JaDI Usulkan Anggaran APK Dialihkan untuk Biaya Pendidikan

- Penulis

Rabu, 7 Agustus 2019 - 20:26

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarindonesia – Anggota Jaringan Demokrasi Indonesia (JaDI) Kalsel, Ida Mawardi menyayangkan, jika fasilitas alat peraga kampanye yang diberikan KPU dan dibiayai dari uang negara itu tidak dimanfaatkan peserta Pemilu 2019 lalu.

“Padahal, alat peraga kampanye berupa baliho, spanduk dan lainnya itu dibikinkan KPU. Ternyata, tidak diambil para peserta Pemilu 2019, tentu ini sangat disayangkan,” ucap Ida Mawardi, dalam rapat evalusi fasilitasi kampanye pada Pemilu 2019, di Hotel Best Western Kindai, Banjarmasin, Rabu (7/8/2019).

Wartawati senior Kalsel ini mengusulkan agar anggaran APK ini dialihkan ke biaya pendidikan atau pengkaderan caleg yang difasilitasi KPU. Sebab, beber Ida, dalam Pemilu 2019, ada beberapa caleg dari sejumlah partai yang datang ketempatnya untuk meminta bagikan kartu nama tanpa mencantumkan visi dan misi.

“Itu banyak. Tentu, sangat disayangkan tidak mencantumkan visi dan misi. Karena saya bukan tim kampanye, saya biarkan saja,” ujar Ida.

Mantan anggota Panwaslu Banjarmasin ini mengaku heran usai menanyakan visi dan misi caleg yang memintanya untuk dibagikan kartu namanya ini.

“Dia menjawab, gampang saja, kaya orang juga. Nah, bagaimana kita bisa memilih. Sementara caleg itu tidak tahu visi dan misi untuk daerah,” ungkapnya.

Bahkan, berdasar pengamatan Ida, selama perhelatan Pemilu 2019, gambar-gambar yang bertebaran di se-antero Banjarmasin itu hanya satu caleg dari satu parpol yang menyampaikan visi dan misi yang jelas.

“Cuma satu. Selebihnya tidak ada. Makanya waktu kita tanya, dia menjawab kaya orang jua,” pungkasnya.

Sementara, komisioner KPU Kalsel H Edy Ariansyah menjawab tanggapan tersebut, dalam aturannya KPU tak memiliki hak mengalihkan anggaran, selama aturan tersebut belum diubah oleh lembaga yang berwenang.

Baca Juga :   PEMBACOK Juru Parkir Serahkan Diri ke Polisi

Namun, beber dia, mengenai permasalahan APK yang tak dikehendaki atau diambil peserta ini dinilainya bukan menjadi masalah. Terpenting, menurut Edy, proses yang dibuat KPU sudah terpenuhi, mulai dari spesifikasi, jumlah dan ukuran APK.

“Dalam fasilitas kampanye ini mengutamakan kesetaraan dan keadilan bagi semua peserta pemilu. Namun mengenai usulan JaDI Kalsel menjadi catatan untuk dirumuskan kembali. Sehingga konteks substansi tentang pesan visi misi bisa tersampaikan,” pungkasnya.

Bahkan dalam acara evaluasi fasilitas Pemilu yang diikuti, beberapa kabupaten/kota di Kalsel mengeluhkan adanya beberapa parpol yang memang tak mengambil baliho di KPU, termasuk keluhan dari komisioner KPU Kotabaru Dodi Rusmana.

“Memang ada beberapa parpol yang kondisinya sama dengan provinsi. Bahkan, beberapa hari usai pemasangan baliho itu belum juga mengambil,” papar Dodi.

Hal itu pun dirasakan salah satu komisioner KPU HSU, padahal lembaga penyelenggara pemilu bolak balik kepercetakan untuk memastikan kualitas dan format yang sama.

“Ketika mulai dicetak, kami bolak-balik Banjarbaru, Banjarmasin menyamakan formatnya. Eh malah gak diambil,” ucap salah satu Komisioner KPU Kabupaten HSU.

Meski ada yang mengambil, tetapi tak semua dipasang sang caleg atau parpol. Padahal difasilitasi oleh negara dan KPU pun berusaha menyamakan kualitas cetak yang sama.

“Jadi kami sudah berusaha dengan sumber daya yang minim agar semua mendapatkan kualitas yang sama. Tapi saya kecewa ketika itu tidak dimaksimalkan peserta pemilu,” ujarnya.(SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

TAK AMPUN MAAF Bagi Seili Terdakwa Pembunuh Mahasiswi ULM
14 Kepala Kejaksaan Tinggi Dimutasi
HARGA “BAPOKING” di Pasar Antasari Banjarmasin Ditemukan di Atas Ketentuan
CDOB Tanah Kambatang Lima Bakal Masuk Paripurna DPRD Kalsel
5 PROVINSI dengan Korban PHK Paling Banyak, Diantaranya Kalsel dan Kaltim
PERTEMUAN IKA FISIP ULM, jadi Pembincangan Hangat Angkatan 1990
PENEGASAN KARTOYO, Lahan Bekas Tambang jadi Desa Wisata Mandiri
RIBUAN ALUMNI Angkatan 1979-2022 Bersatu dalam Pertemuan IKA FISIP ULM

Berita Terkait

Selasa, 14 April 2026 - 15:23

KESIAPSIGAAN KARHUTLA Kerahkan Ratusan Personel dan Sarpras, Kapolda Kalsel : “Kita tak Boleh L;engah”

Selasa, 14 April 2026 - 00:16

GUBERNUR MUHIDIN Ajak Warga Kalsel Cegah Karhutla

Senin, 13 April 2026 - 23:56

TIGA POTONGAN Jari dalam Toples, Identitas Masih Misteri!

Senin, 13 April 2026 - 23:02

14 Kepala Kejaksaan Tinggi Dimutasi

Senin, 13 April 2026 - 16:40

JASAD MEMBUSUK Tergantung di Pohon Ditemukan Seorang Pelajar

Senin, 13 April 2026 - 15:55

JARINGAN NARKOTIKA Antarprovinsi 59 Pelaku Diringkus Polda Kalsel, Barang Bukti Sabu 75,2 Kg dan 15.742 Ekstasi

Senin, 13 April 2026 - 13:43

HARGA “BAPOKING” di Pasar Antasari Banjarmasin Ditemukan di Atas Ketentuan

Senin, 13 April 2026 - 12:52

SABU 43,8 KILOGRAM Disita Polda Kalsel dari Pelajar, Kaki Tangan Gembong Fredy Pratama

Berita Terbaru

H Muhidin, Gubernur Kalsel. (detikKalimantan/Khairun Nisa)

Kalsel

GUBERNUR MUHIDIN Ajak Warga Kalsel Cegah Karhutla

Selasa, 14 Apr 2026 - 00:16


Pesut mati terbelah akibat pukat kurau di Tana Tidung, Kaltara. (dok Dinas Perikanan Pemkab KTT)

Kaltara

PESUT MATI Terbelah Kena Pukat Kurau

Selasa, 14 Apr 2026 - 00:10

Foto ilustrasi Selat Hormuz. (Anadolu)

Internasional

CENTCOM AS Mulai Blokade Selat Hormuz

Senin, 13 Apr 2026 - 23:17

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca