SuarIndonesia — Satu korban selamat dari kecelakaan maut di Jalan Alternatif Banjarbaru-Batulicin, Kecamatan Mentewe, Kabupaten Tanah Bumbu kian membaik. Fahrizal Hasby dirawat di RSUD Ulin Banjarmasin pasca menjadi korban kecelakaan bersama rombongan KKN.
Juru Bicara Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Dr Novaria Maulina mengatakan kondisi Hasby hingga kini mulai menunjukkan kemajuan. Meski demikian, Hasby masih dalam perawatan intensif di rumah sakit.
“Kondisi terakhir sudah jauh membaik dan stabil sekarang sedang dalam masa observasi untuk tindakan lanjutan yang diperlukan,” ujar Nova, Kamis (6/8/2026).
Nova mengatakan, Hasby sebelumnya sempat dilarikan ke Rumah Sakit Marina Tanah Bumbu usai kejadian. Di sana, Hasby diindikasikan patah tulang kaki dan tangan.
Kemudian Hasby dirujuk ke RSUD Ulin Banjarmasin untuk proses pemeriksaan dan penanganan lanjutan. Ia juga didampingi tim Mobilitas Kegiatan Belajar Terpadu (MKBT) untuk pemulihan dari trauma yang dialami.
“Korban didampingi tim MKBT untuk pemulihan trauma pasca kejadian. Pada pemeriksaan awal di indikasikan patah tulang dibagian kaki dan tangan kemudian di rujuk ke RS Ulin di Banjarmasin untuk pemeriksaan dan tindakan lebih lanjut,” tutur Nova dilansir dari detikKalimantan.
Setelah insiden itu, ULM memulangkan 13 orang mahasiswa lainnya yang tergabung dalam KKN-Lingkungan Hidup (LH) di Desa Batulicin Irigasi, kini tim MKBT ULM mendampingi para korban untuk pulih dari trauma. Nova menegaskan, ULM berkomitmen penuh dalam mendampingi setiap mahasiswanya agar bisa kembali pulih dari trauma kejadian.
“Kebijakan ini diambil dengan pertimbangan memberikan rasa aman bagi mahasiswa untuk pulih dari trauma yang dialami, didampingi orang tua atau keluarga,” tutup Nova.
Diketahui, dalam laka maut di Jalan Alternatif Banjarbaru-Batulicin menewaskan sedikitnya tujuh orang korban, tiga diantaranya merupakan mahasiswa KKN dari Universitas Nahdatul Ulama (UNU) Kalsel, dua dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM), satu karang taruna desa setempat, dan sopir mobil tangki.
Kaisar Group: Sopir bukan karyawan resmi
Sementara itu, kasus kecelakaan antara pikap rombongan mahasiswa KKN dan mobil tangki di Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, berlanjut. Perusahaan Kharisma Kaisar Batulicin (Kaisar Group) pemilik mobil tangki menyebut bahwa sopir yang mengemudikan mobil saat kejadian tabrakan tersebut bukan sopir resmi mereka.

General Manager PT Kharisma Kaisar Batulicin Muhamat Faizal mengatakan bahwa sopir yang mengemudikan mobil tangki di hari kejadian bukanlah karyawan resmi. Melainkan anak dari sopir perusahaan. Faizal menegaskan fakta ini baru diketahui pihak perusahaan usai kejadian.
“Yang mengemudikan bukan sopir resmi perusahaan. Saya baru tahu setelah kejadian,” ungkap Faizal, Kamis (6/8/2026).
Faizal telah menghubungi sopir resmi perusahaan untuk meminta penjelasan mengenai hal tersebut. Ia menyebut dari keterangan yang diterima sopir perusahaan tidak bisa mengemudikan mobil karena sedang sakit gigi, sehingga terjadi penggantian sopir sementara ke anaknya yang selama ini ikut menjadi kernet.
“Karena setiap ada pengiriman mereka selalu berangkat berdua,” ujar Faizal.
Padahal, kata Faizal, selalu ada Pemeriksaan dan Pengecekan Harian (P2H) kendaraan yang diberangkatkan. Namun, pada hari insiden, terjadi pergantian pengemudi setelah pemeriksaan yang diluar kendali perusahaan.
“Pergantian ini di luar SOP kita, seandainya ada pembicaraan dari awal bisa ganti sopir,” bebernya.
Sementara itu, Kasat Lantas Polres Tanah Bumbu AKP Eko Guntar mengatakan pihaknya masih menyiapkan melakukan penyelidikan terkait peristiwa ini. Ia berjanji akan memberikan keterangan lebih lengkap dalam rilis hasil penyelidikan dalam waktu dekat.
“Mohon waktu ya. Kami rencana akan rilis,” kata Guntar singkat, Kamis (6/8/2026). (*/ut)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















