Desmond, Soroti `Backing BBM’ dan Minta Pelaku Dihukum Berat

- Penulis

Kamis, 20 Desember 2018 - 01:49 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarindonesia – Anggota Komisi III DPR RI, yang membidangi Hukum dan HAM soroti atas kasus penyelewengan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kalsel.

Itu, yang diungkap anggota Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri dan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Kalsel, beberapa waktu lalu RI.

Semua ketika pertemuan dengan jajaran Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel) dan instansi terkait di Aula Matilda Batlayeri Mapolda Kalsel, Rabu (19/12).

“Ini harus ditangani serius dan terus ditelusuri yang backing (sokongan, bantuan atau dukungan,red) dari semua permianan itu.

Sikat dan hukum seberat-beratnya,’’ kata Ketua rombongan Komisi III DPR RI, Desmond Junaidi Mahesa, kepada awak media.

Dari semua, Desmond di hadapan yang sebelumnya bicara di hadapan Kapolda Kalsel, Irjen Polisi Yazid Fanani, Kajati Kalsel, Ade Eddy Adhyaksa, dan Ketua Pengadilan Tinggi Banjarmasin Yohannes, minta kepada pihak Jaksa dan Pengadilan dapat menuntut tinggi ancaman hukuman penjaranya.

Sebelumnya, Komite Anti Korupsi Indonesia Kalimantan Selatan (KAKI Kalsel) juga meminta usut tuntas kasus penyelewengan BBM ini.

“Kita tahu ketika itu ada beberapa perusahan yang bergerak transportir, dan ada dugaan perusahaan sudah lama mengirim BBM ilegal.

Artinya, pihak Polda Kalsel selain periksa atas dugaan terlibatnya pihak SPBU, orang-orang lainnya, juga memeriksa siapa pemilik perusahaan transportir ini,’’ kata Ketua KAKI Kalsel A Husaini, Selasa (18/12) lalu.

Dikatakan, ada dugaan selama ini dokumen dari surat jalan dan lainnya bukan dari Pertamina.

“Jadi surat itu berkedok transportir, padahal diangkut BBM ilegal.

Pengusutan tuntas oleh penyidik agar memberikan efek jera kepada mafia BBM.

Karena jelas sangat menyengsarakan masyarakat dan kerugian negara cukup besar,’’ ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, pada Minggu (16/12) dinihari, ditemukan barang bukti dari penggerebekan di gudang penampungan diketahui milik PT Azema Sugih Enegeri (ASE) dari 12 truk tangki BBM 5000 liter juga ada 4 truk milik PT Azeba Sugih Energi (ASE), 1 truk PT Mutiara Perdana Indah (MPI).

Sedangkan, dua truk bak kayu berisi tangki PT EBB.

Kemudian satu truk bok serta empat dumptruk bermuatan tangki solar.

Baca Juga :   KALIMANTAN Butuh Perluasan Transportasi untuk Buka Konektivitas

Polisi juga turut mengamankan dua mobil pick-up berisi belasan jerigen, perangkat komputer serta uang tunai ratusan juta yang diduga hasil dari transaksi ilegal itu.

Untuk TKP di PT ASE, Berangas Kecamatan Alalak Kabupaten Barito Kuala (Batola) disita uang Rp135 juta dengan BBM 61 ribu liter.

Dan gudang yang ada di Sungai Tabuk uang disita Rp109 juta dan BBM 6 ribu liter

Sisi lain, lima SPBU juga ditangani atas dugaan permainan tersebut.

Yakni SPBU di kawasan Veteran Banjarmasin, Jalan A Yani Km 6 Banjarmasin, di Km 17, Jalan Trans Kalimantan, Kelurahan Barangas Timur, Alalak Kabupaten Batola, berlanjut ke SPBU di Jalan A Yani Km 15, Gambut serta di SPBU di Lingkar Dalam, Banjarmasin.

Bahkan Kapolda Kalsel, Irjen Polisi Yazid Fanani atas adanya penyelewengan BBM bersubsidi di wilayahnya, minta pula agar para pelaku dihukum berat karena menyusahkan masyarakat.

“Penyalahgunaan BBM bersubsidi, itu hak rakyat. Jelas melanggar Undang-undang (UU) dan saya minta penyidik menjerat para tersangka dengan ancaman pasal yang berat sesuai yang diatur UU.

Apalagi ini berdampak menyusahkan rakyat,’’ tegas kapolda.

Dikatakan kapolda, perusahaan transportir BBM sebenarnya dapat mengambil langsung solar dari depo Pertamina.

Namun, karena untuk kepentingan pribadi, harganya yang dijual oleh depo akan lebih tinggi dibanding BBM bersubsidi yang memang untuk rakyat.

Para pelaku kemudian berupaya mencari untung lebih dengan cara mengambil solar dari SPBU.

Dari kasus itu, para pelaku akan dijerat dengan Undang-Undang (UU) Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas.

UU Nomor 25 Tahun 2003 yang diubah dengan UU Nomor 15 Tahun 2002 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) (ZI)

 

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

KEBAKARAN Melanda Kawasan Permukiman di Pangeran Antasari
AJANG PEMANASAN, Fourfeo PWI-Adaro 2026 Jelang Porwanas Lampung
RIBUAN JEMAAH Padati Kubah pada Peringatan Haul ke-80 Habib Basirih
LISTRIK SERING PADAM, Peternak Lempar Ribuan Bangkai Ayam ke PLN Palangka Raya
KASUS KORUPSI TAMBANG: Samin Tan Jalani Sidang Perdana Pekan Depan
KORBAN KARHUTLA: Ditolak MK! Gugatan 4 Warga Palangka Raya
TENGGILING BESAR Ditemukan di Banjarmasin
DUA KORPORASI TERSANGKA Karhutla Kalbar dan Kalteng, termasuk Satu PMA

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 21:10

TODONGKAN PISTOL! Perampok Sikat 13 HP

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 21:00

KEBAKARAN Melanda Kawasan Permukiman di Pangeran Antasari

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:36

KASUS KORUPSI TAMBANG: Samin Tan Jalani Sidang Perdana Pekan Depan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:26

KORBAN KARHUTLA: Ditolak MK! Gugatan 4 Warga Palangka Raya

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:14

TENGGILING BESAR Ditemukan di Banjarmasin

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:01

PENANGANAN KARHUTLA Dekat Bandara jadi Prioritas

Jumat, 30 Oktober 2026 - 22:51

DUA KORPORASI TERSANGKA Karhutla Kalbar dan Kalteng, termasuk Satu PMA

Jumat, 30 Oktober 2026 - 22:30

TEKUK PERSIS SOLO 2-1, Barito Putera Kudeta Puncak Klasemen Grup B

Berita Terbaru

Perampok menodongkan pistol dan menggasak 13 HP di Kobar tertangkap CCTV. (Foto: Istimewa)

Kalteng

TODONGKAN PISTOL! Perampok Sikat 13 HP

Minggu, 1 Nov 2026 - 21:10