SuarIndonesia – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel, sedang menyiapkan bank data yang terintegrasi dalam penanganan bencana. Selama ini basis data bersifat parsial.
“Data yang disajikan kadang berbeda-beda. Padahal data sangat penting untuk penanganan bencana,” ujar Pelaksana Harian (Plh) Kepala Pelaksana BPBD Kalsel, Bambang Dedi Mulyadi.
Berkaca dari kondisi tersebut, ujar pria yang definitif menjabat Kepala Bidang Kesiapsiagaan Bencan BPBD Kalsel, ini pihaknya menyiapkan inovasi baru sebuah bank data terintegrasi dan terpadu.
Program tersebut lebih memudahkan melaksanakan penanggulangan dan penanganan bencana .
Bank data terintegrasi itu nanti akan menjadi dasar pengambilan langkah kebijakan strategis penanggulangan bencana di Kalsel.
“Selama ini kita memang memiliki data kebencanaan yaitu melalui Pusdalops, namun ke depan kita akan memaksimalkan lagi dengan sebuah bank data terintegrasi dan terpadu,” kata Bambang Dedi Mulyadi.
Menurut Bambang, upaya ini tak lain adalah tindak lanjut arahan Gubernur Kalsel Paman Birin agar BPBD melakukan inovasi dan terobosan agar penanganan bencana dapat lebih cepat dan maksimal.
“Jika data cepat dan maksimal tentu kita lebih meminimalisir dampak bencana dan pencegahan secara dini,” katanya.(RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















