BORNEO CITY FORUM Ajak Kalimantan Satu Visi Hadapi IKN

- Penulis

Minggu, 16 Oktober 2022 - 23:54 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – Perpindahan Ibukota Kota Negara Republik Indonesia, yang direncanakan pada tahun 2024 nanti ke Kabupaten Penajam Paser Utara, di Provinsi Kalimantan Timur, mendapat perhatian serius dari para kepala daerah di Pulau Kalimantan.

Bukan tanpa sebab, para kepala daerah di pulau terbesar di Indonesia ini ingin, perpindahan ibukota nanti bisa dijadikan moment untuk memajukan pulau Kalimantan, terutama daerah mereka masing-masing melalui kegiatan subsektor ekonomi kreatif, salah satunya melalui bidang arsitektur.

BORNEO CITY FORUM Ajak Kalimantan Satu Visi Hadapi IKN (2)

“Dulu kita merasa arsitek hanya dipakai atau digunakan saat kita membangun saja, tapi yang terpenting saat ini. Yang perlu kita sadari bahwa kita dalam membangun negara ini, membangun daerah ini, kita sangat memerlukan arsitek yang bisa mendesainkan, Master plant suatu kota suatu daerah,” ujar Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, SE, MH, dalam sambutannya, saat membuka kegiatan Borneo City Forum (BCF), di Kota Singkawang, Sabtu (15/10/2022).

Selain arsirektur, satu-satunya wali kota perempuan di Indoensia yang bisa berbahasa mandarin ini juga ingin, dengan adanya kegiatan Borneo City Forum, para kepala daerah se Kalimantan bisa mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) di daerah mereka masing-masing.

Menurutnya, perpindahan ibu kota Negara itu harus memiliki multiplayer efek bagi seluruh sub sector kreatif yang ada di daerah daerah di pulau ini.

“Kalau kita tidak siap, kita ketinggalan, ya kita jalan aja ketinggalan, ya orang sudah naik sepeda, sudah lari, ya kita harus juga persiapkan. Persiapan apa saja yang akan terjadi, apa saja yang akan bisa kita lakukan menyambut dengan perpindahan ibu kota terutama menyangkut peningkatan SDM,” ucapnya.

Kegiatan yang dilaksanakan di Hotel Swiss Belinn Kota Singkawang, Kalimantan Barat itu juga dihadiri Wali Kota Banjarmasin, H Ibnu Sina.

BORNEO CITY FORUM Ajak Kalimantan Satu Visi Hadapi IKN (3)

Orang nomor satu di kota berjuluk seribu sungai ini mengatakan, persiapan menyambut perpindahan ibukota Negara ke Kabupaten Penajam Paser Utara, di Provinsi Kalimantan Timur, telah direncanakan Pemko Banjarmasin, bahkan rencana tersebut telah dimasukan dalam Rencana Strategis Daerah (Renstrada) untuk menjadikan Kota Banjarmasin sebagai pintu gerbang perekonomian Kalimantan.

Ia berharap, dengan hadirnya kegiatan Borneo City Forum, bisa menjadikan daerah-daerah di Pulau Kalimantan memiliki satu visi untuk membangun dan memajukan Indonesia, melalui pembangunan di daerah mereka masing-masing.

“Kalimantan adalah sebuah harapan bagi Indonesia, Pulau Kalimantan adalah harapan masa depan Indonesia kita, Kota Banjarmasin telah mempersiapkan diri, dan kita ingin agar masing-masing kota yang memiliki masing-masing karakter, siap menghadapi perkembangan zaman,” pungkas H Ibnu Sina yang dalam kegiatan tersebut hadir bersama Ketua TP PKK Kota Banjarmasin, Hj Siti Wasilah.

Untuk diketahui, Borneo City Forum adalah forum diskusi untuk melihat arah pembangunan di wilayah Borneo, terutama menjelang perpindahan Ibu Kota Negara,

Baca Juga :   DISITA Rokok Ilegal dan MMEA di Kalsel, Selamatkan Kerugian Negara 15 MIliar Lebih

Tujuan forum ini mendapatkan kesepahaman untuk mewujudkan visi di masa mendatang.
Kegiatan Borneo City Forum di Kota Singkawang memiliki tema yang sangat menarik yakni “One Vision One Borneo”.

Dan dalam forum diskusinya, narasumber yang dihadirkannya pun merupakan para pakar di bidangnya masing-masing, sebut saja seperti Ketua Dewan Pengurus APEKSI, Bima Arya. Kemudian Arsitek Praktisi dan Akademis, Dr. Baskoro Tadjo, Budipradono Architects, Budi Pradono. Akademis Universitas Tanjungpura Syaiful Muazir. Pengurus IAI Nasional, Ar. Firman Herwanto, IAI., Chairman of PAM Serawak Chapter, Chai Si Yong. Ketua IAI Kalimantan Timur, Wahyullah Bandung, dan Ketua IAI Kalimantan Barat, Ester Putra Akbar.

Gubernur Kalbar, H. Sutarmidji, S.H., M.Hum, yang kehadirannya dalam kegiatan tersebut diwakili, Asisten Pemerintahan dan Kesta, Linda purnama, M. Si, mengungkapkan, pertemuan Borneo Forum City merupakan kegiatan yang sangat penting untuk menghadapi berbagai tantangan dan peluang di masa yang akan datang.

“Karena itu pertemuan yang dilaksanakan dalam bentuk konferensi ini sangat urgent (penting-red) dalam menghadapi peluang ke depan. Kegiatan ini sebagai wadah diskusi untuk membentuk kesepakatan antara arsitek dan wilayah,” ucapnya.

Bagi pemerintah daerah, jelasnya lagi, arsitektur merupakan salah satu dari 17 Subsektor ekonomi kreatif yang perlu harus didukung, dalam rangka meningkatkan pembangunan di daerah.

“Sub Sektor ini berhubungan dengan desain suatu bangunan, perencanaan konstruksi bangunan, pengawasan konstruksi, dan proyek konservasi bangunan warisan, yang tidak hanya bermanfaat dalam bidang Ketenagakerjaan saja, tapi juga bermanfaat bagi lingkungan dan kehidupan bermasyarakat,” jelasnya.

Apalagi, bebernya, dengan adanya tantangan globalisasi, masyarakat ekonomi ASEAN dan keberadaan lintas batas di Kalimantan Barat dengan negara tetangga, dipandang perlu suatu kebersamaan visi arsitek dalam membangun kota-kota yang ada di Kalimantan khususnya maupun Borneo pada umumnya.
Ia berharap, kota-kota di Kalimantan khususnya Kota Singkawang sebagai Kota toleran dan inovasi, bisa melakukan penataan ruang dan telah ditetapkan Perda tentang RT RW yang ditindaklanjuti dengan Rencana Detai tata Ruang (RDTR).

“Ini kegunaannya untuk menyiapkan perencanaan pembangunan ke depan, sehingga berbagai pihak dapat memanfaatkannya untuk membangun daerah secara lebih baik, sesuai ketentuan berlaku dan selaras dengan tema kegiatan Borneo City Forum yaitu “One Vision One Borneo”,” tandasnya. (SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

KARHUTLA di Sungai Biuku, Bhabinkamtibmas Sungai Andai Turun Bantu Relawan
AKSI BEM “Kalsel Lumpuh Jilid II”, Dihadapi DPRD dan Ajak Turun Bersama Tangani Karhutla
INOVASI Atasi Karhutla, Polda Kalsel Gunakan Racikan Khusus Metode Pipa Suntik dan Kolam Bioflok
GOSONG Sisi Jalan Arah Bandara, Gubernur Pimpin Pembasahan
DICEK Gubernur Muhidin Ketersediaan Air di Embung Jomowi
JUMAT PAGI, Kualitas Udara Banjarbaru Kategori Berbahaya
LIMA Tersangka Terlibat Karhutla Kalsel
HAJI ISAM Tetap Aktor Penting Penanganan Karhutla Kalsel, Meski Bukan Koordinator

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 20:32

TERSANGKA Karhutla Bertambah jadi 89 Orang

Jumat, 28 Agustus 2026 - 13:38

HAJI ISAM Tetap Aktor Penting Penanganan Karhutla Kalsel, Meski Bukan Koordinator

Kamis, 27 Agustus 2026 - 22:44

MASSA AKSI Mulai Membubarkan Diri dari Depan Gedung DPR/MPR RI

Kamis, 27 Agustus 2026 - 22:29

PRAPERADILAN Febrie Ditolak

Kamis, 27 Agustus 2026 - 20:07

3 TON Sisik Trenggiling Gagal Diselundupkan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 19:36

KASUS Korupsi Kouta Haji: Hakim Tolak Perlawanan Eks Menag Yaqut

Rabu, 26 Agustus 2026 - 21:46

TERBAKAR Mobil Pick up Bermuatan 10 Jerigen Solar

Rabu, 26 Agustus 2026 - 19:48

KPK: Korupsi di Pengadaan Bisa Bikin Kualitas Pembangunan Turun

Berita Terbaru

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca