IMLEK-Cap Go Meh: Bakar 40 Naga, Rangkaian Perayaan Resmi Ditutup

- Penulis

Rabu, 4 Maret 2026 - 22:54 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tradisi bakar naga di area Pemakaman Yayasan Bakti Suci, Jalan Adi Sucipto, Kubu Raya pada Rabu (4/3/2026) sore, sebagai penanda ditutupnya seluruh rangkaian Cap Go Meh. (Foto: detikKalimantan/Ocsya Ade CP)

Tradisi bakar naga di area Pemakaman Yayasan Bakti Suci, Jalan Adi Sucipto, Kubu Raya pada Rabu (4/3/2026) sore, sebagai penanda ditutupnya seluruh rangkaian Cap Go Meh. (Foto: detikKalimantan/Ocsya Ade CP)

SuarIndonesia — Rangkaian perayaan Tahun Baru Imlek di Kalimantan Barat  resmi berakhir hari ini. Tradisi bakar naga digelar di area Pemakaman Yayasan Bakti Suci, Jalan Adi Sucipto, Kubu Raya, menjadi penanda ditutupnya seluruh rangkaian Cap Go Meh.

“Tahun ini sebanyak 40 grup naga mengikuti prosesi pembakaran,” kata Sekretaris Panitia Cap Go Meh, Adi Sucipto, Rabu (4/3/2026).

Asap putih membumbung ke langit saat satu per satu replika naga yang sebelumnya tampil dalam parade dan atraksi, dibakar dalam prosesi yang dikenal sebagai ritual ‘tutup mata’.

Adi bilang, replika naga yang dibakar ini awalnya diundang saat prosesi buka mata dan diyakini membawa keberuntungan serta kesehatan. Setelah buka mata, replika naga ini beratraksi.

“Setelah selesai atraksi pada 3 Maret kemarin, naga dikembalikan melalui ritual dibakar atau tutup mata. Jadi diundang dan dikembalikan,” ujar Adi Sucipto dilansir dari detikKalimantan.

Menurut Adi, tradisi ini bukan sekadar seremoni, melainkan bagian dari siklus spiritual dalam kepercayaan masyarakat Tionghoa. Prosesi tersebut menjadi simbol berakhirnya perayaan Imlek dan Cap Go Meh di Kalbar.

Panitia juga mengatur jalannya kegiatan agar tetap tertib. Selain menggunakan lahan yayasan yang dipinjamkan khusus, waktu pembakaran turut disesuaikan dengan kondisi masyarakat sekitar, termasuk memberi jeda saat waktu berbuka puasa.

Salah satu naga yang dibakar berasal dari Pagelaran Pemadam Api HFX Cemerlang. Naga sepanjang 50 meter itu dimainkan sekitar 150 orang dari berbagai latar belakang suku dan agama.

Baca Juga :   WARGA Kobar Males Antre di SPBU, Terpaksa Beli Eceran Pertalite Rp 22 Ribu per Botol

Koordinator lapangan sekaligus pemain naga, Rico Junifer, menyebut ritual pembakaran sebagai bentuk pengembalian arwah yang diyakini telah ‘masuk’ saat prosesi buka mata.

Bagi Rico, bermain naga bukan hanya soal pertunjukan. Sejak 2019, ia rutin terlibat setiap tahun untuk menjaga tradisi tetap hidup.

“Untuk pagelaran naga ini kita seru-seruan bareng. Kita berusaha memberikan atraksi terbaik untuk penonton,” katanya.

Ia mengakui, mengoordinasikan ratusan pemain bukan hal mudah. Dinamika di lapangan kerap terjadi, namun semangat kebersamaan selalu menjadi kunci.

“Semua punya emosi masing-masing, itu tantangannya. Tapi overall kita lakukan yang terbaik dan tahun depan kita akan beratraksi lagi,” ujarnya.

Dengan dibakarnya 40 naga tersebut, rangkaian Imlek dan Cap Go Meh di Kalimantan Barat resmi ditutup. Meski perayaan usai, semangat kebersamaan lintas budaya yang terjalin selama perayaan diharapkan tetap terjaga. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

HUJAN di Banjarbaru Diwarnai Pohon Tumbang dan Angin Kencang
AMUK API di Permukiman Blok Pasar Lama, Seorang Meninggal Dunia
TENGGELAM Dua Anak Peserta Porsadin Tingkat Provinsi Kalsel, Satu Tak Terselamatkan
DIPROSES Polda Kalsel 12 Korporasi Terkait Karhutla Ada Keterkaitan Saham Asing, 11 Orang Diperiksa
SEJUMLAH RELAWAN BPK Mendapat Voucer BBM Gratis
UNGKAP BELASAN KASUS, Polda Kalsel Tetapkan 18 Tersangka BBM Subsidi hingga Jutaan Rokok Ilegal
HIJAUKAN Lingkungan Lewat “Green Policing”
BAKAR TERPAL Warung Bakso, ABH 12 Tahun Dimediasi Polisi

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:12

WARGA LAMANDAU ‘MENUGAL’ Padi Gogo di Lahan Bekas Karhutla

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:54

VIRAL! Foto Menkes Pakai Oksigen, Menkes Bantah Sesak Napas

Jumat, 23 Oktober 2026 - 21:59

PUNCAK MUSIM HUJAN antara Desember-Januari 2027

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:33

PETUGAS Terus Berjibaku Tangani Karhutla

Kamis, 22 Oktober 2026 - 00:07

TERKAIT KARHUTLA, 6 Izin Perusahaan di Kalteng Dibekukan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 00:26

DEMO KARHUTLA-KABUT ASAP Memanas! Mahasiswa Segel Kantor Gubernur Kalteng

Minggu, 18 Oktober 2026 - 20:42

KASUS KARHUTLA Kalteng: 46 Tersangka, 12 Laporan Seret Perusahaan

Minggu, 18 Oktober 2026 - 19:37

WATER BOMBING Dimaksimalkan atasi Karhutla Tanjung Puting

Berita Terbaru

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) A Muhaimin Iskandar batau Cak Imin dalam rangka Peringatan Hari Santri di Pondok Pesantren Al Falah Putera Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Sabtu (24/10/2026). (Foto: Kemenko PMK)

Kalsel

MENKO PM: Pelibatan Pesantren untuk Mencegah Karhutla

Minggu, 25 Okt 2026 - 22:14

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca