SuarIndonesia – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarmasin, M Hilmi mengimbau masyarakat agar selalu waspada akan cuaca ekstrem yang terjadi akibat badai La Nina.
Berdasar data yang didapat pihaknya, ia memperkirakan puncak badai tersebut kemungkinan akan terjadi pada bulan Desember mendatang.
“Puncaknya di bulan Desember. Kita harap masyarakat selalu berhati hati, terutama di wilayah yang banyak pohon berukuran besar,” ucapnya pada awak media di Gedung Balaikota Banjarmasin, Senin (23/11/2020) siang.
Menurutnya, La Nina berpotensi meningkatkan jumlah curah hujan sebagian besar wilayah Indonesia, khususnya di Kota Banjarmasin yang selalu didampingi dengan angin kencang.
“Ini bisa kapan saja terjadi, khususnya di Bulan Desember,” ujarnya.
Sehingga, ia mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati, terutama di wilayah yang banyak pohonnya.
La Nina rupanya bukan hanya berdampak di Kota Banjarmasin, juga sebagian wilayah di Indonesia terjadi hujan deras dan juga disertai angin kencang
Bahkan bisa mengakibatkan beberapa pohon tumbang serta sebagian rumah yang hancur disapu tiupan angin.
Kendati demikian, ia mengaku sudah menyiapkan antisipasi apabila terjadi hal yang buruk, yakni dengan bekerja sama dengan instansi terkait.
“Kami bekerjasama dengan DLH, Dinas Pertanian bersama relawan untuk selalu siap siaga apabila sewaktu-waktu bencana seperti itu melanda Banjarmasin,” tukasnya.
Pria dengan sapaan Hilmi itu membeberkan, daerah rawan di wilayah Kota Banjarmasin ialah di kawasan tanah yang lapang dan di kawasan perbatasan kota.
“Biasa itu di daerah yang terbuka. Seperti daerah perbatasan, Km 7 dan Sungai Lulut,” tuturnya.
Karena itu, ia mengimbau masyarakat jangan berteduh di bawah pohon di saat hujan deras dan disertai angin kencang
“Seperti di Jalan Lambung Mangkurat, Telaga Biru dan lainnya. Potensi pohon tumbang sangat tinggi,” pungkasnya.(SU)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















