SuarIndonesia — Bulog Wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) menyatakan upaya intervensi pasar yang telah pihaknya lakukan, salah satunya berdampak terhadap mulai stabilnya harga minyak goreng, khususnya Minyakita.
“Untuk Minyakita yang sebelumnya sempat berada di garis merah pada pencatatan SP2KP, kini bersama-sama sudah berhasil kita kendalikan hingga menjadi garis hijau,” terang Kepala Kantor Bulog Wilayah Kalteng Budi Sultika di sela peninjauan Pasar Kahayan Palangka Raya, Selasa (24/2/2026).
Budi memaparkan saat ini dengan kondisi pencatatan Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) tersebut, Minyakita rata-rata berada di harga Rp15.700-Rp16.000 per liternya, berhasil turun dari rata-rata sebelumnya Rp17.000-Rp18.000 per liter.
“Kondisi ini tentunya berkat sinergi lintas sektor, termasuk kami (Bulog) yang telah mendistribusikan Minyakita ke seluruh wilayah Kalimantan Tengah,” jelasnya.
Upaya intervensi yang Bulog lakukan ini merupakan tindaklanjut terhadap mandat yang diterima Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dari pemerintah untuk bergerak aktif menjaga stabilitas harga minyak goreng.
Mandat dimaksud yakni Permendag Nomor 43 Tahun 2025 untuk mendistribusikan 35 persen dari total kuota domestic market obligation (DMO) Minyakita.
“Total yang sudah kami beli dari pabrik mencapai 1.940 kilo liter yang dialokasikan untuk wilayah Kalimantan Tengah,” kata Budi, melansir dari AntaraNews.
Selain itu Bulog juga mendukung upaya menjaga stabilitas harga bahan kebutuhan pokok lain melalui upaya Gerakan Pangan Murah.
Kemudian dengan sinergi bersama pemerintah daerah, saat ini Bulog juga telah membuka sekitar tiga gerai yakni di Pasar Besar Palangka Raya, Pasar Kahayan dan Pasar di Kabupaten Barito Timur untuk semakin mempermudah pendistribusian kepada masyarakat. (*/ut)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















