SuarIndonesia — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel) melalui Dinas Kehutanan mempercepat usulan mangrove FOLU Net Sink 2030 ke Kementerian Kehutanan (Kemenhut) dan kerja sama internasional perhutanan sosial, guna memperkuat kontribusi daerah terhadap target penurunan emisi serta pengelolaan hutan berkelanjutan.
Kepala Dinas Kehutanan (Dishut) Kalsel Fathimatuzzahra di Banjarbaru, Senin (2/3/2026), mengatakan dua agenda strategis tersebut merupakan program prioritas Dishut Kalsel pada Maret 2026.
“Percepatan perencanaan dua agenda strategis itu sangat penting, agar dukungan daerah terhadap target sektor kehutanan dan penggunaan lahan berjalan terukur, terkoordinasi, dan tepat sasaran,” ucapnya.
Ia menjelaskan agenda pertama mencakup usulan lokasi penanaman mangrove dalam kerangka FOLU Net Sink 2030 kategori NC 4 di sejumlah kabupaten dengan mempertimbangkan kesiapan lahan dan dukungan pemerintah setempat.
“Penetapan lokasi harus berbasis data spasial dan kesiapan tapak agar rehabilitasi pesisir efektif, sekaligus memperkuat kontribusi Kalimantan Selatan terhadap komitmen nasional penurunan emisi gas rumah kaca,” ujar Fathimatuzzahra, dilansir AntaraNews.
Sedangkan agenda kedua, kata dia, terkait dukungan perhutanan sosial melalui skema Blended Finance Model (BFM) hasil kolaborasi internasional dengan Global Green Growth Institute dan Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH).
Dishut Kalsel menegaskan skema pembiayaan kolaborasi tersebut diarahkan untuk memperkuat kapasitas kelembagaan dan operasional kelompok pengelola hutan sosial agar berdampak pada aspek ekologis, sekaligus peningkatan ekonomi masyarakat sekitar kawasan hutan. (*/ut)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















