BAHLIL Yakinkan Warga Kalsel BBM Pertamina Sesuai Spesifikasi

- Penulis

Rabu, 19 Maret 2025 - 23:44

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia (kanan) menunjukkan Bahan Bakar Minyak (BBM) Pertalite RON 90 kepada media untuk menjawab keraguan masyarakat terkait kualitas BBM, di SPBU Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Rabu (19/3/2025). (Foto: ANTARA/Tumpal A Aritonang)

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia (kanan) menunjukkan Bahan Bakar Minyak (BBM) Pertalite RON 90 kepada media untuk menjawab keraguan masyarakat terkait kualitas BBM, di SPBU Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Rabu (19/3/2025). (Foto: ANTARA/Tumpal A Aritonang)

SuarIndonesia — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia meyakinkan masyarakat di Banjarbaru Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) bahwa kualitas Bahan Bakar Minyak (BBM) produksi Pertamina yakni Pertalite RON 90, Pertamax RON 92, dan Pertamax Turbo, sesuai dengan spesifikasi.

Menteri ESDM di SPBU Arkan Duta Migas, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Rabu (19/3/2025), meninjau kualitas BBM guna menjawab keraguan masyarakat terhadap kualitas bahan bakar yang dikhawatirkan berdampak pada menurunnya performa mesin kendaraan.

“Saya sudah cek, saya lihat langsung di SPBU dan kualitas BBM di Banjarbaru, Kalsel, semuanya bagus, sama-sama tadi kita lihat dan ukur bersama, bahkan kuta bandingkan warnanya, semua sesuai,” kata Menteri Bahlil.

Ia menjelaskan kedatangannya meninjau SPBU di Kalsel ini, guna memastikan masyarakat mendapatkan BBM sesuai kualitas yang diberikan pemerintah, khususnya BBM subsidi jenis Pertalite RON 90.

“Saya menganjurkan masyarakat jangan khawatir dengan kualitas BBM, tadi sama-sama kita saksikan di hadapan media, semua bagus. Namun demikian, apa pemberitaan yang terjadi saat ini, tetap kita lakukan penataan agar semakin lebih baik,” ujar Menteri ESDM.

Bahlil menegaskan bahwa Pertamina merupakan BUMN aset negara yang dipercaya mengelola BBM, sehingga harus dijaga kualitas pelayanan kepada masyarakat, terutama menjelang Idulfitri karena banyak pemudik yang menggunakan kendaraan dan membutuhkan BBM untuk melakukan perjalanan.

Dia pun memastikan Kementerian ESDM ikut andil mengambil bagian secara berkelanjutan melakukan pendampingan dan pemeriksaan terhadap kualitas BBM yang dijual kepada masyarakat.

Pada kunjungan kerja di SPBU Banjarbaru, Menteri ESDM berdialog dengan salah satu masyarakat berkendara roda dua yang mengisi BBM jenis Pertalite RON 90 (subsidi). Ia menanyakan apakah kendaraan pengendara tersebut pernah mengalami kerusakan karena menggunakan Pertalite.

Pada kesempatan itu, Bahlil mengungkapkan para pengendara mengaku tidak pernah mengalami kerusakan pada mesin motor hingga saat ini, bahkan kebutuhan BBM selalu terpenuhi di SPBU tersebut.

Di sela-sela dialog dengan dengan pengendara, Menteri ESDM sempat bercanda, “Bapak tidak kenal saya kan? Tidak disuruh secara sengaja datang ke sini?”.

“Jangan sampai nanti saya dibilang lagi rekayasa ya teman-teman media, seperti sebelum-sebelumnya, bapak tadi benar-benar sedang mengisi BBM,” tutur Bahlil.

Baca Juga :   PSU BANJARBARU: Bawaslu Kalsel Rancang Strategi Pengawasan Efektif

BBM Subsidi Ditambah bagi Nelayan di Banjarmasin

Sementara itu, dilansir dari AntaraKalsel, Bahlil Lahadalia meminta badan usaha penyedia pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Solar B40 ditambah pasokan bagi kebutuhan nelayan di Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel).

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia (kiri) saat kunjungan kerja memantau pasokan BBM di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Rabu (19/3/2025). (Foto: ANTARA/Tumpal A Aritonang)

“Karena nelayan akan menghadapi Idulfitri, mereka membutuhkan pasokan lebih. Menjelang hari raya, distribusi BBM harus terjamin bagi masyarakat pesisir, khususnya nelayan,” kata Menteri Bahlil saat mengunjungi Kampung Nelayan dan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) AKR di Banjarmasin, Rabu (19/3/2025).

Pada 2025, SPBN AKR Banjarmasin memiliki kuota BBM sebanyak 2.003 kiloliter melayani 103 kapal nelayan dengan realisasi penggunaan hingga Maret 2025 sudah mencapai 360,41 kiloliter.

