Suarindonesia – Direktur Pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional IX Kalimantan, Nurdin Subandi mengungkapkan jumlah investor pasar modal di Kalimantan Selatan berjumlah 12.235 investor atau sebesar 22,26% dari seluruh investor pasar modal di pulau Kalimantan. Jumlah tersebut meningkat sebesar 59,29% (yoy), Kamis (8/11/2018).
Tambahnya, dengan meningkatnya jumlah investor berdampak pada kepemilikan saham di Kalimantan Selatan. Kepemilikan saham oleh investor di Kalimantan Selatan adalah sebesar 40,48 triliun. Jumlah tersebut meningkat sebesar 22,67% (yoy). kepemilikan saham di Kalimantan Selatan memiliki persentase sebesar 92,73% dari total kepemilikan saham investor di seluruh Pulau Kalimantan atau tertinggi dibandingkan provinsi lainnya di pulau Kalimantan.
Ia mengungkapkan secara khusus di Kota Banjarmasin jumlah investor pasar modal berjumlah 6.387 investor apa sebesar 52,20% dari total investor di Kalimantan Selatan. Di antara investor tersebut 3.597 investor merupakan investor saham, 3.469 investor reksadana dan 804 SBN. jika dibandingkan dengan jumlah penduduk di Kalimantan Selatan pada tahun 2018 yaitu 3.626.616 jiwa, maka jumlah penduduk Kota Banjarmasin yang berinvestasi di seluruh saham pasar modal sebesar 0,34%.
Ia memaparkan bahwa terdapat 7 perusahaan yang memiliki jaringan kantor cabang di Provinsi Kalimantan Selatan dan seluruhnya berada di Kota Banjarmasin. Kantor cabang perusahaan efek atau sekuritas tersebut yaitu PT BNI sekuritas, PT valbury sekuritas, PT Mandiri sekuritas, PT Phillip sekuritas, PT MNC sekuritas, PT Indo Premier sekuritas dan PT RHB sekuritas.
Ia menambahkan bahwa terdapat satu kantor cabang manajer investasi yaitu PT Sinarmas Asset Management di Provinsi Kalimantan Selatan. terdapat 21 jaringan kantor cabang bank umum yang memiliki izin sebagai agen penjual efek reksadana (APERD) di Provinsi Kalimantan Selatan.
(BY)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















