SuarIndonesia – Bulan Sya’ban merupakan bulan ke-8 dalam kalender Hijriah merupakan bulan yang banyak disuka untuk memperbanyak puasa sunnah.
Sebagaimana Rasulullah SAW memperbanyak puasa sunnah. Bahkan beliau hampir berpuasa satu bulan penuh, kecuali satu atau dua hari di akhir bulan saja agar tidak mendahului Ramadhan dengan satu atau dua hari puasa sunah. Berikut ini dalil-dalil syar’i yang menjelaskan,
عَنْ عَائِشَةَ أُمِّ الْمُؤْمِنِينَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا أَنَّهَا قَالَتْ: وَمَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ قَطُّ إِلَّا رَمَضَانَ وَمَا رَأَيْتُهُ فِي شَهْرٍ أَكْثَرَ مِنْهُ صِيَامًا فِي شَعْبَانَ
Dari Aisyah R.A berkata: “Aku tidak pernah melihat Rasulullah SAW melakukan puasa satu bulan penuh kecuali puasa bulan Ramadhan dan aku tidak pernah melihat beliau lebih banyak berpuasa sunah melebihi (puasa sunah) di bulan Sya’ban.” (HR. Bukhari no. 1969 dan Muslim no. 1156)
Menurut Pengasuh Pengasuh Majelis Ta’lim Nurul Hidayah KH. Ahmad Baidhawi, bulan Sya’ban dimana amal ibadah manusia diangkat selama satu tahun kebelakang.
Dan memasuki lembaran baru untuk satu tahun kedepan pada saat pertengahan bulan yang disebut dengan malam Nisfu Sya’ban.
“Dianjurkan perbanyak beribadah pada saat malam pertengahan bulan dan berpuasa sunnah di siang harinya,” ucapnya.
Malam Nisfu Sya’ban merupakan malam pada pertengahan bulan Syaban (15 Syaban) yang penuh dengan kemuliaan.
Pada malam Nisfu Syaban, malaikat yang mencatat amalan manusia menyerahkan catatannya kepada Allah SWT.
Pada malam itu, buku catatan amalan yang digunakan untuk mencatat diganti dengan yang baru.
Para ulama menyatakan bahwa malam itu adalah malam pengampunan dan malam dikabulkannya setiap permohonan.
Bulan Sya’ban adalah bulan latihan, pembinaan dan persiapan diri agar menjadi orang yang sukses beramal shaleh untuk menghadapi bulan Ramadhan.
Untuk mengisi bulan Sya’ban dan sekaligus sebagai persiapan menyambut bulan suci Ramadhan, ada beberapa hal yang selayaknya dikerjakan oleh setiap muslim.
Pada Bulan Syaban, Allah menurunkan ayat perintah bershalawat kepada Rasulullah SAW. Hal ini disebutkan dalam Surat Al Ahzab ayat 56:
اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰۤىِٕكَتَهٗ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّۗ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا – ٥٦
“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.” (QS Al Ahzab ayat 56). (HM)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















