BANGUN BRAND Harus Dilakukan Bank Kalsel agar Melekat di Hati Nasabah

- Penulis

Minggu, 24 November 2019 - 22:33 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – Guna membangun Brand Bank Kalsel ke depan Tag Linenya menuju Banua Lebih baik diperlukan evaluasi lagi. Karena selama ini terkesan kurang melekat dan mendapatkan tempat di hati masyarakat atau nasabahnya.

Hal itu terungkap dalam Sharing Session Media Gathering Bank Kalsel 2019 di Malang, Jumat-Sabtu (22-23/11) yang menghadirkan pembicara internal masing-masing Kepala Bagian Transformasi Divisi Perencanaan dan Strategi Yahdian Fajri dan Kepala Bagian dan Pengembangan Produksi dan Layanan Divisi Unit Usaha Syariah Haji Iwan, pakar ekonomi dari ULM Dr Arif Budiman juga Dr Hifni Ali Fahmi I APR.

Di hadapan 26 Jurnalis Kalsel, untuk membangun Brand atau Tag Line ini tujuannya dan sasarannya jelas. Karena jika perlu harus membumi, mengingat yang semula Bank Milik Urang Banua dan kini menjadi Menuju Banua Lebih baik belum jelas arahnya dan tujuannya, sehingga diperlukan penyempurnaan dalam menuju Bank Kalsel dalam menghadapi era 4.0.

Bahkan dalam diskusi juga terungkap manajemen Bank Kalsel menyusun strategi besar perusahaan hingga 5 tahun ke depan. `Strategi tersebut terkait people development dan proses digitalisasi,” ucap Kepala Bagian Transformasi Korporat, Divisi Perencanaan dan Strategis Bank Kalsel, Yahdian Fajri.

People Development, kata dia, sangat erat kaitannya dengan corporate culture dan leadership.

“Ini merupakan bagian dari strategi. Sumber daya manusia itu sangat penting dalam kemajuan perusahaan ke depan,” jelasnya.

Di sisi lain, Bank Kalsel terus mendorong peningkatan kinerja dengan menggunakan teknologi atau digitalisasi agar lebih efisien.

Kepala Bagian Transformasi Korporat, Divisi Perencanaan dan Strategis Bank Kalsel, Yahdian Fajri mengatakan transformasi 2020 mendatang, kita fokus pengembangan pelaku UMKM melalui digitalisasi. Karena demi menunjang digital tranformasi tersebut, berbagai program pun telah dicanangkan.

Mulai di sektor IT seperti Modernisasi Mobile Banking, Cardless ATM, Co Branding E-Money, dan QRIS (Scan QR Code). Kemudian, sektor Chanel meliputi Digital Branch, dan Sentra Layanan Digital Cash Management System II.

“Terakhir sektor Kredit yakni Redesain Kredit UKM dan Costumer, serta Kolaborasi Fintech,” pungkasnya.

Baca Juga :   FEBRIE ADRIANSYAH Diberhentikan Sementara sebagai Jaksa

Sebab sepanjang 2019, Bank Kalsel telah mengucurkan sedikitnya Rp300 miliar untuk pelaku usaha UMKM. Bahkan, ditargetkan akan mengalami kenaikan sekira Rp500 miliar pada 2020 mendatang.

Jadi, katanya, upaya yang terencana Analisis tren dan prediksi diharapkan akan memupuk hubungan baik dalam membangun saling pemahaman (mutual understanding) antara organisasi & pemangku kepentingan
Membangun citra positif dan reputasi institusi, akan menguatkan kredibilitas dan kepercayaan publik.

Karena itulah media Gathering yang diseleggarakan Bank Kalsel dengan memboyong 20 media parnet ini diharapkan akan mencairkan kondisi dan pemikiran yang masih tersekat-sekat.

Jadi, koordinasi yang efektif akan mencapai tujuan tak lepas dengan membangun dan memelihara hubungan yang saling menguntungkan (establishes and maintains Mutually Beneficial Relationships) dan menyelaraskan kepentingan organisasi yang di harapan mendaykan kepentingan publik (public interests).

Kemudian juga monitoring dan Evaluasi Audit komunikasi atau PR, persuasi dan mempengaruhi opini publik (influence people’s attitudes) bisa mengubah mengubah sikap dan mendorong perilaku publik Hal ini dubutuhkan sebuah proses formulasi dan implementasi kegiatan pemasaran yang ditandai tawaran perusahaan untuk menyumbang sejumlah dana guna mengatasi masalah sosial dengan cara melibatkan pelanggan proses transaksi dan pembelian yang memuaskan tujuan organisasi dan individu (Varadarajan & Menon, 1988).

CRM sinomin atau sering disamakan dengan pemasaran sosial (social marketing). Pengertian awalnya berasal dari prinsip yang simpel, yakni konsumen membeli produk, lalu perusahaan mengalokasikan sejumlah dana dan disumbangkan untuk mengatasi masalah sosial tertentu (Harris & Whalen, 2006:225). (ADV)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

3 TERSANGKA PENYADAPAN Prabowo Terancam Penjara 10 Tahun
PROYEK Strategis Daerah Anggaran Infrastruktur 2027 Dibahas DPRD Kalsel dan Dinas PUPR
DISTRIBUSI RATUSAN NOZZLE Kebut Pemadaman Karhutla Kalteng
MESKI HUJAN, Armada Udara Siaga Penuh atasi Karhutla
INOVASI DUMAKRON Diujicobakan dalam OMC di Kalimantan
DIGANTI, Jabatan Stategis Dirlantas Polda Kalsel
LEBIH DARI 100.000 Personel jadi Satgas Karhutla
WALHI Minta Umumkan Nama Korporasi Tersangka Karhutla
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 22:01

3 TERSANGKA PENYADAPAN Prabowo Terancam Penjara 10 Tahun

Selasa, 3 November 2026 - 21:10

DISTRIBUSI RATUSAN NOZZLE Kebut Pemadaman Karhutla Kalteng

Selasa, 3 November 2026 - 21:05

MESKI HUJAN, Armada Udara Siaga Penuh atasi Karhutla

Senin, 2 November 2026 - 21:46

DIGANTI, Jabatan Stategis Dirlantas Polda Kalsel

Minggu, 1 November 2026 - 21:56

LEBIH DARI 100.000 Personel jadi Satgas Karhutla

Minggu, 1 November 2026 - 21:45

WALHI Minta Umumkan Nama Korporasi Tersangka Karhutla

Jumat, 30 Oktober 2026 - 22:51

DUA KORPORASI TERSANGKA Karhutla Kalbar dan Kalteng, termasuk Satu PMA

Jumat, 30 Oktober 2026 - 22:30

TEKUK PERSIS SOLO 2-1, Barito Putera Kudeta Puncak Klasemen Grup B

Berita Terbaru

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan di Jakarta, Selasa (3/11/2026). (Foto: Istimewa)

Nasional

MESKI HUJAN, Armada Udara Siaga Penuh atasi Karhutla

Selasa, 3 Nov 2026 - 21:05