JEMBATAN Gerilya Bermasalah Dulu, Baru Diperbaiki

- Penulis

Selasa, 8 November 2022 - 00:54

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – Kondisi oprit Jembatan Gerilya baru-baru ini viral di media sosial akibat kondisinya yang sudah menurun dan ada patahan di bagian sisi kiri dan kanan oprit jembatan ramai dikeluhkan warga.

Pasalnya, berdasarkan pengakuan warga sekitar, kondisi oprit yang rusak tersebut sangat sering membuat puluhan pengendara jatuh dan tersungkur ketika menuruni jembatan.

Tati, salah satu pemilik kios yang lokasinya tepat berhadapan dengan Jembatan Gerilya itu menceritakan, setiap kali hujan, pasti ada pengendara yang jatuh.

“Mungkin orang yang jatuh itu merasa kaget ketika menuruni jembatan tapi ada bagian jembatan yang sangat renggang. Seperti menabrak lobang,” ucap Tati saat dibincangi awak media.

Tidak hanya itu, berdasarkan pengakuan setiap pengendara motor yang jatuh itu, mereka tidak bisa mengendalikan motornya ketika menuruni jembatan.

“Rata-rata mereka tergelincir atau selip ban depannya waktu turunan. Katanya posisinya yang terlalu miring dan ditambah kondisi jalan yang licin,” ungkapnya.

JEMBATAN Gerilya Bermasalah Dulu, Baru Diperbaiki (2)

Warga yang jadi korban akibat kondisi jembatan itu pun tak sedikit, Tati memperkirakan, jika ditotal sudah puluhan pengendara yang jatuh sejak pertama kali oprit jembatan itu mulai menurun.

“Kalau dihitung-hitung, kira-kira dalam empat bulan terakhir sudah puluhan orang yang jadi korban. Bahkan ada yang giginya patah dan bibirnya robek akibat tersungkur di atas aspal,” bebernya.

“Alat pembatas (barier) di jembatan itu baru saja di letakan di sana. Itu pun setelah ada orang yang memakai pakaian dinas (ASN) yang juga jatuh ketika menuruni jembatan. Kemudian orang itu langsung mengambil foto jembatan,” tambahnya.

“Tidak lama setelah itu ada petugas datang untuk menaruh pembatas jalan. Mungkin fungsinya agar pengendara lebih berhati-hati,” imbuhnya.

Sayangnya. Barier yang diletakkan di sisi jembatan sebelah Jalan Kelayan A itu masih kurang efektif. Pasalnya meski barier itu sudah ada, oprit jembatan yang dianggap warga tersebut masih saja membuat pemotor jatuh.

Baca Juga :   POLISI Terima Laporan Siswa SMK Korban Pengeroyokan

“Pokoknya setiap kali hujan pasti ada pengendara motor yang jatuh,” tukasnya..

Baca Juga :

AMBLASNYA Jembatan Patih HKSN, Dorong Evaluasi Seluruh Oprit Jembatan di Banjarmasin

Benar saja, saat memantau ke lokasi pada Senin (7/11/2022) siang, barier tersebut masih ada dan bagian jembatan yang menurun itu sudah diperbaiki dengan pelapisan aspal.

Bagian penghubung oprit dan badan jembatan yang sudah berjarak pun sudah ditutupi dengan cairan aspal.

Tati menceritakan, perbaikan tersebut baru dilakukan petugas dari Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin pada pagi nya.

“Mungkin akibat video keluhan warga yang mengeluhkan kondisi jembatan di medsos itu viral. Makanya fiperbaiki,” tandasnya

Sementara itu, saat dikonfirmasi Kepala Bidang Jembatan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin, Dedy Hamdhani mengakui bahwa keluhan warga tersebut memang benar adanya.

“Laporan itu masuk hari Sabtu. Karena kemarin libur jadi baru bisa kita tangani pada Senin Pagi tadi,” ucapnya saat ditemui awak media.

Karena itulah pihaknya langsung melakukan penanganan dengan melakukan pelapisan aspal di bagian oprit jembatan.

Ia menyebut, penyebab kerusakan di bagian oprit tersebut masih sama dengan jembatan-jembatan lain. Yakni kondisi tanah yang sangat rawan dengan pergerakan tanah.

“Tanah di Banjarmasin ini kan jenisnya rawa yang labil dan sangat gampang terpengaruh dengan pasang surut air,” jelasnya.

“Apalagi intensitas fase pasang surut air di daerah sana (kawasan Kelayan) sangat tinggi, sehingga tanah di bagian sekitar jembatan masih ada terjadi konsolidasi di bawah bagian oprit,” tambahnya.

Ia menekankan bahwa yang rusak ini bukan struktur atau bagian badan jembatan

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

1.814 DESA di Kalsel Terbebas dari “Blank Spot”
BPG MERATUS Gandeng BRL Jerman Manfaatkan Lahan Bekas Tambang
EL NINO Berpotensi Perpanjang Kemarau dan Karhutla di Kalsel
PERJUANGAN PERSIT Kartika Chandra Kirana Merawat Budaya Banjar, “Tajam seperti Todak, Teguh seperti Budaya”
AKSI SOLIDARITAS dan Seruan Hapus Outsourcing, Warnai May Day di Mapolresta Banjarmasin
1.079 JCH Embarkasi Banjarmasin Tiba di Madinah
KALSEL Kembangkan Porang 127 Hektare untuk Diversifikasi Pangan
PRAKTIK KENDARAAN Bermuatan Berlebih “Menjadi Momok”,. Ditlantas Polda Kalsel Perkuat Sinergi Stakeholder

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 23:45

1.814 DESA di Kalsel Terbebas dari “Blank Spot”

Rabu, 29 April 2026 - 23:40

BPG MERATUS Gandeng BRL Jerman Manfaatkan Lahan Bekas Tambang

Rabu, 29 April 2026 - 17:27

PERJUANGAN PERSIT Kartika Chandra Kirana Merawat Budaya Banjar, “Tajam seperti Todak, Teguh seperti Budaya”

Rabu, 29 April 2026 - 16:53

AKSI SOLIDARITAS dan Seruan Hapus Outsourcing, Warnai May Day di Mapolresta Banjarmasin

Selasa, 28 April 2026 - 23:18

1.079 JCH Embarkasi Banjarmasin Tiba di Madinah

Selasa, 28 April 2026 - 23:11

KALSEL Kembangkan Porang 127 Hektare untuk Diversifikasi Pangan

Selasa, 28 April 2026 - 17:24

PRAKTIK KENDARAAN Bermuatan Berlebih “Menjadi Momok”,. Ditlantas Polda Kalsel Perkuat Sinergi Stakeholder

Selasa, 28 April 2026 - 17:11

DIPRIORITASKAN Legislator Balangan Infrastruktur Juai dan Halong

Berita Terbaru

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Selatan, H Muhamad Muslim (kanan). (Foto: MC Kominfo Kalsel)

Kalsel

1.814 DESA di Kalsel Terbebas dari “Blank Spot”

Rabu, 29 Apr 2026 - 23:45

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca