Generasi Milenial Rawan ‘Terprovokasi’ di Era Unicorn

Generasi Milenial Rawan ‘Terprovokasi’ di Era Unicorn

Suarindonesia – Menyusul semakin pesatnya dunia internet atau zaman Z sekarang membuat siapa saja dengan sangat mudah mendapatkan informasi yang dibutuhkan mulai sistim bisnis, belanja, telekominasi, hingga bercinta bisa dilakukan melalui dunia maya.

Bahkan dari belahan dunia manapun dengan komunikasi melalui dunia maya atau internet sangat dekat dan hampir tak ada batas . Karena itulah sangat wajar kalau era unicron ini sangat digandrungi para generasi milenial yang berdampak dengan mudah terprovokasi.

Berlatar belakang itu semua, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Banjarmasin melaksanakan kegiatan seminar wawasan kebangsaan bersama para pendidik (guru)dan pelajar tingkat SMA se Kota Banjarmasin, di Badan Diklat Kota Banjarmasin, Rabu (25/04/2019).

Dari sekitar 60 perwakilan dari sekolah di Banjarmasin yang mengikuti seminar bertemakan “Peran Pemuda di Era Milenial Dalam Memperkokoh NKRI’’, dikuti puluhan peserta dari pelajar maupun pembina OSIS, perwakilan sekolah yang diberikan pemahaman dan pentingnya proteksi diri dari nerbagai isu – isu yang menyebar dan memprovokasi siapa saja terutama generasi muda.

Dosen Fisip ULM Banjarmasin DR H Acep Supriadi MPd. MAP mengungkapkan, cepatnya pergerakan teknologi baik dari segi ekonomi, sosial dan budaya memang tak bisa dibendung lagi dan sangat berpengaruh terhadap karakteristik di masyarakat.

Dijelaskan di zaman Z atau istilah kerennya lagi zaman unicorn di mana kini masyarakat lebih memandang cepatnya berbasis IT.

Menurutnya, pola-pola itu bisa memberikan kemudahan dalam berinteraksi dan bertransaksi.

“Apalagi kini bisa digunakan lewat HP android, apa saja sangat mudah didapatkan. Dapat disebut seperti menggenggam dunia,” katanya.

Kendati begitu, yang perlu diingat, ujar Acep, ada hal negatif yang juga turut muncul. Seperti membuat hubungan sosial masyarakat menjadi minim. “Jadi alangkah baiknya, hal-hal semacam ini harus diimbang. Kita tidak mungkin menolaknya. Tapi paling tidak kita bisa memberikan keseimbangan di dalamnya,” kata Acep.

Sedangkan Kepala Kesbangpol Banjarmasin, Drs HM Kasman mengatakan, pengaruh luar yang tak jarang membawa dampak negatif dan mengancam keutuhan bangsa sudah hampir tak terbendung.

“Pada umumnya gemerasi muda yang labil, mudah terpengaruh. Kegiatan ini untuk memperkokoh tentang ilmu kenegaraan bagi mereka,” ujar Kasman.

Selain itu, materi-materi tentang Pancasila dan ilmu kenegaraan sudah cukup jarang dijumpai, khususnya bagi para pelajar seiring sudah ditiadakannya pelajaran Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4) di sekolah.

“Keberadaan negara ini berkat perjuangan orang terdahulu. Lalu itu dipupuk kembali. Agar jangan sampai lupa. Jika memperjuangkan negara ini bukan hal gampang,” imbuhnya.

Menurut mantan Kadishub Kota Banjarmasin ini, perubahan zaman juga dapat mempengaruhi generasi milenial ini dalam kebiasaan beperilaku dan pola pikirnya.

Meski demikian, sebagai harapan bangsa, para generasi milennial juga harus memahami akar pokok berdirinya negara, indikator bagaimana negara menjadi kuat. “Hal itu yang harus dipahami generasi milennial, untuk.menumbuhkan.kecintaan kepada bangsanya.sendiri,” ucapnya di sela kegiatan.

Ia menambahkan, memang sudah sepatutnya pola pembinaan wawasan kebangsaan terus diberikan sebagai filter sekaligus menjadi rambu-rambu agar pengaruh pesatnya perkembangan era globalisasi sekarang ini bisa terus berimbang dengan rasa memiliki dan mencintai bangsa dan negara.

“Walaupun kita orang yang modern tapi tetap harus menjaga nilai-nilai berbangsa dan bernegara. Tetap harus menjadi warganegara yang baik. Memahami wawasan kebangsaan, sehingga menjadi modal untuk mempertahankan NKRI,” demikian Kepala Kesbangpol Banjarmasin, Drs HM Kasman.(SU)

 301 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: