SuarIndonesia– Kemeriahan lomba FTBI (Festival Tunas Bahasa Ibu) di Sekolah Dasar Negeri I Sungai Besar Kota Banjarbaru Kalimatan Selatan.
Dari infomasi, Selasa (13/10/2026), FTBI adalah program tahunan dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) untuk melestarikan bahasa daerah melalui kompetisi bagi siswa SD dan SMP.
Tujuan utama menghidupkan kembali bahasa ibu (bahasa daerah) sebagai akar identitas budaya. Mencegah kepunahan bahasa daerah di kalangan generasi muda. Mewadahi kreativitas siswa dalam seni dan sastra lokal.
Hal sama pula dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri I Sungai Besar Kota Banjarbaru pada Senin (12/10/ 2026)
“FTBI SD/MI tingkat kota se Banjarbaru.” Lomba diselenggarakan tiap tahun, semua juara I dikirim ke Tingkat Provinsi,” kata Ridho Amalia S.Pd.M.Pd, Kepala Sekolah (Kepsek) SDN Negeri I Sungai Besar.
Event berjenjang. Ada event provinsi dan setelah provinsi ada yang namanya FTBI tingkat Nasional.
Disebut, untuk 2026 yakni lomba Bapandung juara I, Felisya Anindya, siswi kelas 4B.
Lomba Bakisah, juara I, Eksa Juniarka Ardhani kelas 5A.
Lomba Bapidato, Juara 2, Syahna Dzakira Zahra, siswi kelas 5B.
Lomba menulis dan membaca puisi, juara 2, Gianinna Christiani Yudha, kelas 6A
Dan lomba Menulis Kisah Handap (pendek) juara I, Hassan Nabil kelass 6A.


Mereka yang berprestasi menjadi kebagaan para orang tua, dan semua siswa-siswi lainnya akan terpacu untuk mengikuti tahun berikutnya hingga kegembiraan saat lomba dan saat pengumuman para juara.
Syahna Dzakira Zahra, buah hati pasangan Andri Iswandi dan Dewi Meliadewi, tiap tahun di sekolahnya menjadi juara.
“Alhamdulillah Syahna Dzakira Zahra, juara lagi. Bahkan pernah meraih juara III tingkat Kota Banjarbaru hingga mewakili ke tingkat provinsi,” ucap Andri.
Dari catatan, Syahna, sapaan akrabnya, Juara 1 Menulis Cerita Pendek Bahasa Banjar Tingkat Kota Banjarbaru 24 September 2025
Juara III Menulis Cerita Pendek Bahasa Banjar Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan 12 November 2025 dan Juara II Pidato Bahasa Banjar Tingkat Kota Banjarbaru 12 Oktober 2026.
Festival Tunas Bahasa Ibu merupakan bagian dari implementasi kebijakan merdeka belajar, yakni revitalisasi bahasa daerah yang telah diluncurkan bertepatan dengan peringatan hari bahasa ibu internasional.
“Jadi bahasa ibu itu adalah bahasa daerah kita, Bahasa Banjar, agar seluruh anak-anak didik kita cinta terhadap bahasa ibunya, Bahasa Banjar terutama,” ujarnya.
“Harapan kita dengan adanya lomba-lomba itu mereka betul-betul mencintai dan menyukai bahasanya sendiri dan itu tidak punah kedepannya,” tambah Ridho Amalia S.Pd.M.Pd. (ZI)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















