SuarIndonesia — Rangkaian perayaan Tahun Baru Imlek di Kalimantan Barat resmi berakhir hari ini. Tradisi bakar naga digelar di area Pemakaman Yayasan Bakti Suci, Jalan Adi Sucipto, Kubu Raya, menjadi penanda ditutupnya seluruh rangkaian Cap Go Meh.
“Tahun ini sebanyak 40 grup naga mengikuti prosesi pembakaran,” kata Sekretaris Panitia Cap Go Meh, Adi Sucipto, Rabu (4/3/2026).
Asap putih membumbung ke langit saat satu per satu replika naga yang sebelumnya tampil dalam parade dan atraksi, dibakar dalam prosesi yang dikenal sebagai ritual ‘tutup mata’.
Adi bilang, replika naga yang dibakar ini awalnya diundang saat prosesi buka mata dan diyakini membawa keberuntungan serta kesehatan. Setelah buka mata, replika naga ini beratraksi.
“Setelah selesai atraksi pada 3 Maret kemarin, naga dikembalikan melalui ritual dibakar atau tutup mata. Jadi diundang dan dikembalikan,” ujar Adi Sucipto dilansir dari detikKalimantan.
Menurut Adi, tradisi ini bukan sekadar seremoni, melainkan bagian dari siklus spiritual dalam kepercayaan masyarakat Tionghoa. Prosesi tersebut menjadi simbol berakhirnya perayaan Imlek dan Cap Go Meh di Kalbar.
Panitia juga mengatur jalannya kegiatan agar tetap tertib. Selain menggunakan lahan yayasan yang dipinjamkan khusus, waktu pembakaran turut disesuaikan dengan kondisi masyarakat sekitar, termasuk memberi jeda saat waktu berbuka puasa.
Salah satu naga yang dibakar berasal dari Pagelaran Pemadam Api HFX Cemerlang. Naga sepanjang 50 meter itu dimainkan sekitar 150 orang dari berbagai latar belakang suku dan agama.
Koordinator lapangan sekaligus pemain naga, Rico Junifer, menyebut ritual pembakaran sebagai bentuk pengembalian arwah yang diyakini telah ‘masuk’ saat prosesi buka mata.
Bagi Rico, bermain naga bukan hanya soal pertunjukan. Sejak 2019, ia rutin terlibat setiap tahun untuk menjaga tradisi tetap hidup.
“Untuk pagelaran naga ini kita seru-seruan bareng. Kita berusaha memberikan atraksi terbaik untuk penonton,” katanya.
Ia mengakui, mengoordinasikan ratusan pemain bukan hal mudah. Dinamika di lapangan kerap terjadi, namun semangat kebersamaan selalu menjadi kunci.
“Semua punya emosi masing-masing, itu tantangannya. Tapi overall kita lakukan yang terbaik dan tahun depan kita akan beratraksi lagi,” ujarnya.
Dengan dibakarnya 40 naga tersebut, rangkaian Imlek dan Cap Go Meh di Kalimantan Barat resmi ditutup. Meski perayaan usai, semangat kebersamaan lintas budaya yang terjalin selama perayaan diharapkan tetap terjaga. (*/ut)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















