DUGAAN KORUPSI di Dinas Lingkungan Hidup, Bendahara Rekayasa Anggaran untuk Dana Operasional Kadis

- Penulis

Rabu, 6 Juli 2022 - 17:40 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – Dugaan korupsi yang dilakukan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kotabaru non aktif Arif Fadillah dan Bendahara Pengeluaran non aktif Achmadi terungkap di persidangan, kalau selaku kepala dinas meminta ke Kasubag Keuangan yang dijabat Darmasyah untuk menyediakan dana operasional kepala dinas.

Karena dana operasiopnal ini tidak tercantum dalam anggaran dinas lingkungan hoidup, maka terdakwa Ahmadi merekayasa anggaran dengan membuat belanja fiktif.

Hal ini terungkap ketika JPU Roh Wiharno dari kejaksaan Negeri Kotabaru menghadirkan saksi staf dari bendahara bernama Wiwiek dan Kasubag Keuangan Darmansyah pada sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Banjarmasin, Rabu (6/7.2022) di hadapan majelis hakim yang dipimpin hakim Jamser Simanjuntak.

Sebagai staf bendahara, Wiwiek hanya menjalankan perintah dari bendahara yakni terdakwa Ahmadi.

Menurut saksi Wiwiek semua anggaran untuk dana operasional Kepala Dinas, kwitansi pertanggunganjawab diberikan oleh terdakwqaq Ahmadi, yang diambil dari sebuah perusahaan penyalur BBM di Kotabaru berserta stempelnya

“Saya hanya mengerjakan apa yang disuruh bendahara dan ternyata sebuahnya itu merupakan rekayasa yang dibuat oleh terdakwa, seolah olah adanya pengeluaran untuk pembelian BBM untuk kendaraan angkut sampah,’’ aku Wiwiek.

Sementara saksi Darmansyah selaku Kasubag keuangan ketika ditanya oleh JPU maupun majelis sering lupa dan tidak tahun.

Begitu pula ketiga ditanya ia setiap bulan menerima Rop 5 juta selama setahun, Darmansyah hanya terdiam. Begitu juga Wiwiek yang merupakan tenaga honorer juga menerima tiap bulan Rp 2 juta juga hanya bisa tertnduk ketiga ditanya majelis, sembari terisak.

“Tahan dulu tangisnya,’’pinta Jamser. Kemudian ia mel;anjutkan bahwa ia bersedia mengembalikan uang yang diterimanya tersebut dengan dibantu oleh mertua. Mertuamu masih sayang sama kamu,’’Jamser penimpali.

Sidang kedua terdakwa yanag dilakukan secara virtual tersebut, kendati berkas keduanya dipisah, namun pada sidang dilaukan bersama sama kaena saksi yang sama pula.

Baca Juga :   SENGKETA PELAYANAN Ketenagalistrikan Bergulir “ke Meja Hijau” PTUN Banjarmasin

Menurut dakwaan JPU kalau keduanya telah melakukan penyalahgunaan anggaran penyedia jasa pemeliharaan, biaya pemeliharaan pajak, perizinan, kendaraan dinas, dan operasional lapangan di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kotabaru pada kurun waktu tahun anggaran 2020 dan 2021.

Hasil laporan audit dari Inspektorat Kabupaten Kotabaru, total penghitungan kerugian keuangan negara akibat perbuatan keduanya periode 2020 dan 2021 sebesar Rp2 miliar lebih.

Atas perbuatan keduanya, jaksa menjerat kedua terdakwa melanggat pasal 2 jo pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 untuk dakwaan primaair,

Sedangkan dakwaan subsidair melanggat pasal 3 jo pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1.

Dan lebih subsdiar melanggar melanggat pasal 9 jo pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 untuk dakwaan primaair. (HD)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

MEMBANGGAKAN Sari Patin Kayu Tangi Juara Terbaik 1 Patuh Pajak Selama 4 Tahun Berturut-turut
KASUS PENYADAPAN ILEGAL: Kapolri Bentuk Tim Khusus
AHLI ULM Beberkan Dampak Teknis Pemadaman Listrik Kalselteng di  PTUN Banjarmasin
LISTYO dkk Kini Ditahan di Rutan Mako Brimob
KORUPSI TAMBANG BATU BARA: Samin Tan Didakwa Rugikan Negara Rp 17,7 T
TERBUKTI TERIMA SUAP, Eks Ketua Ombudsman Divonis 5 Tahun Penjara
MENGHARGAI Nilai-nilai Luhur Budaya, Peringatan 400 Tahun Syekh Yusuf Al-Makassari di Kalsel
KEMENHUB DESAK ASURANSI P&I Tunjuk Mitra Lokal Angkat Bangkai KM Virgo Transport 8

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 22:21

KASUS PENYADAPAN ILEGAL: Kapolri Bentuk Tim Khusus

Kamis, 5 November 2026 - 21:46

SIDANG TUDINGAN IJAZAH PALSU: Jokowi Salami Roy Suryo Usai Bersaksi

Kamis, 5 November 2026 - 21:33

LISTYO dkk Kini Ditahan di Rutan Mako Brimob

Kamis, 5 November 2026 - 20:20

18 JUTA KELUARGA Terdaftar Perlinsos Digital

Kamis, 5 November 2026 - 19:47

KORUPSI TAMBANG BATU BARA: Samin Tan Didakwa Rugikan Negara Rp 17,7 T

Kamis, 5 November 2026 - 19:40

LUAS KARHUTLA Kalteng Meningkat

Kamis, 5 November 2026 - 19:35

TERBUKTI TERIMA SUAP, Eks Ketua Ombudsman Divonis 5 Tahun Penjara

Kamis, 5 November 2026 - 15:52

UPDATE, Tiga Personel TNI AD Gugur Musibah Helikopter Mi 17 di Kalteng

Berita Terbaru

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko dan Dirtipidsiber Bareskrim Polri Brigjen Pol Dr Suhermanto menggelar jumpa pers terkait perkembangan kasus penyadapan Presiden Prabowo di Jakarta, Kamis (5/11/2026) malam. (CNN Indonesia TV)

Headline

LISTYO dkk Kini Ditahan di Rutan Mako Brimob

Kamis, 5 Nov 2026 - 21:33