“DREAM TEAM” untuk Tangani Stunting

- Penulis

Kamis, 3 Juli 2025 - 00:18 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mendukbangga/Kepala BKKBN Wihaji (depan) saat ditemui media usai acara pembukaan pelatihan dasar CPNS Kemendukbangga/BKKBN di Jakarta, Rabu (2/7/2025). (ANTARA/Lintang BP)

Mendukbangga/Kepala BKKBN Wihaji (depan) saat ditemui media usai acara pembukaan pelatihan dasar CPNS Kemendukbangga/BKKBN di Jakarta, Rabu (2/7/2025). (ANTARA/Lintang BP)

SuarIndonesia — Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN Wihaji mengatakan bahwa pemerintah saat ini tengah berkolaborasi membentuk dream team untuk menangani stunting.

Hal tersebut disampaikan Wihaji saat ditemui di Kantor Kemendukbangga/BKKBN, Jakarta, Rabu (2/7/2025), usai pembukaan pelatihan dasar CPNS Kemendukbangga/BKKBN.

“Istilahnya dream team, jadi kebersamaan untuk menyelesaikan stunting, walaupun belum sempurna,” katanya.

Ia menjelaskan, Kemendukbangga/BKKBN juga akan fokus mengatasi stunting dari hulu, termasuk untuk urusan air bersih dan sanitasi, serta nutrisi atau gizi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berkolaborasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN).

“Mesti ada yang urusi air bersih dan sanitasi, tetapi secara nutrisi, salah satu yang kemarin menarik dan sangat bagus untuk memastikan semua balita ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD harus ditangani oleh BGN, tenaganya Kemendukbangga, pendistribusiannya Kemendukbangga, datanya Kemendukbangga, tetapi fisik, materi, dan MBG-nya dari BGN,” tutur Wihaji dilansir dari AntaraNews.

Wihaji juga mengemukakan, penanganan stunting akan lebih tajam dan jelas dengan kolaborasi antarlembaga yang akan dibenahi di tahun 2025 ini, termasuk mengoptimalkan MBG untuk sasaran ibu hamil, ibu menyusui, dan balita melalui penandatanganan kerja sama yang sudah dilakukan bersama BGN.

“Nanti akan lebih jelas siapa melakukan apa, kemudian di mana. Jadi, kementerian kita melakukan pendataan, pendistribusian, dan melakukan evaluasi khusus MBG, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD. Program ini juga satu-satunya di dunia,” tuturnya.

Sebelumnya, Wihaji menyatakan bahwa pemerintah akan memprioritaskan menangani 1,4 juta keluarga risiko stunting di desil 1 atau kelompok rumah tangga miskin yang menempati 10 persen terbawah dalam tingkat kesejahteraan secara nasional.

Baca Juga :   MENU MBG di Seruyan Positif Mengandung Bakteri

“Berdasarkan sistem informasi keluarga, dari 42 juta pasangan usia subur, ada 8,6 juta keluarga risiko stunting di desil 1 (miskin) sebanyak 1,4 juta, ini menjadi prioritas,” katanya dalam Rapat Kerja bersama Komisi IX DPR RI di Jakarta, Selasa (1/7/2025).

Wihaji juga mengemukakan pentingnya melibatkan tokoh agama, tokoh adat, maupun tokoh masyarakat dalam rangka penurunan angka stunting, mengingat di daerah, masyarakat sebagian besar masih lebih mendengarkan atau mempercayai para tokoh tersebut.

“Kita akan menangani nutrisi, akses air bersih, serta edukasi pencegahan dan penanganan yang juga sangat penting. Kadang, masyarakat lebih menghormati tokoh agama dan tokoh adat, ini juga memengaruhi perilaku pencegahan stunting,” ujar dia.

Ia menambahkan, jamban sehat dan rumah layak huni menjadi bagian yang tidak terpisahkan penyebab stunting dari faktor non-nutrisi, untuk itu, ke depan, pemerintah akan lebih fokus ke hulu atau penyebab keluarga berisiko stunting.

“Dari 8,6 juta keluarga risiko stunting, ada 3,7 juta keluarga tidak memiliki jamban layak, 1,9 juta keluarga tidak memiliki air minum utama yang layak, dan 4,3 juta keluarga dengan pasangan usia subur empat terlalu (terlalu muda, terlalu tua, terlalu dekat, dan terlalu banyak), serta tidak menggunakan KB modern,” ucap Wihaji. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

MASSA AKSI Mulai Membubarkan Diri dari Depan Gedung DPR/MPR RI
PRAPERADILAN Febrie Ditolak
AKSI Tanggap Lingkungan Dipimpin Kapolsek Banjarmasin Selatan
KASUS Korupsi Kouta Haji: Hakim Tolak Perlawanan Eks Menag Yaqut
TERBAKAR Mobil Pick up Bermuatan 10 Jerigen Solar
KPK: Korupsi di Pengadaan Bisa Bikin Kualitas Pembangunan Turun
DIBONGKAR Sindikat Penyelundupan Emas Ilegal ke Hong Kong
27.485 SPPG Diaudit dan 463 Dapur MBG Dibekukan Sementara

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 22:53

BANJIR NEPAL: Lebih dari 270 Orang Tewas, Hampir 1.400 Hilang

Kamis, 27 Agustus 2026 - 22:44

MASSA AKSI Mulai Membubarkan Diri dari Depan Gedung DPR/MPR RI

Kamis, 27 Agustus 2026 - 22:12

AKSI Tanggap Lingkungan Dipimpin Kapolsek Banjarmasin Selatan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 20:07

3 TON Sisik Trenggiling Gagal Diselundupkan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 19:49

UDARA Pontianak Berbahaya Warga Diminta Kurangi Kegiatan di Luar

Kamis, 27 Agustus 2026 - 13:05

POLDA KALSEL Kerahkan 350 Personel Gabungan dan Siapkan Kolam Bioflok Portable

Kamis, 27 Agustus 2026 - 12:28

USAI TELPONAN Seorang Pemuda Gantung Diri di Halaman Tetangga

Rabu, 26 Agustus 2026 - 21:37

KEPEDULIAN Anggota Partai UMMAT Kalsel

Berita Terbaru

Lumpur penuhi permukiman di Nepal usai banjir bandang. (Foto: REUTERS/Navesh Chitrakar)

Internasional

BANJIR NEPAL: Lebih dari 270 Orang Tewas, Hampir 1.400 Hilang

Kamis, 27 Agu 2026 - 22:53

Mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah. (detikcom/Gilang Faturahman)

Hukum

PRAPERADILAN Febrie Ditolak

Kamis, 27 Agu 2026 - 22:29

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca