Suarindonesia – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Banjarmasin menjalin kerjasama dengan Bank Kalsel memberikan pembekalan 23 klien pemasyarakatan diberikan kegiatan bimbingan kemandirian pelatihan pembuatan kerajinan eco print dan kain sasirangan.
Dari 23 klien pemasyarakatan yang sedang menjalankan bimbingan pemasyatakatan dari daerah Binan Wilayah Hukum Kalsel ini yang diberikan pelatihan masing-masing wanita 10 orang dan lelaki 13 orang dari latar belakang berbagai kasus.

Kepala Bapas Kelas 1 Banjarmasin Bagus Kurniawan AMD, IP, Sos mengatakan kegiatan pelatihan kemandirian ini lanjutan program kerja sama dalam mendorong kemandirian klien pemasyarakatan yang sedang menjalani bimbingan pemasyarakatan.
Mantan Kepala Lapas Irian Jaya ini juga mengatakan bahwa program pembekalan ketrampilan kemandirian ini bertujuan mendorong kemandirian klien kemasyakaratan yang mandiri.
Salah satu program Bapas Banjarmasin agar para klien ke depan selepas dari menjalani hukuman mampu bekerja mandiri dan siap bersiang di dunia luar yang telah ditinggalkannya.
Jadi, katanya, kegiatan Bimbingan Kemandirian Pelatihan Pembuatan Kerajinan Eco Print dan Kain Sasirangan Bagi Klien Bapas Kelas I Banjarmasin ini sengaja dilakukan bekerjasama dengan pengrajin dengan harapan ke depan memiliki jiwa enterprenur.

Karena pada umumnya mereka sudah mendapatkan program bersyarat yang disebut dengan klien pemasyarakatan (kewajiban dan wajib lapor).
“Bimbingan dengan memberikan bekal keterampilan kemandirian terhadap klien atau warga binaan, yang berhadapan dengan hukum (ABH) dari berbagai daerah, yang masuk wilayah hukum Bapas Banjarmasin. Hal ini merupakan bagian dari tugas dan fungsi Bapas, selain membuat penelitian, pendampingan dan pengawasan,” ujar Kabid Keamanan Kesehatan Perawatan Nara Pidana – Tahanan dan Pengelolaan Basan dan Barang Samsul Arifin Bc.IP, S sos MAP.
Jadi, katanya, bimbingan keterampilan kemandirian yang dirasakan ini diharapkan sangat bermanfaat untuk bekal bagi mereka nanti setelah kembali ke masyarakat.
Diharapkan juga bisa mengembangkan potensi diri, selain itu bisa menanamkan rasa tanggung jawab dan sikap percaya diri setelah anak itu berkonflik dengan hukum dan kembali ke masyarakat.
Bahkan, ketrampilan ini merupakan salah satu upaya agar ABH lebih mandiri dan tidak tergantung pada orang. Bahkan ABH yang sudah mendapat bekal keterampilan bisa menularkan ilmunya saat kembali bersosialisasi dengan masyarakat, katanya.
“Untuk pembekalan ketrampilan ini merupakan pilot project dalam kerja sama yang melibatkan berbagai institusi ini bisa menjadikan Bapas Banjarmasin yang produktif,” katanya.
Kepala Cabang Utama Bank Kalsel yang diwakili Kepala Bagian Pemasaran Arista Budi mengatakan dikerjasamakan dengan berbagai institusi, baik pemerintah maupun swasta, seperti Bapas terus diupayakan dalam mendorong kemandirian pada siapa saja termasuk mantan warga binaan.
Salah satu intruktur dari Rumah Kreaktif Arifin mengatakan ketrampilan eko print yang diberikan ini memang tergolong baru dalam mendorong para klin dari Bapas supaya mampu mandiri dan bisa mengembangan usaha dengan ketrampilan yang didapat.
Lina salah satu warga Binaan yang dari kasus jual beli jinet mengaku bersyukur karena Bapas menyelenggarakan kegiatan pembekalan dalam membuat sasirangan. Hal ini tentu saja akan membantunya dalam mencari usaha yang sudah lama ditinggalkannya. (SU)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















