KEJATI KALSEL “Ikuti Arah” Terpidana Mati yang Upaya Banding

KEJATI KALSEL “Ikuti Arah” Terpidana Mati yang Upaya Banding

SuarIndonesia – Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan (Kejati Kalsel) “ikuti arah” terpidana narkotika yang divonis mati.

Iru setelah empat tersakwa sabu 300 kilogram, yang upaya banding atas vonis hakim di Pengadilan Negeri (PN) Banjarmasin, beberapa waktu lalu.

pendirian Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Banjarmasin, Aris Bawono Langgeng SH MH, Ttak bergeming, dan sesuai tuntutan JPU (Jaksa Penuntut Umum), Jainah, terhadap empat terdakwa perkara pembawa 300 kg (kilogram) narkotika jenis sabu-sabu, pada Kamis (25/3/2021) silam.

Keempat terdakwa yaitu Sutriyanto alias Tri (31), Anggi Yuvi Ariesta alias Anggi (25), M Rizky Ramadhani alias Dani (24) dan Andika Prasetyanto alias Dika (28).

Pemberitahuan terkait diajukannya permohonan banding oleh keempat terdakwa juga sudah diterima oleh pihak Kejati Kalsel.

“Iya kami sudah terima pemberitahuannya, keempat terdakwa mengajukan banding tanggal 30 Maret,” kata Kasi TP Narkotika dan Zat Adiktif Lainnya di Kejati Kalsel, Arri H D Wokas kepada wartawan.

Menyikapi hal ini, Kejati Kalsel melalui Jaksa Penuntut Umum (JPU) kata Arri juga akan mengajukan banding meskipun putusan Majelis PN Banjarmasin sudah sesuai dengan tuntutan yang disampaikan.

Langkah ini menurut Arri sebagai upaya antisipasi jika ternyata banding yang diajukan terdakwa kembali ditolak di Pengadilan Tinggi dan terdakwa mengajukan kasasi.

“Karena itu, ketentuannya kita juga harus banding. Karena nantinya kalau jaksa tidak banding saat ini dan ternyata terdakwa kasasi, jaksa tidak bisa mengajukan kasasi nanti. Jadi sebagai langkah antisipasi,” ujarnya lagi.

Kejati Kalsel sesuai dengan perintah Kejaksaan Agung RI kata Arri tetap berkomitmen agar para pelaku tindak pidana narkotika mendapat hukuman yang setimpal.

“Tentu dituntutkan hukuman maksimal, karena dengan 300 kilogram, ini misalnya dibagi paket hemat dampaknya bisa sangat luas,” tambah Arri.

Sebelumnya, salah satu kuasa hukum keempat terdakwa yaitu Arbain menegaskan memang akan mengajuan banding ke PT Banjarmasin.

“Tindak pidana ini di Kaltim, di Kabupaten Bulungan. Jelas dalam persidangan terungkap sesuai fakta persidangan.

Penyidik yang melakukan penangkapan membenarkan bahwa penangkapan di Kabupaten Bulungan yang bukan kewenangan PN Banjarmasin untuk mengadilinya,” kata Arbain pada waktu itu. (ZI)

 

 97 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: