KALTENG Berkomitmen Sukseskan Perluasan Tanam Padi 64.326 Hektare

- Penulis

Kamis, 4 Juli 2024 - 20:11

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Salah satu kawasan pertanian di Kabupaten Pulang Pisau Kalimantan Tengah. [ANTARA/Dokumentasi/Muhammad Arif H]

Salah satu kawasan pertanian di Kabupaten Pulang Pisau Kalimantan Tengah. [ANTARA/Dokumentasi/Muhammad Arif H]

SuarIndonesia — Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah memastikan siap mendukung sekaligus berkomitmen menyukseskan perluasan areal tanam padi yang diprogramkan pemerintah pusat di daerah setempat yakni 64.326 hektare.

“Langkah yang dilakukan untuk menyukseskan perluasan areal tanam tersebut dengan mengomunikasikan ke berbagai pihak terkait kendala yang mungkin ditemukan di lapangan,” kata Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kalteng Sri Widanarni di Palangka Raya, Kamis (4/7/2024).

Dikutip dari AntaraNews, ia mengatakan, salah satu langkah adalah mengantisipasi berkurangnya curah hujan dan berpotensi terjadi kekeringan akibat El Nino. Hal ini mengacu pada prediksi dari Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) pada 2024.

Dia menjabarkan, perluasan areal tanam baru 64.326 hektare tersebut tersebar di 10 kabupaten, meliputi Kotawaringin Timur 4.217 hektare, Kapuas 38.503 hektare, Pulang Pisau 12.079 hektare, Katingan 4.842 hektare, Barito Selatan 500 hektare, Barito Utara 350 hektare, Barito Timur 1.500 hektare, Kotawaringin Barat 145 hektare, Seruyan seluas 2.073 hektare, serta Gunung Mas 117 hektare.

Baca Juga :   PEDAGANG SAYUR Edarkan Sabu Diringkus Polda Kalteng

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (TPHP) Kalteng Sunarti mengatakan upaya merealisasikan program perluasan areal tanam dilakukan melalui tiga kegiatan.

“Tiga kegiatan itu adalah upaya khusus optimalisasi lahan rawa, pompanisasi, serta padi sisip/tusip antara tanaman perkebunan dengan padi gogo,” ujarnya.

Perluasan areal tanam seluas 64.326 hektare itu masuk ke dalam kegiatan upaya khusus optimalisasi lahan rawa (Opla). Sunarti juga membenarkan pihaknya telah melakukan rapat upaya mempercepat dan mengevaluasi rencana merealisasikan program perluasan areal tanam tersebut.

“Kabupaten yang menjadi lokasi perlu melakukan percepatan realisasi program perluasan areal tanam itu, akan dilakukan sebelum puncak musim kemarau yang diprediksi terjadi di bulan Agustus 2024 oleh BMKG,” jelasnya. [*/UT]

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

LIMA ORANGUTAN Dilepasliarkan ke Hutan Kalimantan
PERTAMINA KALSEL Sanksi Tutup Operasional SPBU “Nakal” Jalan Pramuka, dari Awal Tahun Dilayangkan 15 Surat Peringatan di Lokasi Lain
DIPERMASALAHKAN PROGRAM MBG dan Kenaikan BBM, di Kalsel Massa Kecam Kebijakan Disuarakan di DPRD
JEMAAH HAJI Kloter 08 Kalsel-Kalteng Tiba
POTENSI Karhutla dan Atasi Distribusi BBM, Ini Langkah Telah Dilakukan Polda Kalsel
KALSEL WASPADA, Telah Muncul Ribuan Titik Panas
ADHYAKSA FC Berpeluang Bermarkas di Palangka Raya
PELAJAR TEWAS Terjatuh dari Menara Masjid

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 22:00

DIPAPARKAN Gubernur Muhidin di Hadapan Kemenhut, Menkopolkam dan Lembaga Terkait Kesiapan Kalsel Hadapi Karhutla

Jumat, 19 Juni 2026 - 01:10

KASUS MBG: Ketua Yayasan Indonesia Food Security Review Jadi Tersangka

Kamis, 18 Juni 2026 - 21:18

DIAPRESIASI Pemprov Kalsel Kinerja Aparat Kepolisian

Kamis, 18 Juni 2026 - 20:04

KASUS MBG, KPK: Sementara tidak Dilanjutkan Penyelidikan

Kamis, 18 Juni 2026 - 19:57

KPK: Terjadi Dugaan Pemerasan di Kanim pada Sejumlah Daerah

Kamis, 18 Juni 2026 - 19:48

DATA SENSUS EKONOMI Bukan untuk Kepentingan Pajak

Kamis, 18 Juni 2026 - 19:43

GERAKAN 7 KAIH Perkuat Pendidikan Karakter Murid SPNF

Kamis, 18 Juni 2026 - 19:36

DIPERCEPAT Hilirisasi Perkebunan Rakyat 870 Ribu Hektare

Berita Terbaru

Banjir yang terjadi di Kabupaten Sanggau beberapa waktu lalu. (Foto: Dok Antara/Rendra Oxtora)

Kalbar

BPBD KALBAR: Waspadai Banjir saat Kemarau

Jumat, 19 Jun 2026 - 23:30

Petugas melepasliarkan orangutan di Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya. (Foto: Yayasan BOS)

Kalteng

LIMA ORANGUTAN Dilepasliarkan ke Hutan Kalimantan

Jumat, 19 Jun 2026 - 23:23

BPDLH dan Tim Norwegia bersama Dishut Kalsel saat mengevaluasi pelaksanaan rehabilitasi hutan dan lahan program FOLU Net Sink 2030 di Desa Pasar Batu, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, Kamis (18/6/2026). (Foto: Dishut Kalsel)

HST

BPDLH-TIM PMU NC Evaluasi RHL FOLU Net Sink

Jumat, 19 Jun 2026 - 23:15

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca