DATANG LAGI Pampangan, Kapal Sapu-sapu Tidak Bisa Beroperasi

- Penulis

Senin, 28 Desember 2020 - 23:02

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

SuarIndonesia – Sampah kiriman kembali menumpuk di Jembatan Antasari Banjarmasin. Seperti biasanya fenomena alam yang disebut pampangan ini muncul saat cuaca ekstrem melanda.

Berdasarkan pantauan awak media menumpuknya sampah di Jembatan Antasari dekat Mitra Plaza, yang merupakan kiriman dari daerah tetangga itu menghambat lalu lintas transportasi air dan bahkan mengancam mati total.

Kendati sudah mengancam arus lalu lintas sungai, fenomena ini juga belum bisa ditangani pemerintah setempat.

Saat dikonfirmasi, Kepala Bidang Sungai PUPR Kota Banjarmasin, Hizbul Wathony mengatakan, pihaknya akan melakukan penindakan di keesokan harinya. Bahkan Ia mengaku masih belum melakukan pemantauan ke lokasi.

“Hari ini kami akan melakukan pengecekan lokasi, insya Allah besok kami tindaklanjuti sembari menunggu air pasang,” katanya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Senin (28/12/2020) siang.

Pria dengan sapaan Tony itu melanjutkan, dalam mengatasi menumpuknya sampah tersebut biasanya Dinas PUPR Kota Banjarmasin mengandalkan Kapal Sapu-sapu milik Balai Sungai.

Namun, per Desember ini masa kontrak Kapal Sapu-sapu berakhir, sehingga pihaknya hanya mengandalkan pasukan turbo dan swadaya masyarakat sekitar.

“Pertengahan Desember ini kontrak Kapal Sapu-Sapu Berakhir dan akan dilanjutkan lagi Januari mendatang. Mudahan saja pampangan ini bisa segera kita atasi,” tuturnya.

Ditanya apa yang menjadi penyebab pampangan mudah tersangkut di jembatan. Ia menilai bahwa yang menyebabkan hal tersebut sering terjadi lantaran pondasi jembatan salah satu penyebab menambatnya sampah.

Ia membeberkan, bahwa jembatan itu ada delapan pondasi yang jaraknya berdekatan sehingga berpotensi tinggi menumpuknya sampah di jembatan tersebut.

“Kami akan mengupayakan agar sampah tidak lagi menumpuk, misalnya memanfaatkan arus balik,” pungkasnya.

Baca Juga :   BANK INDONESIA Hidupkan Semangat Pahlawan Dalam Lembaran Rupiah

Di samping itu, Thony mengaku sebenarnya telah memiliki solusi untuk jangka panjang. Namun realisasinya tidak bisa selesai dalam waktu dekat. Yaitu dengan menghidupkan kembali Sungai Pengambangan.

“Detail Engineering Design ( DED) sudah kita bikin tahun ini. Mungkin tahun depan bisa pembebasan lahannya. Karena ada puluhan persil bangunan warga. Dan anggarannya lumayan besar,” jelasnya.

Ia merencanakan, jika sungai Pangambangan dihidupkan, maka jalur transportasi di daerah Banua Anyar akan dialihkan ke sana.

Sehingga perangkap ilung yang ada di Banua Anyar bisa lebih dimaksimalkan, dengan menambah Trash Booms. Dengan begitu, sampah-sampah tidak akan masuk ke kota lagi.

“Yang ada sekarang perangkap ilung kita cuman sepertiga dari lebar badan sungai. Jadi sangat memungkinkan sampah itu lolos dari perangkap,” tandasnya.

Untuk diketahui, gejala yang seakan menjadi penyakit tahunan ini selalu mengotori kota sungai Martapura. Baik itu berupa batang dan ranting pohon, eceng gondok hingga sampah domestik atau sampah rumah tangga.

Sampah yang merupakan kiriman dari daerah hulu itu kerap mengalir ke Kota Banjarmasin, dan tersangkut di tiang-tiang jembatan. Bahkan tumpukan sampah kerap membuat arus transportasi sungai terganggu.

Beberapa waktu lalu, sempat terlontar wacana untuk melobi ke Pemerintah Daerah tetangga dari Pemko Banjarmasin, terkait penanggulangan pampangan tersebut. Namun hingga saat ini belum terlihat hasilnya.(SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

JEMAAH HAJI Kloter 13 Asal Tanah Bumbu-Kotabaru Tiba
PWI KALSEL Dorong Puluhan Media Bisa Terverifikasi Dewan Pers Tahun Ini
MTQ ke-37 Batola. Jadikan Masyarakat dan Pemerintah yang Agamis
PERLINDUNGAN HUKUM bagi Media Profesional, Begini Penegasaan Dewan Pers
MENTERI P2MI Mukhtarudin Besok Resmikan Migran Center ULM, Kuliah Umum dan MoU
JEMAAH HAJI Kloter 12 Debarkasi Banjarmasin Tiba
BEKANTAN Pulau Curiak Lahirkan Anak Kembar
BERGEMA SENI BUDAYA Dilantunkan Ratusan Peserta di Banjarbaru, Kapolda Kalsel : Ini Komitmen Nyata Polri Menjaga Kearifan Lokal

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 19:16

PT BANGUN BANUA Kalsel Apresiasi Tranformasi Bank Kalsel Menjadi Bank Devisa

Senin, 22 Juni 2026 - 19:14

RESMI LAUNCHING, Gubenur Muhidin Ajak Masyarakat Transaksi Devisa di Bank Kalsel

Senin, 22 Juni 2026 - 19:12

BANK KALSEL Resmi Jadi Bank Devisa, Siap Layani Transaksi Internasional

Senin, 22 Juni 2026 - 19:09

OJK Ingatkan Status Bank Devisa Jadi Tantangan Penguatan Manajemen Risiko

Senin, 22 Juni 2026 - 19:07

GUBERNUR Muhidin Jadi Nasabah Perdana, Bank Kalsel Resmi Sandang Status Bank Devisa

Jumat, 19 Juni 2026 - 22:10

DIBEDAH Bapperida Balangan Indikator Makro Daerah

Jumat, 19 Juni 2026 - 22:06

DIPERSIAPKAN Pemkab Balangan Skema Nonton Bareng Piala Dunia

Jumat, 19 Juni 2026 - 22:00

DIPAPARKAN Gubernur Muhidin di Hadapan Kemenhut, Menkopolkam dan Lembaga Terkait Kesiapan Kalsel Hadapi Karhutla

Berita Terbaru

Wamenham Mugiyanto saat diwawancara awak media usai Uji Publik RUU HAM di Samarinda, Senin (22/6/2026) malam. (Foto: Antara/A Rifandi)

Hukum

REVISI UU HAM Jamin Perlindungan Aktivis

Selasa, 23 Jun 2026 - 00:46

Jemaah haji Kloter 13 Debarkasi Banjarmasin asal Kabupaten Tanah Bumbu dan Kotabaru tahun 1447 H / 2026 M saat mengikuti acara penyambutan di asrama haji di Kota Banjarbaru setelah tiba di tanah air, Senin (22/6/2026). (Foto: PPIH Debarkasi Banjarmasin)

Kalsel

JEMAAH HAJI Kloter 13 Asal Tanah Bumbu-Kotabaru Tiba

Selasa, 23 Jun 2026 - 00:37

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer. (Foto: Anadolu Agency)

Internasional

KEIR STARMER Mundur jadi PM Inggris

Selasa, 23 Jun 2026 - 00:31

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca