SuarIndonesia – Kondisi oprit Jembatan Gerilya baru-baru ini viral di media sosial akibat kondisinya yang sudah menurun dan ada patahan di bagian sisi kiri dan kanan oprit jembatan ramai dikeluhkan warga.
Pasalnya, berdasarkan pengakuan warga sekitar, kondisi oprit yang rusak tersebut sangat sering membuat puluhan pengendara jatuh dan tersungkur ketika menuruni jembatan.
Tati, salah satu pemilik kios yang lokasinya tepat berhadapan dengan Jembatan Gerilya itu menceritakan, setiap kali hujan, pasti ada pengendara yang jatuh.
“Mungkin orang yang jatuh itu merasa kaget ketika menuruni jembatan tapi ada bagian jembatan yang sangat renggang. Seperti menabrak lobang,” ucap Tati saat dibincangi awak media.
Tidak hanya itu, berdasarkan pengakuan setiap pengendara motor yang jatuh itu, mereka tidak bisa mengendalikan motornya ketika menuruni jembatan.
“Rata-rata mereka tergelincir atau selip ban depannya waktu turunan. Katanya posisinya yang terlalu miring dan ditambah kondisi jalan yang licin,” ungkapnya.

Warga yang jadi korban akibat kondisi jembatan itu pun tak sedikit, Tati memperkirakan, jika ditotal sudah puluhan pengendara yang jatuh sejak pertama kali oprit jembatan itu mulai menurun.
“Kalau dihitung-hitung, kira-kira dalam empat bulan terakhir sudah puluhan orang yang jadi korban. Bahkan ada yang giginya patah dan bibirnya robek akibat tersungkur di atas aspal,” bebernya.
“Alat pembatas (barier) di jembatan itu baru saja di letakan di sana. Itu pun setelah ada orang yang memakai pakaian dinas (ASN) yang juga jatuh ketika menuruni jembatan. Kemudian orang itu langsung mengambil foto jembatan,” tambahnya.
“Tidak lama setelah itu ada petugas datang untuk menaruh pembatas jalan. Mungkin fungsinya agar pengendara lebih berhati-hati,” imbuhnya.
Sayangnya. Barier yang diletakkan di sisi jembatan sebelah Jalan Kelayan A itu masih kurang efektif. Pasalnya meski barier itu sudah ada, oprit jembatan yang dianggap warga tersebut masih saja membuat pemotor jatuh.
“Pokoknya setiap kali hujan pasti ada pengendara motor yang jatuh,” tukasnya..
Baca Juga :
AMBLASNYA Jembatan Patih HKSN, Dorong Evaluasi Seluruh Oprit Jembatan di Banjarmasin
Benar saja, saat memantau ke lokasi pada Senin (7/11/2022) siang, barier tersebut masih ada dan bagian jembatan yang menurun itu sudah diperbaiki dengan pelapisan aspal.
Bagian penghubung oprit dan badan jembatan yang sudah berjarak pun sudah ditutupi dengan cairan aspal.
Tati menceritakan, perbaikan tersebut baru dilakukan petugas dari Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin pada pagi nya.
“Mungkin akibat video keluhan warga yang mengeluhkan kondisi jembatan di medsos itu viral. Makanya fiperbaiki,” tandasnya
Sementara itu, saat dikonfirmasi Kepala Bidang Jembatan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin, Dedy Hamdhani mengakui bahwa keluhan warga tersebut memang benar adanya.
“Laporan itu masuk hari Sabtu. Karena kemarin libur jadi baru bisa kita tangani pada Senin Pagi tadi,” ucapnya saat ditemui awak media.
Karena itulah pihaknya langsung melakukan penanganan dengan melakukan pelapisan aspal di bagian oprit jembatan.
Ia menyebut, penyebab kerusakan di bagian oprit tersebut masih sama dengan jembatan-jembatan lain. Yakni kondisi tanah yang sangat rawan dengan pergerakan tanah.
“Tanah di Banjarmasin ini kan jenisnya rawa yang labil dan sangat gampang terpengaruh dengan pasang surut air,” jelasnya.
“Apalagi intensitas fase pasang surut air di daerah sana (kawasan Kelayan) sangat tinggi, sehingga tanah di bagian sekitar jembatan masih ada terjadi konsolidasi di bawah bagian oprit,” tambahnya.
Ia menekankan bahwa yang rusak ini bukan struktur atau bagian badan jembatan
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















