BNPB Perkuat Sapras Satgas Darat di Kalsel Tangani Karhutla

- Penulis

Kamis, 7 Agustus 2025 - 21:03 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB RI Mayjen TNI Budi Irawan (kanan) mendampingi Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq (kedua kiri) memberikan paparan dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Karhutla 2025 di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Kamis (7/8/2025). (ANTARA/Tumpal Andani A)

Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB RI Mayjen TNI Budi Irawan (kanan) mendampingi Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq (kedua kiri) memberikan paparan dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Karhutla 2025 di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Kamis (7/8/2025). (ANTARA/Tumpal Andani A)

SuarIndonesia — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI memperkuat sarana dan prasarana (sarpras) satuan tugas (satgas) darat penanggulangan bencana di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) guna menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB RI Mayjen TNI Budi Irawan menyampaikan hal itu saat menghadiri Rapat Koordinasi Pengendalian Karhutla 2025 di Banjarbaru, Kalsel, Kamis (7/8/2025).

Budi menyebut beberapa sarpras itu telah masuk perencanaan pusat dan bakal segera didistribusikan, yakni sepeda motor karhutla dua unit, sepeda motor pemadam roda tiga satu unit, pompa jinjing 2 HP dan kelengkapan 15 unit, alat pelindung diri (APBD) karhutla 20 unit, alat pelindung wajah khusus pemadam (SCBA M1) 10 unit, dengan total nominal senilai Rp2,76 miliar.

“Kami juga akan memberikan bantuan dua unit helikopter patroli, namun saat ini masih dalam perjalanan,” kata Budi, dilansir dari ANTARANews.

Budi menuturkan, khusus bantuan helikopter hanya untuk kebutuhan patroli, sedangkan helikopter water bombing untuk pemadaman api jalur udara. Bantuan itu akan menyusul jika situasi dan kondisi karhutla di Kalsel semakin meluas atau jika tidak terkendali oleh satgas darat.

Selain itu, BNPB juga akan mempertimbangkan bantuan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Kalsel jika kemarau berkepanjangan terus berlanjut, seperti yang sudah dilakukan beberapa waktu lalu di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat yang darurat membutuhkan OMC.

Baca Juga :   SATGAS DARAT Kunci Kendalikan Karhutla

“Tahun ini dampak besar penurunan karhutla karena pelaksanaan OMC, seperti di Kalbar sempat titik api mencapai ratusan, dan keesokan harinya titik api menjadi nol berkat OMC,” ujar Budi.

Berdasarkan keterangan BMKG, puncak musim kemarau di Provinsi Kalsel akan terjadi pada Agustus-Oktober 2025.

Menanggapi situasi ini, Budi menegaskan bahwa BNPB siap bersinergi dengan Pemprov Kalsel serta kabupaten/kota.

Pada kesempatan itu, ia menyinggung kejadian karhutla yang 95 persen disebabkan oleh ulah manusia, sedangkan lima persennya faktor alam akibat cuaca ekstrem panas.

Oleh karena itu, Budi menegaskan penegakan hukum harus dilakukan secara tuntas, seperti yang dilakukan di Provinsi Riau sudah banyak yang ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka karena membakar lahan. (*/ut)

 

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

KARHUTLA di Sungai Biuku, Bhabinkamtibmas Sungai Andai Turun Bantu Relawan
AKSI BEM “Kalsel Lumpuh Jilid II”, Dihadapi DPRD dan Ajak Turun Bersama Tangani Karhutla
INOVASI Atasi Karhutla, Polda Kalsel Gunakan Racikan Khusus Metode Pipa Suntik dan Kolam Bioflok
GOSONG Sisi Jalan Arah Bandara, Gubernur Pimpin Pembasahan
DICEK Gubernur Muhidin Ketersediaan Air di Embung Jomowi
JUMAT PAGI, Kualitas Udara Banjarbaru Kategori Berbahaya
LIMA Tersangka Terlibat Karhutla Kalsel
HAJI ISAM Tetap Aktor Penting Penanganan Karhutla Kalsel, Meski Bukan Koordinator

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 20:32

TERSANGKA Karhutla Bertambah jadi 89 Orang

Jumat, 28 Agustus 2026 - 13:38

HAJI ISAM Tetap Aktor Penting Penanganan Karhutla Kalsel, Meski Bukan Koordinator

Kamis, 27 Agustus 2026 - 22:44

MASSA AKSI Mulai Membubarkan Diri dari Depan Gedung DPR/MPR RI

Kamis, 27 Agustus 2026 - 22:29

PRAPERADILAN Febrie Ditolak

Kamis, 27 Agustus 2026 - 20:07

3 TON Sisik Trenggiling Gagal Diselundupkan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 19:36

KASUS Korupsi Kouta Haji: Hakim Tolak Perlawanan Eks Menag Yaqut

Rabu, 26 Agustus 2026 - 21:46

TERBAKAR Mobil Pick up Bermuatan 10 Jerigen Solar

Rabu, 26 Agustus 2026 - 19:48

KPK: Korupsi di Pengadaan Bisa Bikin Kualitas Pembangunan Turun

Berita Terbaru

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca