DISOROTI DPRD Balangan Klaim BPJS dan Kekosongan Obat

- Penulis

Rabu, 12 Agustus 2026 - 16:07 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua I DPRD Balangan, M. Rizkan (kanan)

Wakil Ketua I DPRD Balangan, M. Rizkan (kanan)

Suarindonesia – DPRD Kabupaten Balangan menyoroti serius persoalan pelayanan kesehatan di sejumlah Puskesmas, mulai dari klaim BPJS Kesehatan yang belum dapat dibayarkan hingga kekosongan obat.

Persoalan tersebut mencuat dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar DPRD Balangan, Senin (10/8/2026). Rapat dihadiri hampir seluruh anggota DPRD Balangan, perwakilan BPJS Kesehatan Cabang Barabai, RSUD Datu Kandang Haji, Dinas Kesehatan Balangan, serta kepala Puskesmas se-Kabupaten Balangan.

Dalam RDP, terungkap adanya klaim BPJS Kesehatan dari sejumlah Puskesmas yang belum dapat diproses. Kondisi ini dinilai berpotensi mengganggu operasional dan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Selain persoalan klaim, DPRD juga menerima keluhan terkait kekosongan obat di sejumlah Puskesmas.

Pimpinan rapat, Wakil Ketua I DPRD Balangan, M. Rizkan, menegaskan bahwa persoalan administrasi tidak boleh sampai menghambat pelayanan kepada masyarakat.

“Berdasarkan aturan, untuk melakukan akreditasi Puskesmas harus melakukan pelayanan selama 12 bulan. Kalau tidak bisa melakukan pelayanan atau klaim BPJS, untuk apa penandatanganan kerja sama dilakukan lebih dulu,” ujarnya.

Menurut Rizkan, DPRD tidak ingin persoalan antara Puskesmas dan BPJS Kesehatan berlarut-larut hingga berdampak terhadap masyarakat yang membutuhkan pelayanan.

Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Barabai, Nancy Agitha, menjelaskan pihaknya telah mengambil kebijakan agar proses klaim Puskesmas tetap dapat dilakukan melalui penandatanganan surat pernyataan.

Dalam kebijakan tersebut, Puskesmas menyatakan kesediaan mengembalikan dana apabila di kemudian hari ditemukan adanya persoalan dalam proses audit.

“Kebijakan itu yang sudah saya ambil. Kami berkomitmen tidak melakukan audit dari internal, tetapi kami tidak bisa menghalangi pihak luar seperti BPK maupun BPKP untuk melakukan audit,” jelasnya.

Besarnya persoalan klaim juga disampaikan Kepala Puskesmas Awayan, dr. Whimpy. Ia mengungkapkan, saat ini terdapat lebih dari Rp100 juta klaim BPJS Kesehatan yang belum dapat dibayarkan.

Baca Juga :   SERENTAK di 17 Titik Karhutla Digempur Prajurit Korem 101/Antasari Bersama Tim Gabungan

Jika digabungkan dengan tiga Puskesmas rawat inap di Kecamatan Awayan, Batumandi dan Lampihong, total klaim yang belum dapat diproses diperkirakan mencapai sekitar Rp300 juta.

“Dari tiga Puskesmas rawat inap Kecamatan Awayan, Batumandi dan Lampihong kurang lebih Rp300 juta yang belum bisa diklaim BPJS. Jika itu pengembalian, akan memberatkan APBD,” ungkapnya.

Di sisi lain, Dinas Kesehatan Kabupaten Balangan memastikan persoalan ketersediaan obat mulai ditangani. Obat-obatan untuk Puskesmas disebut sudah dapat disediakan dan mulai didistribusikan setelah adanya nota bon dari Puskesmas.

Namun, DPRD Balangan menegaskan persoalan pelayanan kesehatan tidak boleh berhenti pada rapat dan pembahasan administratif semata. Penyelesaian konkret dinilai harus segera dilakukan agar masyarakat tidak menjadi pihak yang dirugikan.

Jika persoalan klaim BPJS, ketersediaan obat, dan pelayanan kesehatan tidak kunjung menemukan solusi, DPRD Balangan meminta Pemerintah Daerah mempertimbangkan pembentukan Panitia Khusus (Pansus) pelayanan kesehatan.

Langkah tersebut dinilai penting untuk mengurai akar persoalan secara menyeluruh, termasuk mengevaluasi sistem pelayanan, mekanisme klaim BPJS, ketersediaan obat, hingga koordinasi antara Puskesmas, Dinas Kesehatan dan BPJS Kesehatan.

DPRD Balangan berharap persoalan tersebut segera diselesaikan secara bersama-sama sehingga pelayanan kesehatan masyarakat tetap berjalan optimal dan persoalan serupa tidak kembali terjadi di kemudian hari.

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

SERENTAK di 17 Titik Karhutla Digempur Prajurit Korem 101/Antasari Bersama Tim Gabungan
DISIDAK Saiful Arif UPT Pasar Paringin atas Keluhan Pedagang
Saiful Arif Dorong Disdukcapil Miliki Gudang Arsip Standar
DIDORONG Wakil ketua II DPRD Balangan Saiful Arif Kesiapsiagaan Bencana Melalui Media Sosial
CEGAH STUNTING dari Desa, Nor Fajeri Dorong Penguatan Peran Ibu Hamil dan Kader Kesehatan
DPRD dan Pemkab Balangan Tandatangani Kesepakatan Perubahan APBD 2026
“B2SA” Mengantarkan Kabupaten Balangan Meraih Juara Pertama Tingkat Provinsi Kalsel
POKDARWIS di Balangan Diberi Pelatihan dan Simulasi Rescue

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 18:00

DISETUJUI Komisi III DPR RI Tambahan Anggaran Kejagung 22,1 Triliun Disertai Sejumlah Catatan

Senin, 31 Agustus 2026 - 20:10

KASUS KPP Banjarmasin, KPK: Geledah 8 Lokasi Selama 3 Hari

Senin, 31 Agustus 2026 - 19:43

GUS KIKIN Ketua Umum PBNU 2026-2031

Senin, 31 Agustus 2026 - 19:29

HOTSPOT Karhutla Meningkat di Tiga Provinsi Kalimantan

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 23:01

DANKODAERAL XIII Turun ke Lokasi Karhutla di Gambut Kalsel

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 16:54

KUNJUNGAN KOMJAK RI Diterima Kajati Kalsel dan Dilanjut Dialog dengan Mahasiswa

Jumat, 28 Agustus 2026 - 20:48

MK Tetapkan Minimal Tiga Indikator Status Bencana Nasional

Jumat, 28 Agustus 2026 - 20:32

TERSANGKA Karhutla Bertambah jadi 89 Orang

Berita Terbaru

Pos Komando Penanganan Tanggap Darurat Karhutla Provinsi Kalimantan Tengah di Istana Isen Mulang, Rumah Jabatan Gubernur, Palangka Raya, (31/8/2026). (Foto: Antara/M Arif Hidayat)

Headline

KALTENG Status Tanggap Darurat Karhutla

Selasa, 1 Sep 2026 - 19:59

Dinkes Kalsel catat kasus ISPA 3.990 kasus. (Foto: HO-Diskominfokalsel)

Kalsel

PENDERITA ISPA Kalsel Capai 3.990 Orang

Selasa, 1 Sep 2026 - 19:54

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca