GURU Perlu Belajar AI Agar tak Tertinggal

- Penulis

Selasa, 18 Maret 2025 - 21:28

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (kanan) mengecek kegiatan pengenalan dan pelatihan penggunaan aplikasi berbasis kecerdasan buatan (AI) di SMA Islam Terpadu Al-Madinah di Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (18/3/2025). (Foto: ANTARA/HO-BPMI Sekretariat Wapres)

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (kanan) mengecek kegiatan pengenalan dan pelatihan penggunaan aplikasi berbasis kecerdasan buatan (AI) di SMA Islam Terpadu Al-Madinah di Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (18/3/2025). (Foto: ANTARA/HO-BPMI Sekretariat Wapres)

SuarIndonesia — Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka menekankan guru-guru perlu ikut mempelajari teknologi kecerdasan buatan (AI) agar dapat beradaptasi dengan kemajuan teknologi dan tidak ketinggalan zaman.

Di SMA Islam Terpadu Al-Madinah, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (18/3/2025), Gibran mengecek pelaksanaan uji coba dan workshop pemanfaatan AI dalam kegiatan belajar mengajar.

“Jangan sampai ketinggalan. Kita jangan terlambat untuk beradaptasi, termasuk para guru. Saya mohon nanti cepat beradaptasi juga, karena ini perkembangannya cepat sekali,” kata Wapres Gibran saat acara.

Oleh karena itu, Wapres berharap pemanfaatan AI dapat menjadi bagian dari kurikulum di sekolah-sekolah sehingga generasi muda Indonesia dapat beradaptasi dengan kemajuan teknologi AI, serta mereka dapat lebih produktif dan kreatif.

“Harapannya nanti ke depan AI ini bisa menjadi mata pelajaran tambahan atau mata pelajaran pilihan,” kata Gibran.

Sejumlah siswa SMA Islam Terpadu Al-Madina belajar membuat instruksi dasar (basic prompt) untuk aplikasi berbasis AI Rubix, yang pelatihannya diberikan oleh komunitas pegiat AI AICO.

Dalam acara uji coba itu, Gibran menekankan pemanfaatan AI bukan jalan pintas untuk menemukan jawaban, melainkan penunjang kreativitas dan produktivitas.

“(AI) itu tidak akan memberikan jawaban langsung. Dia ada step-by-step cara mendapatkan jawabannya, dan gunanya AI seperti itu. Jadi, nanti di luar jam pelajaran, di luar jam sekolah, kalau kalian punya PR, punya tugas, kalian bisa cari jawabannya sendiri,” kata Gibran kepada siswa peserta pelatihan.

Baca Juga :   RENCANA Pembangunan Daerah Perlu Atur Kepentingan Nasional

Dalam kesempatan yang sama, Gibran mengucapkan terima kasih kepada kepala sekolah SMA Islam Terpadu Al-Madinah. Gibran juga menyebut ada tiga sekolah yang juga sama-sama mendapatkan pelatihan dan pengenalan AI.

“Acara seperti ini kami mulai pertama itu minggu lalu di salah satu SMA Jakarta. Minggu ini, kami ada di tiga sekolah. Kami pengen trial (uji coba). Kami pengen melihat respons dari para guru, dari murid-murid seperti apa,” kata Gibran, dilansir dari AntaraNews.

Di lokasi yang sama, Kepala Sekolah SMA Islam Terpadu Al-Madinah Eka Wulandari menilai program pengenalan AI yang diinisiasi oleh Gibran bermanfaat bagi para siswa.

“Kami sangat mengharapkan dunia pendidikan selanjutnya, nanti akan kami tingkatkan terus terkait dengan teknologinya, karena AI itu adalah salah satu tools (alat) nih yang bisa kami manfaatkan tentu saja untuk meningkatkan kualitas pembelajaran,” kata Kepala Sekolah Eka Wulandari. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

MASYARAKAT tidak Boleh Main Hakim Sendiri
KASUS TPPU Febrie Adriansyah: Kejagung Periksa Tujuh Saksi
HARGA BBM dan LPG Subsidi Dipastikan tidak Naik
BGN Larang SPPG Gunakan Gas Melon dan Beras Subsidi
DIMUSNAHKAN Narkotika Senilai 33,8 Miliar, Selamatkan Hampir 300 Ribu Jiwa
KEMENKES Terapkan Efisiensi Pengadaan Obat dan Rombak Sistem Akreditasi RS
FEBRIE Adriansyah Ditahan Kejagung!
POLRI: Bhabinkamtibmas tidak Berwenang Pungut Pajak

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 21:57

DIPANGGIL Gubernur Muhidin Jajaran PLN Daerah dan Pusat

Rabu, 29 Juli 2026 - 17:44

DISITA Rokok Ilegal dan MMEA di Kalsel, Selamatkan Kerugian Negara 15 MIliar Lebih

Rabu, 29 Juli 2026 - 17:26

RIBUAN Ekor Ayam Mati Gegara Listrik Padam, Peternak Ancam Buang Bangkai ke Kantor PLN

Rabu, 29 Juli 2026 - 14:09

PROPAM Polda Kalsel dan POM TNI Sidak Kelengkapan Anggota Polri di Jalan Raya

Selasa, 28 Juli 2026 - 21:49

CEGAH KARHUTLA, Warga Diminta Doa Bersama Minta Hujan

Selasa, 28 Juli 2026 - 21:43

BELANJA DAERAH Diproyeksi Melonjak 10,504 Triliun, DPRD Kalsel Kawal APBD Perubahan 2026

Selasa, 28 Juli 2026 - 21:33

MAKLUMAT Larangan Pembakaran Hutan dan Lahan oleh Kapolda Kalteng

Selasa, 28 Juli 2026 - 19:28

KABINDA KALSEL Mencek Langsung PLTU Asam-Asam Memastikan Kondisi Infrastruktur Pembangkit

Berita Terbaru

Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) Republik Indonesia, Yusril Ihza Mahendra, di Balun Ijuk, Kabupaten Bangka, Babel, Rabu (29/7/2026). (Foto: Antara/Aprionis)

Hukum

MASYARAKAT tidak Boleh Main Hakim Sendiri

Rabu, 29 Jul 2026 - 21:58

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca