BKSDA Kalbar-YIARI Translokasi Induk dan Anak Orang Utan

- Penulis

Rabu, 5 November 2025 - 21:11

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas kesehatan IARI Ketapang membius orang utan sebelum melakukan translokasi sepasang induk dan anak orangutan di Kalimantan Barat. (SI/ANTARA/DOK YIARI Kalbar)

Petugas kesehatan IARI Ketapang membius orang utan sebelum melakukan translokasi sepasang induk dan anak orangutan di Kalimantan Barat. (SI/ANTARA/DOK YIARI Kalbar)

SuarIndonesia — Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat Seksi Konservasi Wilayah I Ketapang bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) dan PT Hutan Kencana Damai melakukan translokasi sepasang induk dan anak orang utan di Kalbar.

“Langkah ini dilakukan untuk menjamin keselamatan satwa dilindungi tersebut sekaligus mengurangi potensi konflik antara manusia dan orang utan yang kian meningkat akibat degradasi habitat dan alih fungsi lahan,” kata Kepala BKSDA Kalimantan Barat Murlan Dameria Pane di Pontianak, Rabu (5/11/2025).

Dia menjelaskan dua orang utan tersebut sebelumnya dilaporkan beberapa kali memasuki area perkebunan karet warga Desa Tempurukan, Kecamatan Delta Pawan, Kabupaten Ketapang dan memakan buah-buahan seperti cempedak.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Wildlife Rescue Unit (WRU) BKSDA Kalbar bersama Orangutan Protection Unit (OPU) YIARI segera melakukan verifikasi lapangan untuk memastikan kondisi di lokasi kejadian.

“Hasil pemantauan menunjukkan adanya potensi konflik serius antara manusia dan satwa liar. Oleh karena itu, tim memutuskan untuk melakukan translokasi ke habitat yang lebih aman,” katanya.

Proses evakuasi dilakukan pada Sabtu (1/11/2025) sejak pagi hari. Tim gabungan tiba di lokasi sekitar pukul 06.30 WIB. Untuk menghindari risiko cedera, tim YIARI menggunakan senapan bius, dengan dosis yang dihitung secara cermat oleh dokter hewan berdasarkan ukuran dan perkiraan berat badan orang utan.

“Proses pembiusan dilakukan dengan sangat hati-hati oleh petugas berizin resmi. Ini penting untuk memastikan keamanan satwa dan keselamatan petugas di lapangan,” kata Murlan, dilansir dari AntaraNews.

Setelah kedua orang utan terbius dan jatuh dengan lembut di jaring yang telah disiapkan, tim medis segera melakukan pemeriksaan fisik. Hasil pemeriksaan menunjukkan induk dan anak orang utan dalam kondisi sehat dan siap untuk dipindahkan ke habitat baru.

Baca Juga :   DIMUSNAHKAN Wortel dan Kentang Ilegal asal Malaysia

Usai pemeriksaan, tim gabungan bergerak menuju kawasan Hutan Kencana Damai, hutan terdekat yang masih satu hamparan dengan lokasi penemuan satwa.

Perjalanan menuju lokasi translokasi memakan waktu sekitar tiga jam. Setibanya di lokasi, masyarakat setempat turut membantu membawa kandang berisi orang utan lebih jauh ke dalam kawasan hutan.

Saat dilepaskan, kedua orang utan menunjukkan respons positif, langsung bergerak menjauh dan memanjat pepohonan. Hal itu menandakan kesiapan untuk kembali hidup bebas di alam liar.

Murlan Dameria Pane menegaskan translokasi merupakan bagian dari upaya penyelamatan satwa liar guna meminimalkan interaksi negatif dengan manusia.

“Kondisi ideal yang kita harapkan adalah terciptanya harmoni kehidupan antara manusia dan satwa liar. Untuk mewujudkannya, dibutuhkan pemahaman serta kerja sama dari semua pihak,” katanya.

Ketua Umum YIARI Silverius Oscar Unggul menilai langkah translokasi ini sebagai solusi terbaik bagi keselamatan orang utan sekaligus keamanan masyarakat.

“Ini adalah win-win solution yang menguntungkan semua pihak. Selain menjamin keselamatan orang utan, langkah ini juga mencegah potensi kerugian bagi warga,” ujarnya.

Ia mengatakan hasil pengamatan tim di lapangan menunjukkan bahwa kawasan Desa Tempurukan telah mengalami degradasi dan fragmentasi habitat cukup parah akibat konversi hutan menjadi perkebunan serta perambahan kawasan hutan.

“Translokasi ini menjadi bukti kuat pentingnya sinergi antara pemerintah, lembaga konservasi, sektor swasta, dan masyarakat dalam melindungi orang utan Kalimantan (Pongo pygmaeus), yang merupakan spesies endemik dan dilindungi secara hukum di Indonesia,” kata dia. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

POTENSI Karhiutla dan Atasi Distribusi BBM, Ini Langkah Telah Dilakukan Polda Kalsel
KALSEL WASPADA, Telah Muncul Ribuan Titik Panas
WN MALAYSIA DITANGKAP Mau Selundupkan 21,49 Kg Sabu
KASUS TAMBANG EMAS ILEGAL: Pabrik PT SJU Disita Bareskrim
WALHI Minta Pemerintah Perkuat Perlindungan Ruang Hidup Masyarakat Adat
PULUHAN JEMAAT GEREJA Diduga Keracunan Usai Santap Nasi Kotak
WASPADA BANJIR ROB di Kalimantan 14-25 Juni 2026
FESTIVAL BAKCANG 2026 Singkawang Hadirkan Beragam Tradisi dan Atraksi Budaya

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 19:29

POTENSI Karhiutla dan Atasi Distribusi BBM, Ini Langkah Telah Dilakukan Polda Kalsel

Sabtu, 13 Juni 2026 - 19:10

KALSEL WASPADA, Telah Muncul Ribuan Titik Panas

Jumat, 12 Juni 2026 - 20:52

140 RIBU BUTIR Benih Kelapa Dalam Disalurkan

Jumat, 12 Juni 2026 - 20:46

WARISAN Purba Lembah Kahung

Jumat, 12 Juni 2026 - 20:06

BERBEKAL Karakter dan Ilmu, 97 Peserta PAUD Sabilal Muhtadin Dilepas ke Jenjang SD

Jumat, 12 Juni 2026 - 14:14

PEMABUK MENGAMUK Tikam Teman Gegara Kunci Kontak Motor Hilang saat Membelikan Rokok

Jumat, 12 Juni 2026 - 13:40

TERBAKAR Rumah Milik Pedagang Mainan, Hanya Handuk di Badan Terselamatkan

Kamis, 11 Juni 2026 - 22:32

PELAJAR TEWAS Terjatuh dari Menara Masjid

Berita Terbaru

Headline

KALSEL WASPADA, Telah Muncul Ribuan Titik Panas

Sabtu, 13 Jun 2026 - 19:10

Pertandingan Grip A Piala Dunia 2026, Korea Selatan taklukkan Ceko 2-1, Jumat (12/6) pagi WIB di Stadion Guadalajara, Zapopan, Meksiko. (Foto: REUTERS/Daniel Becerril)

Internasional

PIALA DUNIA 2026: Korsel Comeback Dramatis, Sikat Ceko 2-1

Jumat, 12 Jun 2026 - 22:38

Hari pertama gelaran Piala Dunia 2026 makin terasa lengkap bagi tuan rumah Meksiko karena tim mereka mampu mengalahkan Afrika Selatan dengan skor 2-0 di laga pertama. (Foto: REUTERS/Kai Pfaffenbach)

Internasional

PEMBUKAAN Piala Dunia 2026 Digelar 3 Kali

Jumat, 12 Jun 2026 - 22:33

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca