Perang Iran dengan AS-Israel telah berlangsung selama 6 hari. Belum ada tanda-tanda penurunan eskalasi dari kedua belah pihak.
SuarIndonesia — Perang antara Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran telah berlangsung selama 6 hari. Dalam 6 hari, belum ada tanda-tanda penurunan eskalasi dari kedua belah pihak.
Konflik ini bahkan meluas ke beberapa negara di Timur Tengah. Gelombang rudal dan drone antara AS dan Iran ini menyebabkan tewasnya ribuan korban jiwa.
Sejauh ini, Iran telah melancarkan serangan di sembilan negara di kawasan: Bahrain, Irak, Yordania, Kuwait, Oman, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab. Sehingga, jumlah korban jiwa kemungkinan besar bertambah.
Sebuah drone Iran juga menyerang landasan pacu di pangkalan militer Inggris di Siprus. Sebagian besar serangan ini berhasil dicegat.
Media pemerintah Iran mengonfirmasi jumlah korban tewas serangan AS-Israel mencapai 1.045 orang. Insiden paling mematikan terjadi di kota Minab di Iran tenggara, ketika terjadi serangan terhadap sebuah sekolah dasar perempuan.
“Jumlah korban tewas di Iran akibat serangan AS-Israel telah meningkat menjadi 1.045 orang” sebagaimana laporan kantor berita Tasnim dan dikutip Liputan6.com dari dari Al Jazeera, Kamis (5/3/2026).
Kepala Hubungan Masyarakat Kementerian Kesehatan Iran Hossein Kermanpour mengatakan serangan Israel terhadap sekolah perempuan di Minab pada hari Minggu telah menewaskan sekitar 180 anak kecil.
Di kubu Israel dilaporkan, sebanyak 11 orang tewas dan ratusan orang luka-luka. Serangan rudal balistik Iran terhadap Beit Shemesh di Israel tengah menewaskan sembilan orang dan melukai lebih dari 20 orang. Petugas penyelamat masih menyisir puing-puing.
Pada Sabtu malam, seorang wanita di wilayah Tel Aviv dipastikan tewas setelah terkena pecahan peluru yang jatuh.
“Setidaknya 40 bangunan di Tel Aviv rusak akibat serangan Iran pada hari Sabtu, surat kabar Israel Haaretz melaporkan,” mengutip pemerintah kota Tel Aviv.
Data Korban Tewas dan Luka-Luka
Pada hari Senin (2/3/2026), militer AS mengonfirmasi jumlah korban tewas akibat konflik tersebut telah meningkat menjadi 6 orang, setelah dua jenazah ditemukan dari fasilitas regional yang diserang oleh Iran. Selain korban tewas, sebanyak 18 orang mengalami luka-luka dalam operasi militer tersebut.
Di Bahrain, sebanyak 1 orang tewas dan 4 orang dilaporkan luka-luka. Laporan dari Irak, 2 orang tewas dan 5 orang luka-luka. Di Yordania, tidak ada warga tewas, namun 5 orang mengalami luka.
Selanjutnya, di Kuwait, 4 orang dilaporkan tewas dan 35 orang luka-luka. Di Lebanon, sebanyak 50 orang tewas dalam insiden ini, sementara 335 orang luka-luka. Di Oman, 1 orang tewas dan 5 orang cedera.
Insiden ini juga menyebabkan 16 orang luka-luka di Qatar, 3 warga Uni Emirat Arab tewas dan 68 orang luka-luka. (*/ut)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















