JEMBATAN MAHAKAM Dipasang Sensor Canggih Antisipasi Tabrakan

- Penulis

Kamis, 5 Maret 2026 - 21:08

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pelindo menambah Port Entry Light (PEL) dan memasang alat sensor monitoring kondisi perairan di sekitar Jembatan Mahakam. (Pelindo Jasa Maritim)

Pelindo menambah Port Entry Light (PEL) dan memasang alat sensor monitoring kondisi perairan di sekitar Jembatan Mahakam. (Pelindo Jasa Maritim)

SuarIndonesia — PT Pelindo Jasa Maritim (SPJM) melakukan langkah antisipasi guna mencegah kembali insiden tabrakan kapal pada Jembatan Mahakam dengan memasang fasilitas keamanan baru berupa alat sensor pemantau perairan di sekitar Jembatan Mahakam, Samarinda.

“Sensor ini akan sangat membantu dalam memberikan informasi bagi perwira pandu dan nahkoda saat melakukan pemanduan kapal dengan akurat, aman, dan efisien, terutama saat proses olah gerak,” kata Direktur Operasi dan Teknik SPJM Edward DN Napitupulu di Samarinda, Kamis (5/2/2026).

Upaya dalam peningkatan keselamatan pelayaran di wilayah perairan Sungai Mahakam tersebut sebelumnya telah diwujudkan melalui pemasangan Port Entry Light (PEL) yang mulai dikerjakan pada bulan September 2024.

Fasilitas navigasi tersebut merupakan sebuah sistem lampu suar berintensitas tinggi yang difungsikan secara khusus untuk memandu kapal-kapal besar saat akan memasuki kolong jembatan.

“Cahaya pemandu ini bekerja secara efektif dengan menandai jalur pelayaran yang aman serta menyoroti potensi bahaya kelautan bagi kapal yang melintas pada malam hari atau ketika jarak pandang pelaut sedang terbatas,” ujar Edward dilansir dari AntaraNews.

Lanjut dia, penggunaan lampu suar ini sudah menjadi standar keamanan operasional krusial yang banyak diaplikasikan di berbagai pelabuhan internasional berskala sibuk maupun pada alur pelayaran yang relatif sempit.

Menurut Edward, karakteristik pemanduan kapal di perairan kolong jembatan Sungai Mahakam dinilai cukup menantang, sehingga kehadiran cahaya penunjuk arah ini diharapkan mempermudah pelaut mengidentifikasi posisi kapalnya agar tetap berada pada jalur yang benar.

Baca Juga :   HARGA BBM Subsidi tidak Naik Meski Harga Minyak Dunia Meroket

Guna memaksimalkan fungsi penerangan tersebut, perusahaan kemudian menambahkan lagi serangkaian alat sensor pemantau kondisi perairan pada Januari 2026 di sekitar Jembatan Mahakam dan Jembatan Mahulu.

“Instrumen keamanan berbasis teknologi kelautan ini bekerja dengan menyajikan data akurat mengenai kecepatan arus sungai dan jarak aman ruang bebas (clearance) antara permukaan air dengan struktur bagian bawah jembatan,” kata Edward.

Seluruh hasil pembacaan indikator perairan secara langsung terhubung ke sebuah layar monitor pemantau yang dipasang pada posisi strategis di pagar pengaman Jembatan Mahakam.

Sebagai tindakan perlindungan tambahan, pihak perusahaan pelat merah ini juga telah menempatkan sebuah sensor pengukur ketinggian muatan berteknologi pemindai jarak laser (laser range finder) di stasiun pandu yang letaknya berdekatan dengan Jembatan Mahulu.

“Sistem pintar di pelabuhan sungai ini juga telah diprogram sedemikian rupa untuk mengirimkan notifikasi peringatan otomatis jika perangkat mendeteksi adanya volume muatan kapal yang tingginya telah melampaui ketentuan regulasi pelayaran,” tuturnya. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

150 JUTA Barel Minyak Rusia Diimpor Bertahap Hingga Akhir 2026
BANDARA Syamsudin Noor Beroperasi 24 Jam Layani Haji
KINERJA POSITIF BTN-BSN Banjarmasin, Kepercayaan Masyarakat Terus Meningkat Tercermin Pertumbuhan DPK dan Sektor Perumahan
DITLANTAS Polda Kalsel Raih Penghargaan Kakorlantas atas Inovasi Samsat Mobile
GUBERNUR Rudy Mas’ud Didesak Mundur!
MULAI Juli, B50 Diterapkan Serentak untuk Semua Sektor
HARI JADI ke -38 Barito Putera di Stadion 17 Mei, “Energy with Brave”
KETUA DPRD Kalsel Dorong Sinergi BPK dan Stakeholder demi Percepatan Pembangunan

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 19:44

BANDARA Syamsudin Noor Beroperasi 24 Jam Layani Haji

Jumat, 24 April 2026 - 19:26

KINERJA POSITIF BTN-BSN Banjarmasin, Kepercayaan Masyarakat Terus Meningkat Tercermin Pertumbuhan DPK dan Sektor Perumahan

Jumat, 24 April 2026 - 18:34

KAKEK TUKANG PIJAT Ditemukan Tak Bernyawa di Bawah Pohon dengan Wajah Berlumur Darah

Jumat, 24 April 2026 - 13:58

LENGKAPI FASILITAS Penunjang Masjid Raya Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari, Dialokasikan 5 Miliar

Jumat, 24 April 2026 - 13:45

GAGAL BERANGKAT Tiga CJH Koloter Pertama Embarkasi Banjarmasin, Satu Meninggal Dunia

Jumat, 24 April 2026 - 13:27

DITERBANGKAN 360 CJH Kloter Pertama Embarkasi Banjarmasin, Anggota DPRD Kalsel Ikuti Melepas

Kamis, 23 April 2026 - 22:48

CATATAN BPK Belasan Izin Tambang di Kalsel Wewenang Pusat dan Provinsi

Kamis, 23 April 2026 - 21:47

PERISTIWA TEWASNYA NENEK Diungkap Polisi Kronologi Kecelakaan

Berita Terbaru

Jemaah calon haji saat berada di Bandara Internasional Syamsudin Noor Banjarbaru, Kalsel, untuk keberangkatan kloter pertama pada Jumat (24/4/2026) dini hari. (Foto: Antara/Firman)

Bisnis

BANDARA Syamsudin Noor Beroperasi 24 Jam Layani Haji

Jumat, 24 Apr 2026 - 19:44

Iffa Rosita, Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI. (Foto: Humas OIKN)

Politik

PEMILU 2029, KPU Siapkan Dapil Khusus IKN

Jumat, 24 Apr 2026 - 19:37

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca