KEKERASAN PEREMPUAN dan Anak, Baru 6 Bulan Sudah 55 Laporan Masuk ke DP3A

- Penulis

Jumat, 23 Juli 2021 - 20:14

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – Setiap tahunnya, kasus kekerasan terhadap perempuan di Kota Banjarmasin terus mengalami peningkatan. Kondisi serupa juga terjadi pada kasus kekerasan terhadap anak.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Banjarmasin, Iwan Fitriadi membeberkan, per Juli 2021, sudah ada 55 laporan yang masuk ke Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Banjarmasin .

“Jumlah ini kemungkinan besar akan terus bertambah. Karena di tahun 2020 kemarin kami hanya menangani 77 kasus dalam setahun,” ungkapnya saat ditemui awak media di lobi gedung Balai Kota, Jumat (23/07/2021) siang.

Di samping itu, kasus yang ditangani pihaknya tidak hanya dalam bentuk kekerasan fisik saja, namun juga kekerasan seksual yang dialami perempuan dan anak di Ibukota Provinsi Kalimantan Selatan ini.

Kendati demikian, ia menyebut kondisi sekarang ini lumrah terjadi, baik di Banjarmasin maupun di daerah lain. Ditambah dengan keadaan yang serba sulit di masa pandemi saat ini.

“Jika dibandingkan dengan masa pandemi sekarang dengan sebelum pandemi, kasus kekerasan terhadap anak di seluruh indonesia terus meningkat.”

Lantas apa yang menyebabkan kondisi ini sampai terjadi di Banjarmasin?

Terkait hal itu, Iwan masih menyebutkan alasan klasik, yakni faktor ekonomi yang menjadi penyebab meningkatnya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Banjarmasin.

“Ya seperti yang sudah diketahui, banyak orangtua yang kehilangan pekerjaan akibat pandemi. Jadi faktor ekonomi ini yang dijadikan alasan oleh sebagian besar kasus yang kita tangani,” ujarnya.

Iwan mengibaratkan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kota Banjarmasin ini seperti fenomena gunung es.

“Karena laporan yang masuk ke kita tidak menggambarkan kondisi sebenarnya. Misalnya yang masuk ke kita sekitar 10, yang terjadi di masyarakat bisa jauh lebih dari itu, tetapi tidak dilaporkan,” imbuhnya.

Baca Juga :   PENDUDUK Usia Kerja di Kalsel, Agustus 2024 Sebanyak 3,16 Juta

Hal tersebut terjadi karena kekerasan perempuan dan anak, baik fisik maupun seksual masih dianggap tabu dan malu untuk melaporkannya ke P2TP2A Kota Banjarmasin.

“Itu sisi negatifnya. Tapi ada sisi positif, masyarakat makin percaya dan peduli dengan kesehatan anak saat laporan yang masuk ke kita semakin bertambah banyak,” ujarnya.

Disamping itu, Iwan mengklaim bahwa pihaknya sudah menyelesaikan seluruh laporan yang masuk, yang secara umum diselesaikan secara kekeluargaan dan hukum pidana.

“Kota tetap mengutamakan mediasi untuk penyelesaian. Tapi kalau tak bisa menemukan jalan keluar, otomatis kasusnya diambil alih penegak hukum,” ungkapnya.

Kemudian, Iwan juga mengaku ingin menghapus dua anggapan yang masih melekat kuat di masyarakat terkait kasus kekerasan perempuan dan anak ini.

Yani menghapus budaya enggan melapor jadi fokus P2TP2A saat ini. Karena tak dipungkiri masih banyak warga yang menganggap kasus kekerasan adalah sebuah aib keluarga.

Selain itu pihaknya juga ingin menghilangkan pola berpikir yang tak ingin mencampuri urusan orang lain ketika terjadi kekerasan.

“Misalnya ada tetangga yang sering memukul anaknya, tapi kita tidak ada rasa peduli karena dipandang sebagai aib keluarga. Itu anggapan yang harus kita hapus,” tuksnga.

Iwan berharap pandemi kali ini membuat perayaan Hari Anak Nasional lebih bermakna bagi setiap keluarga. Karena, semakin sering berkumpul di rumah karena ada pembatasan kegiatan, semakin paham dengan kebutuhan keluarga, terutama anak.

“Untuk anak-anak kita harap jangan sampai lemah karena ada pembatasan untuk pembelajaran di sekolah, mereka harus tetap riang walaupun hanya bisa belajar di rumah,” harapnya. (SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

PERJUANGAN PERSIT Kartika Chandra Kirana Merawat Budaya Banjar, “Tajam seperti Todak, Teguh seperti Budaya”
AKSI SOLIDARITAS dan Seruan Hapus Outsourcing, Warnai May Day di Mapolresta Banjarmasin
KPU PALANGKA RAYA Digeledah Terkait Dana Hibah Pilkada 2023-2024
1.079 JCH Embarkasi Banjarmasin Tiba di Madinah
KALSEL Kembangkan Porang 127 Hektare untuk Diversifikasi Pangan
KPK Paparkan Modus-modus Korupsi di Daerah
KEMENKUM Siapkan Paralegal Perkuat Keadilan Posbankum di Desa
PRAKTIK KENDARAAN Bermuatan Berlebih “Menjadi Momok”,. Ditlantas Polda Kalsel Perkuat Sinergi Stakeholder

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 17:27

PERJUANGAN PERSIT Kartika Chandra Kirana Merawat Budaya Banjar, “Tajam seperti Todak, Teguh seperti Budaya”

Rabu, 29 April 2026 - 16:53

AKSI SOLIDARITAS dan Seruan Hapus Outsourcing, Warnai May Day di Mapolresta Banjarmasin

Selasa, 28 April 2026 - 23:11

KALSEL Kembangkan Porang 127 Hektare untuk Diversifikasi Pangan

Selasa, 28 April 2026 - 17:24

PRAKTIK KENDARAAN Bermuatan Berlebih “Menjadi Momok”,. Ditlantas Polda Kalsel Perkuat Sinergi Stakeholder

Selasa, 28 April 2026 - 17:11

DIPRIORITASKAN Legislator Balangan Infrastruktur Juai dan Halong

Selasa, 28 April 2026 - 17:11

SEILI, Terdakwa yang Habisi Nyawa Mahasiswi ULM Dituntut 14 Tahun Penjara

Selasa, 28 April 2026 - 16:50

RENOVASI AKSES VITAL Jembatan 1 Juli Kelayan Digagas Polresta Banjarmasin bersama Pemko

Selasa, 28 April 2026 - 01:01

WALI KOTA BANJARMASIN “Angkat Bicara” atas Penetapan Tersangka Kasus Sewa Sewa Komputer Jaringan

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca