FEBRI DIANSYAH: Bingung soal SYL Sempat Hilang saat Penyelidikan KPK

- Penulis

Selasa, 4 Juni 2024 - 00:50

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Advokat Febri Diansyah mengaku bingung ketika mendengar isu eks Mentan Syahrul Yasin Limpo (SYL) menghilang saat penyelidikan KPK. [CNN Indonesia/Adi Ibrahim]

Advokat Febri Diansyah mengaku bingung ketika mendengar isu eks Mentan Syahrul Yasin Limpo (SYL) menghilang saat penyelidikan KPK. [CNN Indonesia/Adi Ibrahim]

SuarIndonesia — Advokat Febri Diansyah mengaku bingung ketika mendengar mantan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) sempat menghilang saat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjalankan penyelidikan korupsi di kementeriannya.

Hal itu terungkap saat Febri dihadirkan sebagai saksi oleh jaksa penuntut umum (JPU) KPK dalam sidang perkara dugaan pemerasan dan penerimaan gratifikasi yang menjerat SYL di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, dikutip dari CNN Indonesia, Senin (3/6/2024).

Mulanya, Hakim Fahzal Hendri bertanya apakah Febri masih menjadi kuasa hukum saat SYL menghadiri KTT G20.

Febri pun bertanya balik, apakah waktu yang dimaksud itu pada bulan September.

“Iya, jadi Pak Syahrul Yasin Limpo ini berdasarkan berita dari media massa kan terputus komunikasi, tak bisa dihubungi. Masih ingat nggak itu?” tanya hakim.

Febri menjawab dirinya saat itu masih menjadi kuasa hukum SYL. Ia bahkan menyebut pihaknya masih berstatus kuasa hukum sebelum ada upaya penggeledahan.

Kemudian, Hakim pun bertanya apakah Febri masih dapat menghubungi SYL ketika isu hilang itu muncul di publik.

Menurut Febri, saat itu SYL sedang ada acara dalam rangka menjalankan tugas di KTT G20.

“Sebelum acara saya diinformasikan bahwa ada penugasan ke KTT G20 dan saya sampaikan ke Pak Syahrul pada saat itu, ‘Pak, ini bapak kan dalam saat menjalankan tugas dan untuk kepentingan publik di bidang pertanian, jadi ada baiknya ketika bapak berada di luar negeri informasi-informasi terkait dengan kegiatan pertemuan itu disampaikan ke publik’. Dan saya diinformasikan ada foto kemudian ada poin-poin pembicaraan dan lain-lain,” tutur Febri.

Selain itu, Febri mengaku merasa bingung ketika ada isu SYL hilang. Febri menyebut KPK belum memanggil SYL kala itu.

Baca Juga :   PEJABAT PUPR HST Diduga Korupsi Proyek Jalan di Dua Desa

“Berarti saudara sebagai penasihat hukum masih bisa menghubungi Pak Syahrul Yasin Limpo khususnya?” tanya hakim.

Hakim pun bertanya apakah Febri, yang saat itu berstatus kuasa hukum, masih dapat menghubungi SYL.

“Ya saat itu ada update yang saya terima dalam posisi di KTT G20 tersebut tapi memang sejujurnya saya juga agak bingung dengan informasi yang berkembang saat itu karena Pak Syahrul kan tidak pernah dipanggil ya sebelum KTT G20 tersebut untuk pemeriksaan, dan kemudian ketika sedang menjalankan tugas diisukan hilang,” ujar Febri.

“Kalaupun pada saat isu hilang tersebut dalam tanda kutip kemudian ada komunikasi dengan kami dan ada panggilan tentu saja kami pasti menyarankan agar kooperatif dan memenuhi panggilan KPK, itu selalu kami lakukan,” imbuh Febri.

SYL tiba di Indonesia pada Rabu, 4 Oktober 2023 setelah sempat dikabarkan ‘hilang’ pasca-penggeledahan rumah oleh KPK terkait kasus dugaan tipikor di lingkungan Kementerian Pertanian. Saat itu, SYL belum mundur dari posisi Menteri Pertanian.

SYL bersama dua terdakwa lainnya, yakni Sekjen Kementan Kasdi Subagyono dan Direktur Alat dan Mesin Pertanian Ditjen Prasarana dan Sarana Kementan Muhammad Hatta diadili atas kasus dugaan pemerasan hingga mencapai Rp44.546.079.044 dan gratifikasi dianggap suap sejumlah Rp40.647.444.494 selama periode 2020-2023.

Tak hanya itu, SYL juga telah ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Kasus tersebut masih dalam tahap penyidikan di KPK. [*/UT]

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

TERUNGKAP P.elaku Percobaan Pemerkosaan di Rawasari, Korban Melawan
KEJAGUNG Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto Tersangka Korupsi Nikel
TANGANI KBGO, Kemkomdigi Ketatkan Pengawasan Platform Digital
LULUSAN SR Dijanjikan Beasiwa dan Peluang Kerja
KERIBUTAN di Depan Tempat Gym, Seorang Pria Keluarkan “Pistol”
RUPIAH Menguat Dipicu Ketegangan Geopolitik yang Mereda
20 PERSONEL Tim SAR Dikerahkan Cari Helikopter Hilang di Sekadau
MANTAN Kadistamben Kukar Ditahan Terkait Dugaan Korupsi Rp500 M
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 20:51

KEJAGUNG Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto Tersangka Korupsi Nikel

Kamis, 16 April 2026 - 20:41

TANGANI KBGO, Kemkomdigi Ketatkan Pengawasan Platform Digital

Kamis, 16 April 2026 - 19:45

LULUSAN SR Dijanjikan Beasiwa dan Peluang Kerja

Kamis, 16 April 2026 - 19:17

20 PERSONEL Tim SAR Dikerahkan Cari Helikopter Hilang di Sekadau

Rabu, 15 April 2026 - 21:24

MENHAJ: Kesiapan Layanan Haji Indonesia Sudah Hampir Selesai

Rabu, 15 April 2026 - 21:09

DISIAPKAN Insentif Fiskal Masif Dukung Program 3 Juta Rumah

Rabu, 15 April 2026 - 00:27

SOAL “WAR TICKET”, Menhaj Hentikan Pembahasan jika Dianggap Prematur

Selasa, 14 April 2026 - 21:25

TAK BER-AMDAL Belasan Perusahaan Tambang di Kalsel, Picu Reaksi Keras Pansus III DPRD Cabut Izin Usaha

Berita Terbaru

Menteri Sosial Saifullah Yusuf memberikan arahan dalam Musrenbang Provinsi Nusa Tenggara Barat di Mataram, Kamis (16/4/2026). (Antara/Sugiharto P)

Nasional

LULUSAN SR Dijanjikan Beasiwa dan Peluang Kerja

Kamis, 16 Apr 2026 - 19:45

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca