CHINA Sanksi Lima Perusahaan AS

- Penulis

Senin, 8 Januari 2024 - 01:30

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

[Screenshot: Youtube @Innovative Check]

[Screenshot: Youtube @Innovative Check]

SuarIndonesia — Otoritas China memberi sanksi kepada lima perusahaan industri pertahanan asal Amerika Serikat sebagai tanggapan atas tindakan serupa oleh Washington, demikian ungkap juru bicara Kementerian Luar Negeri Wang Wenbin pada Minggu (7/1/2004).

Wang mengatakan kepada wartawan tindakan itu diambil setelah AS menyerukan penjualan senjata kepada Taiwan dan Washington memberikan sanksi kepada usaha-usaha dan individu China untuk alasan yang berbeda.

Dia menggambarkan penjualan senjata oleh Washington ke Taiwan sebagai “pelanggaran nyata salah satu prinsip China,” dan Wang mengkritik “sanksi sepihak ilegal yang dijatuhkan AS terhadap perusahaan dan individu China dengan alasan yang salah,”mengklaim bahwa mereka “sangat merugikan kedaulatan dan kepentingan keamanan China.”

Sanksi AS juga “merusak kedamaian dan kestabilan di sepanjang Selat Taiwan, serta melanggar hak dan kepentingan yang sah dari ”aktor China yang terkena sanksi, katanya.

“Sebagai tanggapan atas tindakan salah besar oleh AS dan sesuai dengan Undang-Undang Anti Sanksi Asing China, China memutuskan untuk memberikan sanksi kepada lima perusahaan industri pertahanan AS, yaitu BAE Systems Land and Armament, Alliant Techsystems Operation, AeroVironment, ViaSat dan Data Link Solution,” sebut Wang, seperti dikutip AntaraNews dari Anadolu.

“Tindakan balasan terdiri dari membekukan properti perusahaan tersebut di China, termasuk harta benda bergerak dan tidak bergerak, serta melarang organisasi dan individu di China melakukan transaksi dan kerja sama dengan mereka,” tambahnya.

Baca Juga :   PILPRES AS 2024: Donald Trump Menang!

China, yang menganggap Taiwan sebagai provinsi yang memisahkan diri, tidak mengakui garis median atau zona pertahanan udara. Namun Taipei bersikeras mempertahankan kemerdekaannya sejak tahun 1949. [*/UT]

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

IRAN: Selat Hormuz Dibuka Penuh Selama Gencatan Senjata
KAPAL TANKER Iran Lolos Blokade AS Usai Lintasi Selat Hormuz
ARAB SAUDI Desak AS Cabut Blokade di Selat Hormuz
CENTCOM AS Mulai Blokade Selat Hormuz
BAC 2026: Korea Selatan Juara Umum
PERUNDINGAN Iran-AS tak Tercapai ‘Kesepakatan’
SELAT HORMUZ Ditutup Iran Lagi, Gegara Israel!
HARGA MINYAK Naik Lagi di Tengah Keraguan Gencatan Senjata AS-Iran

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 21:53

PENYALAHGUNAAN Bio Solar Subsidi Dibongkar Reskrim Polresta Banjarmasin

Jumat, 17 April 2026 - 21:52

4 KORBAN Heli PK-CFX Teridentifikasi, Sisanya Tunggu Data Keluarga

Jumat, 17 April 2026 - 20:02

DELAPAN Penumpang Heli Jatuh Dievakuasi dalam Kondisi Meninggal

Kamis, 16 April 2026 - 22:51

TERKAIT MORTIL, Dicek Gegana Brimob Polda Kalsel dan Dihancurkan

Kamis, 16 April 2026 - 22:18

DITEMUKAN BAHAN PELEDAK Mortil “81 Tampella” Peninggalan Zaman Perang di Kampung Arab

Kamis, 16 April 2026 - 21:52

TERUNGKAP P.elaku Percobaan Pemerkosaan di Rawasari, Korban Melawan

Kamis, 16 April 2026 - 20:51

KEJAGUNG Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto Tersangka Korupsi Nikel

Kamis, 16 April 2026 - 19:32

RUPIAH Menguat Dipicu Ketegangan Geopolitik yang Mereda

Berita Terbaru

Kapal tanker berlayar di Teluk, dekat Selat Hormuz di tengah perang Iran vs AS-Israel. (REUTERS/Stringer)

Internasional

IRAN: Selat Hormuz Dibuka Penuh Selama Gencatan Senjata

Jumat, 17 Apr 2026 - 22:18

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca