SuarIndonesia — Densus 88 Antiteror Polri memastikan rencana teror yang hendak dilakukan tersangka teroris HOK (19) di Batu, Malang, Jawa Timur, tidak terkait agenda kedatangan Paus Fransiskus ke Indonesia.
Menurut agenda resmi, Paus Fransiskus akan berkunjung ke Indonesia pada 3-6 September 2024.
“Tidak ada kaitannya dengan rencana kedatangan Paus Fransiskus,” ujar Juru Bicara Densus 88 Antiteror Polri Kombes Aswin Siregar dalam keterangannya, seperti dikutip dari CNNIndonesia, Jumat (2/8/2024).
Aswin mengatakan saat ini tim Densus 88 masih mendalami peran dan keterlibatan HOK di kelompok Daulah Islamiyah ataupun jaringan ISIS.
Ia menyebut sudah ada empat orang yang telah dimintai keterangan oleh penyidik terkait rencana HOK melakukan teror pada dua rumah ibadah di Malang.
“Ada empat (orang diamankan), satu di Solo dan tiga di Malang. Bapak HOK (diamankan di Solo) dan (tiga lainnya di Malang) yang tahu aktivitas tersangka,” kata Aswin.
“Sejauh ini hanya satu tersangka HOK,” ucapnya.
Diberitakan, Densus 88 Antiteror Polri menangkap HOK (19), di Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu, Malang, Jawa Timur, Rabu (31/7/2024) malam sekitar pukul 19.15 WIB. HOK disebut sebagai simpatisan Daulah Islamiyah.
HOK yang merupakan pelajar hendak melakukan aksi teror bom bunuh diri dengan menggunakan bahan peledak jenis Triaceton Triperoxide (TATP). Asi teror bom bunuh diri tersebut hendak dilakukan pada dua rumah ibadah di wilayah Malang.
Targetkan Bom 2 Tempat Ibadah
HOK (19) terduga teroris yang ditangkap Detasemen Khusus (Densus) Anti Teror Polri di Jalan Langsep, Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu, Malang, Jawa Timur, diduga akan melakukan aksi pengeboman dua rumah ibadah.
Hal itu diungkapkan Kabid Humas Polda Jatim Kombes Dirmanto, usai melakukan penggeledahan rumah kontrakan terduga di kompleks perumahan Bunga Tanjung, dusun Jeding, desa Junrejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu.
“Memang TO (target operasi) mereka ada dua tempat ibadah,” kata Dirmanto di Batu, Kamis (1/8/2024)
Tapi sebelum aksi itu dilakukan, Densus 88 telah menangkap tiga orang berkaitan dengan kasus itu. Satu di antaranya adalah HOK.

Penggeledahan rumah kontrakan terduga dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari Densus 88, Laboratorium Forensik dan Jibom Sat Brimob Polda Jatim.
“Tim Jibom sudah melakukan sterilisasi sejak kemarin, sekitar pukul 20.00 WIB, sudah melakukan sterilisasi terkait TKP rumah ini,” ujarnya.
“Kemudian tadi pagi sekitar pukul 07.00 WIB Tim Labfor sudah bekerja melakukan pencarian dan pengumpulan barang bukti sesuai SOP,” tambahnya.
Dirmanto mengatakan tim gabungan telah menginventarisasi dan mengumpulkan barang bukti di TKP.
“Beberapa temuan yang bisa kami sampaikan, pertama bahan kimia untuk membuat handak (bahan peledak), di TKP juga ditemukan peralatan pembuatan handak, ketiga ditemukan casing bom,” ucapnya.
Fakta-fakta HOK Terduga Teroris di Kota Batu
Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menangkap tersangka teroris berinisial HOK (19) di wilayah Sisir, Kota Batu, Jawa Timur.
Karo Penmas Humas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko menyebut HOK yang merupakan seorang pelajar ditangkap oleh tim Densus 88 pada Rabu (31/7/2024) malam sekitar pukul 19.15 WIB.
“Pelaku yang berhasil ditangkap sebanyak 1 orang yakni HOK, laki-laki, 19 tahun, Islam, pelajar,” jelasnya dalam keterangan tertulis, Kamis (1/8/2024).
Bahan peledak Mother of Satan
Trunoyudo mengatakan dalam penangkapan tersebut tim Densus 88 juga turut menyita bahan kimia peledak jenis Triaceton Triperoxide (TATP) alias Mother of Satan.
“Turut diamankan juga beberapa komponen bahan peledak yang akan digunakan oleh tersangka dalam melakukan aksi teror,” ujarnya.
Rencana bom bunuh diri
Ia menambahkan dari hasil penyelidikan Densus 88, pelaku diketahui hendak melakukan aksi bom bunuh diri dengan TATP pada dua rumah ibadah di wilayah Malang, Jawa Timur.
“Pelaku berencana melakukan bom bunuh diri di dua tempat peribadahan di Malang, Jawa Timur,” tuturnya.
Keluarga tersangka diperiksa
Juru Bicara Densus 88 Antiteror Polri Kombes Aswin Siregar menegaskan sampai saat ini pihaknya hanya menangkap satu terduga pelaku yakni HOK.
Kendati demikian, ia mengatakan penyidik Densus 88 tengah memeriksa sejumlah pihak termasuk keluarga HOK. Salah satunya, kata dia, orang tua pelaku berinisial M yang diamankan di Stasiun Solo Balapan.
“Sementara ini 1 orang yang telah ditangkap. Memang Ada beberapa orang yang dimintai keterangan, termasuk orang tua atau keluarga,” jelasnya.
“Densus 88 mengamankan satu orang dari Stasiun Solo Balapan. Ini orang tua tersangka yang sedang dimintai keterangan,” imbuhnya.
Bantah bawa bom di kereta
Di sisi lain, Densus 88 juga membantah ada bom aktif yang dibawa oleh terduga teroris berinisial HOK (19) ke dalam kereta api.
“Keterangan tentang adanya bom aktif yang dibawa dalam kereta, tidak benar. Itu bukan keterangan dari Densus 88,” tegasnya.
Pendukung ISIS
Lebih lanjut, Aswin mengatakan tersangka HOK selain terafiliasi dengan Daulah Islamiyah juga tercatat sebagai pendukung kelompok teror ISIS.
Aswin mengatakan saat ini penyidik tengah melakukan pemeriksaan secara insentif terhadap HOK beserta sejumlah saksi lain dari pihak keluarga.
Ia mengatakan pemeriksaan dilakukan untuk mendalami apakah yang bersangkutan juga terlibat jaringan teroris lainnya atau tidak.
“HOK adalah pendukung ISIS atau Daulah Islamiyah. Densus 88 masih menyelidiki kemungkinan keterkaitan dengan jaringan pendukung ISIS lainnya,” pungkasnya. [*/UT]
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















