JAS HUJAN KRESEK Dipakai Tenaga Medis di Banjarmasin Hadapi Covid-19

- Penulis

Kamis, 2 April 2020 - 21:07

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – Kondisi tenaga medis di Puskesmas Banjarmasin sangat memprihatinkan. Mereka harus berhadapan dengan wabah virus mematikan Covid-19 hanya dengan Hazmat dari jas hujan kresek.

Lebih miris lagi, mereka juga harus membuat sendiri topi proteksi. Alat pelindung wajah itu mereka buat dari plastik mika yang kemudian diikat dengan gelang karet.

Tentu Alat Pelindung Diri (APD) yang digunakan tenaga medis ini sangat tak standar jika mengacu pada protokol kesehatan untuk penanganan Covid-19 alias virus corona.

Harusnya APD seperti Hazmat, masker N95, kacamata pengaman, sarung tangan, dan topi proteksi yang standar sudah mereka miliki saat ini.

Mengingat, Banjarmasin dikategorikan sebagai wilayah red zone di Kalsel, sebagai penyumbang terbanyak pasien positif terinfeksi corona.

Lebih serius lagi, baru-baru ini Banjarmasin juga dinyatakan sebagai salah satu wilayah transmisi lokal baru penyebaran Covid-19.

Pemko Banjarmasin sudah menyiapkan diri untuk menghadapi pandemi ini. Termasuk anggaran biaya penanganan Covid-19 ini. Jumlahnya pun tak sedikit.

Miliaran rupiah sudah dianggarkan, bahkan Pemko kembali berencana mengalihkan pos anggaran perjalanan dinas puluhan miliar untuk keperluan yang sama.

Duit itu termasuk untuk penyediaan APD bagi tenaga medis. Namun ketika fakta di lapangan seperti ini tentunya menjadi sesuatu hal yang sangat ironis.

Tenaga medis didorong sebagai garda terdepan menghadapi virus mematikan yang selalu meneror keselamatan jiwa mereka hanya dengan perlindungan diri seadanya.

Menanggapi hal ini, Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina yang juga menjabat sebagai Ketua Gugus Tugas Covid-19 menjelaskan, bahwa Banjarmasin sudah mendapat jatah APD dari Pemprov Kalsel.

Akan tetapi yang menjadi kendala jatah yang diberikan terbatas sehingga keperluan untuk tenaga medis di Puskesmas masih belum bisa terpenuhi.

Baca Juga :   PELIPATAN Surat Suara di Gudang Logistik KPU Dijaga Ketat Aparat Polresta Banjarmasin

“Kan kita dapat kiriman juga terbatas, termasuk alat Rapid Test,” ucapnya.

Selain itu, Pemko juga sebenarnya sudah memesan APD dari anggaran dana tak terduga yang sudah disiapkan. Akan tetapi lagi-lagi terkendala lantaran barang tersebut saat ini sedang menjadi rebutan di semua daerah di Indonesia.

Kemudian juga, keterlambatan datangnya pesanan juga berhubungan dengan terhambatnya jalur pengiriman melalui udara akibat pandemi virus corona.

“APD ini sudah kita pesan kemudian ketersediaan suplainya kan harus dari Jawa. Sementara terkendala penerbangan. Kemudian seluruh Indonesia juga berebut barang ini,” jelasnya.

Ibnu pun mengungkap, bahwa APD yang sudah dipesan itu akan datang pekan depan. Sehingga untuk menunggu itu tenaga medis ini diperlakukan menggunakan pelindung diri yang mereka miliki untuk sementara waktu.

“Kemudian apa yang kita bisa lakukan barang sudah dipesan kemudian seminggu lagi baru datang. Kemudian apa yang bisa kita lakukan sementara gunakanlah apa yang bisa digunakan untuk melindungi diri,” katanya.

Selain itu, Pemko juga akan mendapat bantuan APD dari para relawan dalam waktu dekat ini. Sehingga, bila sudah diserahkan maka ia ingin agar secepatnya didistribusikan kepada tenaga medis yang sangat memerlukan baik di Puskesmas maupun di rumah sakit.

“Karena mereka inilah yang berhadapan langsung dengan pasien. Yang mereka tak tahu apakah positif atau negatif, justru jangan sampai garda terdepan melawan Covid-19 ini bertumbangan sebelum waktunya. Nah ini yang kita tak ingin perawat dokter terinfeksi karena APD yang tak memadai,” pungkasnya. (SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

SEORANG PRIA Ditemukan Terbujur Kaku Tak Bernyawa
SEORANG PESEPEDA di Kawasan Pelabuhan Trisakti Tewas Dihantam Truk Tronton
KRI HIU-634 Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026, Gubernur Kalsel Mengapresiasi Bank Indonesia dan TNI AL
SEORANG PRIA DUDA Asal Muara Enim Ditemukan Tergelatak Tak Bernyawa
PEMBINAAN Mental Spiritual ASN Sekretariat DPRD Kalsel
SEORANG PRIA TERGELETAK Tak Bernyawa dengan Mulut Berbusa di Halaman Masjid
TERCATAT-BERSAING Tiga Calon Rektor ULM Periode 2026–2030
​BANJARMASIN DARURAT SAMPAH, Agen 3R Didorong Evaluasi Sosialisasi

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:13

TERCATAT 913 ODGJ di Palangka Raya, Dinsos: ‘Himpitan Ekonomi Picu Gangguan Mental’

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:05

DIDUGA! Oknum Pegawai KUA Sampit Bawa Kabur dan Sekap Anak di Bawah Umur

Selasa, 9 Juni 2026 - 20:51

358 JEMAAH HAJI Kalteng Tiba, 2 Masih Dirawat di Arab Saudi

Senin, 8 Juni 2026 - 23:22

WASPADA BANJIR ROB di Kalimantan 14-25 Juni 2026

Minggu, 7 Juni 2026 - 23:03

PENCURI 1,6 TON SAWIT Ketahuan! Gegara Tertidur Pulas Usai Beraksi

Minggu, 7 Juni 2026 - 22:58

2 NAPI LAPAS Palangka Raya Dikirim ke Nusakambangan

Minggu, 7 Juni 2026 - 22:52

SAAT BERENANG, Bocah Jio Hilang Misterius di Sungai

Minggu, 7 Juni 2026 - 22:45

PRIA R NGAMUK Bacok Ibu dan Anak

Berita Terbaru

Aridiwi alias Diwi (36). ditemukan terbujur kakui tak bernyawa di dalam rumah Jalan A Yani 7 Kompleks Mahligai Permai Indah Jalur 12, Kecamatan Kertak Hanyar, Kabupaten Banjar, Rabu (10/6/2026).  (SuarIndonesia/DO)

Kab. Banjar

SEORANG PRIA Ditemukan Terbujur Kaku Tak Bernyawa

Rabu, 10 Jun 2026 - 14:56

Ratusan CPNS dilantik menjadi PNS angkatan pertama OIKN. (Foto: Humas OIKN)

Kaltim

OIKN Lantik 555 PNS Angkatan Pertama

Selasa, 9 Jun 2026 - 21:30

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca