ATASI Banjir Banua Anam, Pemprov Kalsel Bangun Sodetan Sungai di HSU

- Penulis

Kamis, 12 Februari 2026 - 21:23 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Kalsel Muhidin (tengah) memberikan keterangan seusai menghadiri Rapat Koordinasi Percepatan Pembangunan Sumber Dana APBN untuk Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Kalsel di Gedung Mahligai Pancasila, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Kamis (12/2/2026). (Foto: Antara/Tumpal A Aritonang)

Gubernur Kalsel Muhidin (tengah) memberikan keterangan seusai menghadiri Rapat Koordinasi Percepatan Pembangunan Sumber Dana APBN untuk Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Kalsel di Gedung Mahligai Pancasila, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Kamis (12/2/2026). (Foto: Antara/Tumpal A Aritonang)

SuarIndonesia — Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) Muhidin mengatakan pemerintah provinsi dan kabupaten terkait segera membangun sodetan sungai di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) sebagai langkah penanganan banjir di wilayah Banua Anam (enam kabupaten) yang kerap terdampak genangan saat debit sungai meningkat.

Gubernur Muhidin di Banjarmasin, Kamis (12/2/2026), mengatakan sodetan tersebut dirancang untuk mengalihkan sebagian aliran air dari wilayah hulu agar tidak seluruhnya masuk ke kawasan perkotaan Amuntai yang menjadi salah satu titik rawan banjir.

“Aliran air dari Tabalong dan Balangan akan diarahkan langsung menuju Daerah Aliran Sungai Barito sehingga tidak menumpuk di pusat kota,” ucapnya.

Ia menyebutkan, enam kabupaten di daerah itu antara lain Hulu Sungai Utara, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Balangan, Tabalong, dan Tapin, yang memiliki keterkaitan daerah aliran sungai.

“Keberadaan sodetan diharapkan mampu mempercepat pembuangan air langsung ke Sungai Barito sehingga debit dari sejumlah daerah tidak terkonsentrasi pada satu titik dan dapat menekan potensi luapan saat curah hujan tinggi,” tutur Gubernur Muhidin dilansir dari AntaraNews.

Ia menilai penanganan banjir di kawasan Banua Anam memerlukan solusi struktural karena wilayah tersebut merupakan daerah hilir yang menerima limpasan air dari beberapa kabupaten di bagian hulu.

Muhidin mengungkapkan Kabupaten HSU memiliki keterbatasan anggaran sekitar Rp10 miliar untuk mendukung tahap awal pembangunan saluran tersebut sehingga diperlukan dukungan lintas pemerintahan.

Baca Juga :   ULM Ungkap Kondisi Satu Korban Selamat dari Laka Maut Rombongan KKN

Apabila kebutuhan anggaran melebihi kemampuan fiskal kabupaten, kata dia, Pemerintah Provinsi Kalsel siap memberikan dukungan sesuai kapasitas keuangan daerah agar proyek dapat direalisasikan bertahap.

Sekretaris Daerah Kabupaten HSU Adi Lesmana menjelaskan rencana pembangunan sodetan masih dalam tahap pematangan teknis, termasuk penentuan trase dan perhitungan kapasitas aliran.

Ia menyebut panjang sodetan yang direncanakan cukup signifikan dan sebagian trase berada di kawasan hutan serta lintas kabupaten sehingga memerlukan koordinasi kewenangan dengan pemerintah provinsi dan instansi kehutanan.

“Seluruh tahapan pembangunan akan disesuaikan dengan kajian teknis dan aspek lingkungan agar proyek tersebut efektif mendukung pengendalian banjir jangka panjang di HSU dan kawasan Banua Anam serta meminimalkan dampak sosial dan ekologis,” ujar Adi Lesmana.  (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

DILANTIK Sukarman Sumarinton sebagai Kajati Kalsel, Begini Penekanan Jaksa Agung RI
PASTIKAN Siap Hadapi Dinamika Lapangan, Kapolresta Cek Peralatan Dalmas
GUBERNUR MUHIDIN di Arena Kobaran Api Karhutla Ikut Padamkan
TALA Jadikan Pengelolaan Sampah Penopang Pariwisata
BANGUN ‘Pesantren Aman’ PBNU Perkuat 20 Pesantren di Kalsel
KEMARAU MENGGANAS, 23 Kebakaran Lahan Terjadi di Banjarmasin
BANJARMASIN Masih Titik Rawan Narkoba, Bandar Incar Warga Ekonomi Lemah jadi Kurir
KASUS ISPA Meningkat di Banjarbaru

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 22:47

DILANTIK Sukarman Sumarinton sebagai Kajati Kalsel, Begini Penekanan Jaksa Agung RI

Selasa, 11 Agustus 2026 - 21:39

PERTALITE dan Biodiesel Masih Aman!

Selasa, 11 Agustus 2026 - 21:34

KASUS Korupsi Kouta Haji: Yaqut Didakwa Perkaya Diri Rp4,83 Miliar

Selasa, 11 Agustus 2026 - 21:17

MENDAGRI Tito: Pastikan tidak Ada PPPK Dirumahkan

Selasa, 11 Agustus 2026 - 20:49

BPS: 6% Anak Indonesia Belum Punya Akta Kelahiran

Senin, 10 Agustus 2026 - 21:02

KASUS TPPU Febrie Adriansyah: Tujuh Saksi Diperiksa Kejagung

Senin, 10 Agustus 2026 - 20:57

KASUS MBG: 16 Saksi Dipanggil Kejagung dalam Penyidikan

Senin, 10 Agustus 2026 - 20:50

ENAM Provinsi Rawan Karhutla Difokuskan untuk Ditangani

Berita Terbaru

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjawab pertanyaan awak media usai menghadiri Musyawarah Anggota Asosiasi Emiten Indonesia 2026 di Jakarta, Selasa (11/8/2026). (Foto: Antara/Harianto)

Bisnis

PERTALITE dan Biodiesel Masih Aman!

Selasa, 11 Agu 2026 - 21:39

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca