SuarIndonesia – Jamaah “membanjiri” (banyak berdatangan,red) ke Sekumpul Martapura Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan, sejak Kamis (27/2/2020) dan Jumat (28/2/2020).
Semua tak lain mengikuti, melihat secara dekat haul Al’Allamah KH Muhammad Zaini Bin Abdul Ghani atau Abah Guru Sekumpul ke-15 Tahun 2020.
Tak hanya dari Kalimantan, tapi sudah banyak pula dari yang dari pulau jawa, dan mereka ada menginap di tempat saudara, anak, kenalan serta adanya juga tidur di sejumlah mushala dan rumah-rumah penduduk setempat.

Hj Atika dan suaminya H Kausar beserta sejumah keluarganya yang lain.
“Kami sudah hampir sekitar setengah bulan lalu berada di Sekumpul. Datang naik pesawat,” ungkap Hj Atika, yang berasal dari Sitobondo Jawa Timur ini.
Memang katanya ini yang pertama ikut hadiri haul Abah Guru Sekumpul.
“Yah kami selain bersillaturohin, (bersilarurahmi) juga mencari barokah hidup sehat dunia akhirat,” ujarnya.
Hal senada diungkapkan sang suami H Kausar. “Kami memang cari barokahnya, ikut pengajian di haul ini. Mudahan selamat dunia-akhirat,” tuturnya.
Diketahui, jemaah yang datang mau mengikuti acara haul ke 15 Guru, yang puncak pelaksanaannya 5 Rajab 1441 H bertepatan 1 Maret 2020.
Bahkan jamaah dari provinsi tetangga (Kaltim) rela pula datang lebih awal ke Sakumpul Martapura guna menghindari kemacetan lalu lintas.
Pasalnya dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya kalau datang ke Sakumpul mendekati hari “H”, selain menemui kemacetan lalu lintas, juga tidak kebagian tempat dekat kubah makam Abah Guru Sekumpul.
Sementara warga Kalsel atas inisiatif sendiri membuka posko-posko, menyediakan tempat beristirahat jemaah yang melintas mau/dari haul.
Bahkan ada yang menyediakan makanan serta minuman gratis. Begitu pula, sejumlah bengkel menyediakan layanan gratis atas perbaikan dari kerusakan ringan kendaraan bermotor Jemaah.
“Saya terasa enak ketika berada di Martapura, orangnya ramah=ramah, dan itu lo, untuk makanan pada gratis. Inilah berkahnya dari haul,” tambahnya

Rizky Kurnia (47), yang datang bersama istrinya, Sarifah Naniroh Al Idrus serta anak serta cucu, Habib Alwi dan Habib Haidar Al Idrus.
“Kami dari Jakarta datang sejak Rabu lalu naik pesawat dan rombongan keluarga tidur di rumah penduduk,” ujarnya Rizky Kurnia, seharinya pedagang bakso di Koja Jakarta ini,
Memang katanya, pada awal tidak mengenal sosok disebut Guru Sekumpul ini, dan juga tidak pernah ikut pengajiannya
“Baru setelah beliau wafat lihat-lihat via youtube. Tertarik apa disampaikan guru, dan sejak mulai tahun 2018, saya tiap haul Guru Sekumpul datang dengan rezeki yang ada, datang tak disangka-sangka,” ucapnya.
Tahun ini (2020) kali ketiga. Dan yang tahun ini, sejak lama sudah ada diniatkan jika ada rezekinya.
“Eh tiba-tiba ada orang tak saya kenal menghapiri saya jualan bakso. Orang itu penampilan seperti polisi, beri uang, dan dagangan cukup laris/untung.
Yah ini juga saya aneh dan bingung juga. Tapi inilah kalau sudah dinazarkan, dan saya pengen tiap tahun ikuti haul di sini,” tambah warga yang mengaku tinggal di Jalan Deli, Koja Jakarta Utara ini.
Tuan Guru Haji Ijai, seorang ulama kharismatik yang terkenal sejak tahun 1980-an dan tersyuhur hingga provinsi lain/luar Kalsel.
Bahkan sejumlah tokoh/pemimpin nasional datang ziarah ke makam almarhum. (ZI)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















