FINAL PILKADA : 01 Vs Suara tidak Sah

- Penulis

Selasa, 26 November 2024 - 21:55 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Noorhalis Majid

Noorhalis Majid

SuarIndonesia – “Saya pastikan, sejarah kelak akan mencatat, inilah Pilkada paling membingungkan – paling aneh bin ajaib di dunia, dimana tidak ada alternatif bagi warga memberikan suaranya.

Hanya ada dua kemungkinan, memilih 01 atau suara dianggap tidak sah. Seperti final pertandingan, 01 VS Suara tidak Sah”.

Banyak yang hopeless, terasa percuma datang ke TPS. Untuk apa KPU dan seluruh penyelenggara dibayar mahal, kalau kerjanya justru mematikan demokrasi.

Kenapa tidak sekalian saja langsung pelantikan? Tidak perlu ada Pilkada yang menguras waktu, tenaga dan biaya?

“Saya tidak berkepentingan pada siapapun yang akan menang atau terpilih, saya berkepentingan menyuarakan prinsif-prinsif demokrasi yang memberi hak bagi semua orang secara setara, jujur dan adil memberikan suaranya,”.

Tidak bolah ada perampasan dan pembungkaman hak atas nama apapun, apalagi menggunakan institusi demokrasi bernama penyelenggara pemilu, untuk membunuh demokrasi itu sendiri.

Demokrasi ditemukan masyarakat modern, sebagai cara paling beradab mempergilirkan kekuasaan. Kalau demokrasi tidak ditemukan, mungkin saja pergiliran kekuasaan dilakukan dengan cara saling membunuh, sebagaimana dilakukan Ken Arok pada Tunggul Ametung dan banyak contoh lainnya, dimana kekuasaan dipergilirkan dengan laku kekerasan. Tentu kita bukan seperti itu, kita sangat beradab dan modern.

Karenanya jangan buat demokrasi menjadi barbar kembali. Bahkan seharusnya dirancang, dibuat dan dipraktikkan secara semakin modern dan canggih, agar demokrasi yang tidak final tersebut semakin sempurna.

Sekarang, segala yang terjadi di ujung kampung yang “di unjut”, informasinya dapat diakses di seluruh dunia. Apalagi praktik ini terjadi di pusat Ibu Kota Provinsi Kalimantan Selatan, kota dengan masyarakat terpelajar dan berpendidikannya tertinggi se Kalimantan Selatan, tentu semua yang terjadi menjadi rujukan, menjadi contoh, suri tauladan, menjadi referensi dalam menjalankan demokrasi.

Oleh: Noorhalis Majid (Ambin Demokrasi)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

KARHUTLA Kalimantan “Alarm Keras” Jangan Hanya Padamkan Api, Periksa Tata Kelola
SPIRITUALITAS AGUSTUSAN, Semangat Huma Betang dan Masa Depan Gerakan Sosial Dayak
Mengapa Gugatan Terhadap PLN Diajukan ke PTUN ?
MENGAPA Gerakan Dayak Harus Bersatu
Memelihara Harapan, Catatan Hendry Ch Bangun
PEMERINTAH, Gaduh Oleh Ulah Sendiri
MELAYANI dengan Kearifan Lokal, Bertumbuh di Era Digital
PENGADAAN MOBIL Listrik yang “Menyengat” Warga Miskin

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 21:58

KARHUTLA Kalteng: Ada 25 Tersangka, 4 Perusahaan Diselidiki

Selasa, 8 September 2026 - 21:53

OMC Berhasil Turunkan Hujan di Palangka Raya

Selasa, 8 September 2026 - 20:47

TATA KELOLA Air Kunci Cegah Kebakaran Lahan Gambut

Selasa, 8 September 2026 - 20:34

MANFAATKAN Inovasi Cairan Surfaktan Tangani Karhutla

Senin, 7 September 2026 - 23:24

DUA Wanita Tarakan Selundupkan 35 Bungkus Narkoba Pakai Cokelat

Senin, 7 September 2026 - 22:59

HUJAN Guyur Sejumlah Wilayah di Kotim

Senin, 7 September 2026 - 22:54

OMC Kalteng Terkendala Langit Minim Awan

Senin, 7 September 2026 - 22:12

POLRI Tetapkan 138 Tersangka Karhutla

Berita Terbaru

Hujan lebat terjadi di sepanjang Jalan Tjilik Riwut, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Selasa (8/9/2026) petang.(Foto: Kompas.com)

Kalteng

OMC Berhasil Turunkan Hujan di Palangka Raya

Selasa, 8 Sep 2026 - 21:53

Hujan di Kalsel. (Foto: Istimewa)

Balangan

HUJAN Guyur Sejumlah Daerah di Kalsel

Selasa, 8 Sep 2026 - 21:38

Api membakar lahan di Desa Tumbang Nusa, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, Minggu (30/8/2026). (Foto: Antara/Auliya Rahman)

Kalteng

TATA KELOLA Air Kunci Cegah Kebakaran Lahan Gambut

Selasa, 8 Sep 2026 - 20:47

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca