JEMBATAN Pulau Balang Ubah Lanskap Transportasi Kalimantan

- Penulis

Selasa, 30 Juli 2024 - 23:44 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jembatan Pulau Balang yang menghubungkan Kota Balikpapan menuju Ibu Kota Nusantara dan Penajam Paser Utara. (ANTARA/Ahmad Rifandi)

Jembatan Pulau Balang yang menghubungkan Kota Balikpapan menuju Ibu Kota Nusantara dan Penajam Paser Utara. (ANTARA/Ahmad Rifandi)

SuarIndonesia — Pengamat lingkungan dan tata kota Universitas Mulawarman Samarinda Warsilan menilai jembatan Pulau Balang yang baru diresmikan Presiden Joko Widodo, mengubah lanskap transportasi Kalimantan.

“Jembatan Pulau Balang penghubung Balikpapan-Penajam Paser Utara merupakan sebuah visi yang telah lama dinantikan masyarakat Kalimantan. Keberadaan jembatan ini mengurangi biaya logistik dan transportasi antarprovinsi, terutama Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur,” kata Warsilan di Samarinda, Selasa (30/7/2024).

Ia menambahkan bahwa proyek ini juga akan mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan sekitar — khususnya di Balikpapan, Ibu Kota Nusantara, dan Penajam Paser Utara.

Dengan beroperasinya jembatan tersebut, imbuh Warsilan, diperkirakan akan terjadi pergeseran moda transportasi.

Kendaraan pribadi dan angkutan barang akan semakin banyak menggunakan jalur darat, sementara layanan kapal penyeberangan kemungkinan akan mengalami penurunan frekuensi.

“Ini adalah sebuah transisi yang wajar dalam dunia transportasi. Namun, pemerintah perlu menyiapkan langkah-langkah strategis untuk memastikan bahwa sektor transportasi tetap terkelola dengan baik dan berkelanjutan,” kata Warsilan.

Di sisi lain, menurutnya, jembatan Pulau Balang juga membuka peluang bagi pengembangan kawasan industri, pariwisata, dan permukiman baru.

“Dengan konektivitas yang lebih baik, kawasan ini akan semakin menarik bagi investor,” ujarnya, seperti dikutip dari AntaraNews.

Peneliti Senior Institut Studi Transportasi Felix Iryantomo juga menyambut positif beroperasinya jembatan ini.

Baca Juga :   LIMA Juta Pohon Restorasi untuk Pemulihan Kawasan IKN

Menurutnya, jembatan Pulau Balang akan memangkas waktu tempuh secara signifikan dan membuka peluang-peluang baru bagi pengembangan wilayah.

“Namun, perlu diingat bahwa keberhasilan proyek ini juga bergantung pada kelancaran akses jalan penghubung dari jembatan menuju kota-kota di sekitarnya,” ujar Felix.

Ia juga menyoroti potensi dampak terhadap layanan angkutan penyeberangan yang selama ini menjadi tulang punggung transportasi di wilayah tersebut.

Selain membawa dampak positif, kata Felix pula, proyek ini juga menghadirkan sejumlah tantangan.

Salah satunya adalah potensi peningkatan volume lalu lintas di sekitar jembatan, yang dapat memicu kemacetan jika tidak diantisipasi dengan baik.

“Pemerintah perlu melakukan kajian lalu lintas secara komprehensif dan membangun infrastruktur pendukung yang memadai,” ucapnya. [*/UT]

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

117 BPR-BPRS Dilebur jadi 33 BPR-BPRS
BONGKAR BUKTI Dampak ke Masyarakat soal Gugatan Pemadamaan Listrik dan Begini Pendapat Ahli Hukum Administrasi Negara
SOROTI SILPA dan Belanja Pegawai Kesbangpol 2027, Dewan Minta Lebih Optimal
PANSUS DPRD Kalsel Sampaikan 21 Rekomendasi BBM Subsidi
AKIBAT KARHUTLA, La Jemo Alami Luka Bakar dan Meninggal Dunia
MULAI 15 Oktober 8.000 KDKMP Dipantau
JELANG WAJIB HALAL, BPJPH Sediakan Gratis Sertifikasi Halal UMKM
DISIAPKAN Formula Tarif Pengantaran Barang dan Makanan

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:56

TIGA Fokus Utama Penanganan Karhutla Kalteng

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:51

KORUPSI DANA BNPB: KPK Sita Barang Bukti Senilai Rp5,47 Miliar

Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:43

KASUS DANA BNPB: KPK Ungkap Identitas dan Peran Lima Tersangka

Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:17

POLRI Siapkan Polisi Khusus Kehutanan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 00:56

PENANGANAN Karhutla Dipastikan Maksimal

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:45

KAPOLDA KALSEL Paparkan Inovasi Strategis di Hadapan Astamaops Kapolri beserta Tim

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:10

TEMUAN KARHUTLA KALBAR: Komnas HAM Panggil Kementerian Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:35

OTT BNPB: KPK Tahan Lima Tersangka

Berita Terbaru

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni meninjau langsung penanganan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah, Jumat (16/10/2026). (Foto: HO-Kemenhut RI)

Kalteng

TIGA Fokus Utama Penanganan Karhutla Kalteng

Jumat, 16 Okt 2026 - 21:56

Hujan saat mengguyur Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, Jumat (16/10/2026). (Foto: detikKalimantan)

Kalteng

PANGKALAN BUN Diguyur Hujan, BMKG: Tetap Waspada!

Jumat, 16 Okt 2026 - 19:54

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca