SuarIndonesia – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selimuti Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Kepedulian terhadap kesehatan masyarakat ditunjukkan Barisan Relawan Kebakaran (Balakar) 654 Banjarmasin.
Sebanyak 15.350 lembar masker dibagikan kepada warga di sejumlah kawasan pusat Kota Banjarmasin, Minggu (18/10/2026).
Aksi sosial tersebut menyasar masyarakat yang beraktivitas di kawasan Car Free Day (CFD), sepanjang Jalan Sudirman hingga kawasan Menara Pandang Banjarmasin.
Ketua Umum Balakar 654 Banjarmasin, HM Faisal Hariyadi, mengatakan pembagian masker ini merupakan bentuk kepedulian relawan terhadap masyarakat yang harus beraktivitas di tengah kondisi udara yang terdampak kabut asap.
“Total ada 15.350 lembar masker yang kami bagikan. Ini merupakan bentuk kepedulian kami agar masyarakat bisa lebih terlindungi saat beraktivitas di tengah kabut asap,” tutur Faisal.
Menariknya, ribuan masker tersebut berhasil dikumpulkan dalam waktu kurang dari lima jam melalui donasi yang awalnya hanya beredar dari mulut ke mulut di kalangan relawan pemadam kebakaran.
Gerakan tersebut ternyata mendapat sambutan luas. Bantuan datang dari berbagai kalangan, mulai dari masyarakat umum, pemadam kebakaran swasta, politisi, pegawai PDAM, pelaku usaha, hingga perkumpulan warga Banua yang berdomisili di wilayah Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi (Jabotabek).
Faisal mengaku terharu melihat besarnya dukungan yang diberikan berbagai pihak untuk membantu masyarakat Banjarmasin menghadapi dampak kabut asap.
“Awalnya donasi ini hanya kami sampaikan secara sederhana di kalangan relawan. Namun, ternyata banyak pihak yang ikut peduli. Dalam waktu kurang dari lima jam, lebih dari 15 ribu masker berhasil terkumpul,” katanya.
Menurut Faisal, kepedulian relawan pemadam kebakaran tidak hanya diwujudkan melalui keterlibatan dalam penanganan kebakaran, tetapi juga dengan membantu masyarakat menghadapi dampak yang ditimbulkan bencana tersebut.
Melalui aksi ini, Balakar 654 berharap masyarakat semakin menyadari pentingnya menjaga kesehatan saat kualitas udara menurun. Meski demikian, penggunaan masker tetap perlu disertai upaya mengurangi paparan asap, terutama bagi kelompok rentan.
Faisal juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam pengumpulan dan pembagian masker tersebut.
Ia berharap kondisi kabut asap di Banjarmasin segera membaik dan kebakaran hutan serta lahan dapat segera ditangani sehingga masyarakat kembali bisa beraktivitas dengan nyaman.
“Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu. Semoga kepedulian ini bermanfaat bagi masyarakat dan bencana karhutla segera berakhir,” tambah Faisal.(*/YI)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















