SuarIndonesia – Masing-masing pemerintah daerah se Kalsel mempunyai anggaran dukungan untuk percepatan vaksinasi. Hingga awal Desember ini anggaran kurang terserap yang juga berdampak terhadap capaian vaksinasi.
Padahal dukungan anggaran tersebut bisa digunakan untuk kegiatan terkait vaksinasi, misalnya insentif transfortasi bagi warga yang divaksin.
“Insentif transportasi kepada warga bisa masuk dalam dukungan operasional pelaksanaan vaksinasi.
Kemudian, bisa juga menggunakan anggaran Dana Desa diwajibkan mengalokasikan 8 persen untuk aspek kesehatan penanganan Covid-19,” jelas Kepala Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Kalsel, Rudy M. Harahap.
Ia mengemukakan seluruh pemerintah daerah di Kalimantan Selatan harus menjalankan langkah inovatif agar target 70% vaksinasi akhir Desember 2021 bisa tercapai.
Hal ini, ujarnya, perlu perhatian semua unsur terkait khususnya pemerintah daerah. Secara keseluruhan capaian vaksinasi Kalsel secara keseluruhan jadi atensi pemerintah pusat.
“Salah satunya dengan mengerahkan seluruh aparat pemerintah daerah dan TNI/Polri dalam kegiatan vaksinasi massal ini di daerah-daerah dengan menggunakan anggaran dukungan vaksinasi tersebut,” ucapnya, Senin (6/12/2021).
Rudy menegaskan, penyerapan anggaran dukungan vaksinasi berkaitan erat dengan keberhasilan vaksinasi.
Sebagai contoh, Banjarbaru sudah mencapai target di atas 70 persen dan anggaran dukungan vaksinasi terserap dengan baik.
Sebaliknya dengan Kabupaten Banjar yang rendah capaian vaksinasinya masih berkisar 30 persen penyerapan anggaran vaksinasi juga rendah.
“Kondisi ini mengindikasikan pemerintah daerah tidak menggunakan anggaran sebagai insentif kepada masyarakat dalam menjalankan vaksinasi, seperti pemberian transportasi kepada masyarakat desa yang akan melakukan vaksinasi ke tempat vaksin,” pungkasnya.(RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