Ia menekankan bawah nelayan harus betul-betul mendapatkan BBM subsidi, jangan sampai nelayan melaut tidak memiliki stok BBM, khususnya saat Idulfitri.

“Nelayan yang ingin melaut silakan, stok BBM pasti ada, kalau kurang nanti ditambah, jadi jangan khawatir,” ujar Menteri ESDM.

Meski Bahlil meminta penyedia pasokan BBM menambah stok di Kampung Nelayan Banjarmasin, para nelayan mengaku tidak pernah mengeluh terkait ketersediaan pasokan.

Ia menekankan, penyedia harus mampu menjaga pasokan BBM agar nelayan tak khawatir, terutama saat kondisi cuaca ekstrem seperti ombak besar yang dapat menghambat pekerjaan mereka.

Menteri Bahlil juga mendorong agar pihak terkait menerapkan mekanisme pengaturan kuota BBM yang disesuaikan dengan musim tangkap ikan sesuai wilayah.

Ia mengatakan bahwa selama musim tangkap ikan yang berlangsung sekitar tujuh bulan dalam setahun, jumlah pemakaian BBM akan dinaikkan untuk mengantisipasi meningkatnya aktivitas nelayan. Sedangkan saat musim ombak, penyesuaian diberlakukan agar pasokan terjaga.

Bahlil menyebutkan BBM jenis Solar B40 bagi nelayan diberikan dengan harga Rp6.800 per liter, harga ini sebagai upaya pemerintah menjaga kestabilan operasional bagi para nelayan.

“Pemerintah terus memantau dan mengatur distribusi BBM secara cermat untuk mendukung kesejahteraan masyarakat di wilayah pesisir,” ujar Menteri Bahlil menambahkan. (*/ut)

 

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

MENTERI LH Titip Pesan Lingkungan di Banjarbaru
RIBUAN KARATE asal Kalselteng Berjuang ke Tingkat Nasional maupun Internasional di Laga Piala Pangdam XXII/TB
KASUS KORUPSI PETRAL: Kejagung Tetapkan 7 Tersangka, Termasuk Riza Chalid
SKEMA HAJI tanpa Antrean Dikaji
DUA KABUPATEN di Kalsel Butuh Pendekatan Khusus Kelola Sampah
JUMIATI PINGSAN dan Dilarikan ke Rumah Sakit Setelah Melihat Rumahnya Diamuk “Jago Merah”
PRESIDEN PRABOWO: Tertibkan SPPG Jalankan MBG tak Sesuai Juknis
KASUS SAMIN TAN: Kejagung Sita Bangunan, Batu Bara hingga Alat Berat dari Perusahaan Terafiliasi

Berita Terkait

Kamis, 9 April 2026 - 22:23

MENTERI LH Titip Pesan Lingkungan di Banjarbaru

Kamis, 9 April 2026 - 22:04

RIBUAN KARATE asal Kalselteng Berjuang ke Tingkat Nasional maupun Internasional di Laga Piala Pangdam XXII/TB

Kamis, 9 April 2026 - 13:23

JUMIATI PINGSAN dan Dilarikan ke Rumah Sakit Setelah Melihat Rumahnya Diamuk “Jago Merah”

Rabu, 8 April 2026 - 23:09

KASUS SAMIN TAN: Kejagung Sita Bangunan, Batu Bara hingga Alat Berat dari Perusahaan Terafiliasi

Rabu, 8 April 2026 - 22:47

KETUA DPRD Apresiasi Peluncuran SDC Polda Kalsel

Rabu, 8 April 2026 - 22:16

TEKAN ANGKA KECELAKAAN, Kakorlantas Resmikan Beroperasinya “Safety Driving Center” di Mapolda Kalsel

Rabu, 8 April 2026 - 00:22

EKS KEKASIH Terdakwa Pembunuh Mahasiswi ULM, Berucap : “Saya Sedih, Kecewa dan Benci”

Selasa, 7 April 2026 - 23:29

DPRD KALSEL Ajukan 1.774 Usulan Pokir untuk RKPD 2027

Berita Terbaru

Menteri Lingkungan Hidup RI sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, melakukan kunjungan kerja  ke Banjarbaru, yakni di Kelurahan Guntung Damar, Kamis (9/4/2026). (SuarIndonesia/Ist)

Headline

MENTERI LH Titip Pesan Lingkungan di Banjarbaru

Kamis, 9 Apr 2026 - 22:23

Dahnil Anzar Simanjuntak, Wakil Menteri Haji dan Umrah RI. (Antara)

Nasional

SKEMA HAJI tanpa Antrean Dikaji

Kamis, 9 Apr 2026 - 20:41

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca