai gunung merapi yang menciptakan sinar 100 kali lebih terang dari biasanya ketika mendekat Matahari.

Pons-Brooks saat ini hanya bisa dilihat dengan teleskop, teropong, atau melalui foto eksposur panjang menuju konstelasi Pisces di sore hari.

Dalam beberapa minggu mendatang, komet setan akan bergeser ke arah konstelasi Aries. Saat menyala, komet setan akan menjadi sangat terang sehingga dapat dilihat tanpa teleskop.

“Peningkatan kecerahan komet setan mungkin disebabkan oleh es yang merasakan hangatnya Matahari untuk pertama kalinya, lalu berubah menjadi fase gas dan keluar dari inti, menyeret debu atau es lain bersamanya,” kata Lori Feaga, profesor yang mempelajari komet di University of Maryland.

Pons-Brooks pertama kali ditemukan astronom Prancis Jean-Louis Pons pada tahun 1812 dan pada tahun 1883 oleh William Brooks. Namun, beberapa astronom mengatakan ada bukti bahwa komet tersebut terlihat sejak tahun 1385.

Komet ini terakhir kali terlihat 71 tahun yang lalu. Saat itu, komet setan melakukan perjalanan dekat dengan Matahari dan akan terlihat di Belahan Bumi Utara. [*/UT]

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

DI ERA DIGITAL, Alpiya Rakhman Tekankan Perlindungan Anak
KOMDIGI Larang Anak di Bawah 16 Tahun Miliki Akun Medsos
BANK INDONESIA “Kick-Off” Festival ANTASARI 2026, Targetkan Kalsel jadi Pusat Ekonomi Digital
KEMKOMDIGI Siapkan Registrasi SIM Biometrik
SEORANG SISWI SMA di Banjar Diancam- Diperas Modus Konten Asusila di Instagram, Pelaku Diburu Ditreskrimsus Polda Kalsel
ANUGERAH KETERBUKAAN Informasi 2025, Pemprov Kalsel Tegaskan Komitmen Transparansi
DISLUTKAN KALSEL Raih Penghargaan Kategori Informatif pada Anugerah Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2025
BALANGAN Kembali Raih Predikat Kabupaten Terinovatif IGA 2025 dengan IID Tertinggi Nasional

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 00:21

TIM SAR Gabungan Masih “Berjibaku” Pencarian Remaja Tenggelam di Sungai Martapura

Jumat, 17 April 2026 - 21:52

4 KORBAN Heli PK-CFX Teridentifikasi, Sisanya Tunggu Data Keluarga

Kamis, 16 April 2026 - 20:51

KEJAGUNG Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto Tersangka Korupsi Nikel

Kamis, 16 April 2026 - 20:41

TANGANI KBGO, Kemkomdigi Ketatkan Pengawasan Platform Digital

Kamis, 16 April 2026 - 19:45

LULUSAN SR Dijanjikan Beasiwa dan Peluang Kerja

Kamis, 16 April 2026 - 19:41

KERIBUTAN di Depan Tempat Gym, Seorang Pria Keluarkan “Pistol”

Kamis, 16 April 2026 - 19:17

20 PERSONEL Tim SAR Dikerahkan Cari Helikopter Hilang di Sekadau

Rabu, 15 April 2026 - 21:24

MENHAJ: Kesiapan Layanan Haji Indonesia Sudah Hampir Selesai

Berita Terbaru

Kapal tanker berlayar di Teluk, dekat Selat Hormuz di tengah perang Iran vs AS-Israel. (REUTERS/Stringer)

Internasional

IRAN: Selat Hormuz Dibuka Penuh Selama Gencatan Senjata

Jumat, 17 Apr 2026 - 22:18

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca