Habib Bahar Siapkan Belasan Saksi dan Minta Pindah Tahanan

- Penulis

Jumat, 5 April 2019 - 01:27 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bahar bin SMith (kedua dari kanan) berdiskusi dengan tim kuasa hukumnya di tengah persidangan di PN Bandung, 4 April 2019. (CNN Indonesia/Huyogo)

Suarindonesia – Tim kuasa hukum Bahar bin Smith menyatakan pihaknya bakal menyiapkan belasan saksi untuk meringankan terdakwa dugaan kasus penganiayaan terhadap remaja tersebut dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Bandung.

“Kemungkinan itu ada sekitar 15 orang antara lain ada yang dari luar daerah akan kita hadirkan,” kata Guntur di Gedung Perpustakaan dan Arsip Kota Bandung, Kamis (4/4).

Guntur menjelaskan, di antara saksi tersebut ada yang memiliki kapasitas sebagai tokoh masyarakat, ahli pidana, serta ahli komunikasi dan bahasa.

“Termasuk ahli akan kita ajukan di sini, sekitar 2-3 orang. Selain ahli pidana kita juga akan menghadirkan ahli komunikasi dan bahasa,” ujarnya.

Selain itu, di dalam persidangan, kuasa hukum Bahar pun mengajukan kepada majelis hakim agar penahanan kliennya dipindahkan. Bahar saat ini ditahan di rumah tahanan Polda Jabar.

Menurut Guntur akibat penahanan Bahar di sana, ia sulit dibesuk rekan-rekannya. Guntur mengatakan waktu besuk merupakan hak dari kliennya. Oleh karena itu pihaknya pun menginginkan agar Bahar ditahan di rutan negara sesuai acara hukum pidana, bukan rutan polisi.

Menanggapi hal tersebut, majelis hakim menyatakan soal tempat ruang yang ditahan itu merupakan teknis di lapangan.

“Pada prinsipnya orang mau membesuk itu boleh. Tapi ada teknis pengamanan yang kami tidak tahu,” kata ketua majelis hakim Edison Muhamad.

Majelis hakim pun lantas tidak memberikan keputusan permintaan tempat penahanan tersebut apakah ditolak atau tidak.

Baca Juga :   RAPAT Banggar DPRD Kalsel Dihentikan, Serapan Anggaran Rendah

Sementara itu, jaksa dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Bogor mengatakan untuk proses pembesukan diperlukan surat keterangan dari kejaksaan.

“Dari setiap yang berkunjung itu minta surat keterangan kepada kami. Kemungkinan yang tidak bisa bertemu itu yang tidak membawa surat,” tutur jaksa.

Kasus dugaan penganiayaan yang menjerat Bahar ini bermula setelah Bahar dilaporkan ke Polres Bogor dengan nomor laporan LP/B/1125/XI/I/2018/JBR/Res Bogor tertanggal 5 Desember 2018. Dalam laporan itu, Bahar diduga secara bersama-sama di muka umum melakukan kekerasan terhadap orang dan atau penganiayaan dan atau melakukan kekerasan terhadap anak.

Terduga korban berinisial MKU (17) dan CAJ (18) beralamat di Bogor. Penganiayaan itu diduga terjadi di sebuah pesantren di Kampung Kemang, Bogor pada Sabtu, 1 Desember sekitar pukul 11.00 WIB. Bahar kemudian ditetapkan sebagai tersangka pada 18 Desember 2018. Ia diduga memerintahkan orang-orang suruhannya menganiaya MKU dan CAJ.

Korban dipukuli secara bergantian dan diduga dilakukan oleh dan atas perintah Bahar. Alasan para pelaku menganiaya karena CAJ mengaku sebagai Bahar dalam sebuah acara di Bali, 29 November 2018. Sedangkan MHU mengaku sebagai rekan Bahar.(CNNIndonesia/RA)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

HAJI ISAM Masuk Bayan Resources, Kuasai 30,25 Persen Saham
PEGADAIAN CHAMPIONSHIP 2026/2027: Barito Putera v RANS Nusantara 1-1
RATUSAN WARGA KALTENG Diduga Tertipu Arisan, Kerugian Capai Rp 4 Miliar
SATU KRU Helikopter “Water Bombing” Jatuh di Sungai Barito Ditemukan Meninggal, Dua Luka-luka
BNPB: PENANGANAN KARHUTLA Berlanjut dengan Perketat Aspek Keselamatan
KECELAKAAN HELI DI SUNGAI BARITO: Satu Kru Heli Puma H-225 dalam Pencarian
GAZA: BANJIR RENDAM 70.000 Tenda, Pengungsi tak Bisa Berlindung
HELIKOPTER Super Puma “Water Bombing” Karhutla Jatuh di Sungai Barito Kalsel

Berita Terkait

Senin, 9 November 2026 - 01:07

HAJI ISAM Masuk Bayan Resources, Kuasai 30,25 Persen Saham

Minggu, 8 November 2026 - 22:53

PEGADAIAN CHAMPIONSHIP 2026/2027: Barito Putera v RANS Nusantara 1-1

Minggu, 8 November 2026 - 22:38

NYARU MENTENG Pusat Konservasi Orang Utan

Minggu, 8 November 2026 - 22:25

RATUSAN WARGA KALTENG Diduga Tertipu Arisan, Kerugian Capai Rp 4 Miliar

Minggu, 8 November 2026 - 19:56

BNPB: PENANGANAN KARHUTLA Berlanjut dengan Perketat Aspek Keselamatan

Minggu, 8 November 2026 - 19:47

KECELAKAAN HELI DI SUNGAI BARITO: Satu Kru Heli Puma H-225 dalam Pencarian

Minggu, 8 November 2026 - 19:20

GAZA: BANJIR RENDAM 70.000 Tenda, Pengungsi tak Bisa Berlindung

Minggu, 8 November 2026 - 16:07

HELIKOPTER Super Puma “Water Bombing” Karhutla Jatuh di Sungai Barito Kalsel

Berita Terbaru

Orang utan di Nyaru Menteng, Palangka Raya. (Foto: Antara/Bayu Pratama S)

Kalteng

NYARU MENTENG Pusat Konservasi Orang Utan

Minggu, 8 Nov 2026 - 22:38