Gubernur, Pangdam, Kapolda dan Danrem Pantau Titik Api

- Penulis

Rabu, 26 September 2018 - 09:35

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarindonesia – Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) H Sahbirin Noor, Panglima Daerah Militer (Pangdam) VI/Mulawarman, Mayjen TNI Subiyanto, Kapolda Kalsel, Irjen Polisi Yazid Fanani dan Danrem 101/Antasari, Kolonel Arm Syaiful Rachman, secara bersama pantau `hotspot (akses atau titik api) pada sejumlah daerah di banua ini, Rabu (26/9) lalu.

Itu atas ajakan gubernur, H Sahbirin Noor, yang familiar dengan sebutan Paman Birin ini, dan semua naik helikopter.

Diketahui, dalam beberapa hari ini, jumlah titik panas mengalami peningkatan seiring semakin meluasnya pengaruh musim kemarau di sejumlah wilayah di Indonesia.

Pemantauam melalui udara dengan menggunakan helikopter, selesai kegiatan rapat koordinasi tiga pilar menjelang Pemilu 2019 di Sekretariat Daerah Provinsi Kalsel.

Sebelumnya sejumlah daserah diselimuti kabut asap, dan Sabtu (22/9) lalu ini, jumlah titik panas mengalami peningkatan seiring semakin meluasnya pengaruh musim kemarau di sejumlah wilayah di Indonesia.

Pemantauan melalui udara dengan menggunakan helikopter, selesai kegiatan rapat koordinasi tiga pilar menjelang Pemilu 2019 di Sekretariat Daerah Provinisi Kalsel.

Diketahui, sebelumnya sejumlah daserah diselimuti kabut asap, dan Sabtu (22/9) lalu, tiga lokasi hutan dan lahan di kalsel terbakar, dan helikopter `water bombing berjibaku di tengah kobaran api, termasuk tim Satgas Karhutla.

Lokasi yang terbakar adalah Hutan Raya Tahura Sultan Adam, Desa Mandiangin, Kecamatan Karang Intan Kabupaten Banjar.

Di areal lahan Hari Pangan Sedunia (HPS) di Jejangkit, Kabupaten Barito Kuala (Batola) serta lahan di Kecamatan Batang Alai Timur (BAT) Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST).

Saat itu bantuan, ada petugas pemadam kebakaran hingga mendaki demi menelusuri api dan memadamkan menggunakan jet shooter. Termasuk tim Daop Manggala Agni Kabupaten Banjar, anggota kepolisian, personil Yonif 623 Banjarbaru dan BPBD Kabupaten Banjar.

Sementara di sisi lain, dengan banyaknya kebakaran hutan dan lahan yang terjadi khusus di Kabupaten Banjar membuat sejumlah pihak kerjasama dalam penanganan tersebut.

Baca Juga :   MAHFUD MD: Sebutan 'Yang Mulia' bagi Hakim Sangat Berlebihan

Di antaranya Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalsel dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Banjar.

Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, DLH Provinsi Kalsel, A Dadang Sugiana, sejumlah cara dan tekhnologi difungsikan untuk penanganan tata kelola air.

Khususnya pada lahan gambut. Terutama di Kabupaten Banjar.“Selama ini setiap musim kemarau sering terjadi kebakaran.

Sehingga diperlukan adanya penanganan tata kelola air kawasan gambut agar menjadi lebih baik,” kata Dadang Sugiana pada kegiatan seminar pengelolaan bersama tata kelola air gambut untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan di Kalsel, kemarin.

Bahkan sebelum itu pula, dari Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Kalsel menilai kinerja Tim Restorasi Gambut Daerah (TRGD) Kalsel belum optimal seiring masih maraknya kebakaran hutan dan lahan.

Direktur Eksekutif Walhi Kalsel, Kisworo Dwi Cahyono, menuturkan TRGD belum bekerja optimal merevitalisasi lahan gambut karena terbentur urusan birokrasi.

Kisworo mengatakan sumber dana operasional TRGD di bawah Dinas Lingkungan Hidup Kalsel.

“Anggaran masih dipegang Dinas LH, TRGD belum melakukan kegiatan langsung dalan revitalisasi gambut. Kerjanya cuma sosialisasi,” ucap Kisworo selepas diskusi Pantau Gambut di Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat, Sabtu (22/9) lalu.

Menurut dia, Badan Restorasi Gambut dan pihak ketiga justru sudah berupaya nyata merevitalisasi lahan gambut di Kalsel.

Kisworo mencontohkan pembuatan 20 sumur bor di Kelurahan Syamsudin Noor, Kecamatan Landasan Ulin, Kota Banjarbaru yang digarap pihak ketiga.

Namun, Kiss begitu ia disapa melihat hanya tiga sumur bor yang efektif bekerja dari 20 sumur.

Kiss mengusulkan pembuatan sumur bor cukup di tiga-empat titik, tapi fokus di sekitaran permukiman penduduk agar rutin digunakan.

“Program sumur bor perlu dievaluasi. Sumur bor di Syamsudin Noor macet karena enggak pernah dipakai.” (ZI)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

PEMBUNUH SEORANG BURUH di Banjarmasin, Empat Tersangka Diamankan Polisi
PERKELAHIAN BERDARAH di Pekapuran Raya, Seorang Tewas Penuh Bacokan
KEPEDULIAN IJTI Kalsel untuk Insan Pers dan Masyarakat
DPRD KALSEL Soroti Tingginya Peredaran Narkotika
SUMBANG ATLET TERBANYAK, Kalsel Berpeluang jadi Pusat Pembinaan Esports Nasional
DISIAPKAN 118 Miliar THR PNS dan PPPK Pemprov Kalsel, 16 Maret Dimulai
KPK: Diduga Ada Kepala Daerah Lain yang Beri THR buat Polisi hingga Jaksa
WARGA Mudik Gratis ke Seluruh Kabupaten

Berita Terkait

Minggu, 15 Maret 2026 - 21:13

DIAMANKAN Lima Pelaku Penyalahgunaan BBM Subsidi

Jumat, 13 Maret 2026 - 22:33

AKHIRNYA! Santri Irfan Berpulang, Jenazah Dipulangkan ke Kayong Utara

Kamis, 12 Maret 2026 - 21:12

SANTRI Diduga Alami Kekerasan, Wajah Lebam dan Belum Sadar

Kamis, 12 Maret 2026 - 20:13

AZIM, Beruang Madu Dilepasliarkan di Gunung Tarak

Rabu, 11 Maret 2026 - 23:17

WASPADA! Kaltim-Kalbar Berpotensi Diguyur Hujan Selama 11-16 Maret

Rabu, 11 Maret 2026 - 23:03

DUA Tahanan Kabur Ditangkap di Sintang, 1 Masih Buron

Selasa, 10 Maret 2026 - 00:51

DENTUMAN 229 Meriam Karbit Siap Sambut Lebaran

Minggu, 8 Maret 2026 - 21:46

DEMI Beli Sabu, Dua Pria Curi Mesin Jahit Antik

Berita Terbaru

Ekonomi

KEPEDULIAN IJTI Kalsel untuk Insan Pers dan Masyarakat

Senin, 16 Mar 2026 - 12:45

Hukum

DPRD KALSEL Soroti Tingginya Peredaran Narkotika

Minggu, 15 Mar 2026 - 23:35

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca