SuarIndonesia – Setelah beberapa tahun kemarin di Kalsel menjalani musim kemarau basah menyebabkan tumbuhan lahan gambut semakin subur.
Karena itu, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tahun ini diprediksi meningkat.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel, mulai bersiap. Peralatan penanganan karhutla sudah diperiksa dan dipersiapkan.
Plh. Kepala Pelaksana BPBD Kalsel, Bambang Dedi, Rabu (12/4/2023), menyatakan sudah ada beberapa titik panas yang muncul, meski saat ini Kalsel masih dalam masa pancaroba.
“Seperti di wilayah Banua Anam, sekitar Bandara Internasional Syamsudin Noor, dan Batibati,” kata pria yang difinitif menjabat Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana ini.
Bambang memperkirakan, karhutla di tahun ini akan lebih sering terjadi dibanding tahun sebelumnya.
Hal itu melihat dari tiga tahun terakhir, Kalsel lebih banyak mengalami musim penghujan, sehingga lahan rawa menjadi subur dengan tanaman rawan terbakar.
Pihaknya sudah melakukan persiapan penanganan. Mulai dari pengecekan sarana-prasarana hingga peningkatan koordinasi dengan dinas dan instansi terkait.
Dengan Dinas PUPR misalnya. Bambang mengaku, bekerja sama membangun saluran air di sekitar wilayah bandara yang dilengkapi dengan sistem penutup saluran.
“Jadi kalau tidak terjadi hujan selama beberapa hari, kita buka penutup salurannya agar rawa di wilayah itu tidak mengering,” tandasnya.(RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















