DIGEMBOK Makam Sultan Suriansyah, Peziarah Pulang Kecewa

- Penulis

Jumat, 3 Juli 2020 - 20:37 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – Sejumlah masyarakat yang hendak berziarah ke makam Sultan Suriansyah tak kuasa menahan rasa kecewanya karena pagarnya digembok dan bertuliskan MAKAM INI DITUTUP semenanjung dalam keadaan Status Quo.

Seperti diungkapkan Nanang Buing, yang jarak rumahnya dengan makam hanya sekitar 20 meter, banyak peziarah yang kecewa dan berdoa di luar pagar makam.

”Saya prihatin dengan penziarah yang tidak bisa masuk ke makam Sultan Suriansyah, karena hingga hari ini makam masih digembok dan bertuliskan status quo,” katanya, Jumat ( 3/7/2020 ) pagi.

Terjadinya penggembokan makam Sultan Suriansyah diduga adanya rebutan pengelolaan, antara pengurus lama dan baru yang sama-sama mengklaim sebagai ahli waris.

Nanang mengungkapkan, kondisi makam seperti ini sangat disayangkan karena merupakan aset cagar budaya yang perlu dilestarikan.

Sementara itu, masyarakat yang berada di lokasi makam nampaknya cuek, tidak perduli dengan kondisi makam sekarang ini.

”Betul, masyarakat di sekitar sini cuek saja, meski hal ini berdampak terhadap pedagang yang biasanya mangkal di Jl Kuin Utara, persis di muka makam,” kata Inau, salah satu pemilik warung yang lokasinya persis di samping makam.

Baca Juga :   POLEMIK BBM di Kobar, Pengelola SPBU Ungkap Modus Barcode Ganda

Masyarakat setempat berharap agar makam ini dibuka kembali sehingga tidak mengganggu masyarakat yang ingin berziarah.

Walikota Banjarmasin H.Ibnu Sina ataupun pihak terkait diharapkan turun tangan menyelesaikan kasus ini. Jika tidak masalahnya tidak kunjung selesai.

”Kami berharap Pak Walikota turun tangan menyelesaikan masalah ini,” katanya.

Dan jangan hanya karena ego masing-masing oknum pengurus, dan rebutan mengelola harus “mematikan” tempat bersejarah di daerah ini.

Masyarakat sekitar berharap para pihak yang bertikai dan mengklaim sama-sama berhak mengelola makam, duduk satu meja mencari solusi terbaik.

”Jangan biarkan makam terus digembok, dan orang tidak bisa berziarah. Kalau pina katulahan kena,” demikian warga sekitar.(SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

MAHASISWA ULM Pelajari Kerja DPRD Kalsel Lewat Legislative Visit
PROGRAM REBOISASI Pasca Karhutla, Didesak DPRD Kalsel Masuk Prioritas 2027
GAGALKAN PENYELUNDUPAN Kendaraan Lintas Pulau, Hasil Sinergi Denpom Lanal dengan Polsek KPL Banjarmasin
DIDUKUNG Adaro, PWI Kalsel Bekali 24 Wartawan Hadapi UKW Angkatan XXIV
PANGDAM XXll/TB Didampingi Danrem 101/Ant dan Kepala BPBD Tinjau Posko Karhutla di Kalsel Sekaligus Salurkan Bantuan Presiden RI
PETIR MENGGELEGAR Tanpa Adanya Hujan di Wilayah Banjarmasin
KAPOLDA KALSEL Kumpul Bersama Masyarakat di Kampung Nusantara
SUMPAH PEMUDA 2026 Jangan Hanya Patriotik, Beranilah Menuntut Keadilan

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:13

MAHASISWA ULM Pelajari Kerja DPRD Kalsel Lewat Legislative Visit

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:09

PROGRAM REBOISASI Pasca Karhutla, Didesak DPRD Kalsel Masuk Prioritas 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 - 13:52

GAGALKAN PENYELUNDUPAN Kendaraan Lintas Pulau, Hasil Sinergi Denpom Lanal dengan Polsek KPL Banjarmasin

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:28

PANGDAM XXll/TB Didampingi Danrem 101/Ant dan Kepala BPBD Tinjau Posko Karhutla di Kalsel Sekaligus Salurkan Bantuan Presiden RI

Rabu, 28 Oktober 2026 - 22:45

PETIR MENGGELEGAR Tanpa Adanya Hujan di Wilayah Banjarmasin

Rabu, 28 Oktober 2026 - 22:12

HUJAN di KALSEL dan KALTENG Berkat Operasi Modifikasi Cuaca

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:12

KAPOLDA KALSEL Kumpul Bersama Masyarakat di Kampung Nusantara

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:44

DIALOG DAERAH Pembahasan Ranperda Prioritas Tahun 2027

Berita Terbaru


Ilustrasi visual yang menggambarkan kesiapan bantuan peralatan pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan serta lahan (karhutla) untuk 13 kabupaten di Kalimantan Tengah. (SI/UT/@Gemini.Ai)

Kalteng

SARPRAS PERANG Cegah Karhutla untuk 13 Kabupaten

Kamis, 29 Okt 2026 - 21:59