SuarIndonesia – Sejumlah masyarakat yang hendak berziarah ke makam Sultan Suriansyah tak kuasa menahan rasa kecewanya karena pagarnya digembok dan bertuliskan MAKAM INI DITUTUP semenanjung dalam keadaan Status Quo.
Seperti diungkapkan Nanang Buing, yang jarak rumahnya dengan makam hanya sekitar 20 meter, banyak peziarah yang kecewa dan berdoa di luar pagar makam.
”Saya prihatin dengan penziarah yang tidak bisa masuk ke makam Sultan Suriansyah, karena hingga hari ini makam masih digembok dan bertuliskan status quo,” katanya, Jumat ( 3/7/2020 ) pagi.
Terjadinya penggembokan makam Sultan Suriansyah diduga adanya rebutan pengelolaan, antara pengurus lama dan baru yang sama-sama mengklaim sebagai ahli waris.

Nanang mengungkapkan, kondisi makam seperti ini sangat disayangkan karena merupakan aset cagar budaya yang perlu dilestarikan.
Sementara itu, masyarakat yang berada di lokasi makam nampaknya cuek, tidak perduli dengan kondisi makam sekarang ini.
”Betul, masyarakat di sekitar sini cuek saja, meski hal ini berdampak terhadap pedagang yang biasanya mangkal di Jl Kuin Utara, persis di muka makam,” kata Inau, salah satu pemilik warung yang lokasinya persis di samping makam.
Masyarakat setempat berharap agar makam ini dibuka kembali sehingga tidak mengganggu masyarakat yang ingin berziarah.

Walikota Banjarmasin H.Ibnu Sina ataupun pihak terkait diharapkan turun tangan menyelesaikan kasus ini. Jika tidak masalahnya tidak kunjung selesai.
”Kami berharap Pak Walikota turun tangan menyelesaikan masalah ini,” katanya.
Dan jangan hanya karena ego masing-masing oknum pengurus, dan rebutan mengelola harus “mematikan” tempat bersejarah di daerah ini.
Masyarakat sekitar berharap para pihak yang bertikai dan mengklaim sama-sama berhak mengelola makam, duduk satu meja mencari solusi terbaik.
”Jangan biarkan makam terus digembok, dan orang tidak bisa berziarah. Kalau pina katulahan kena,” demikian warga sekitar.(SU)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















